"Ada apa dengan mu kak?"
"Mengapa kau menangis?"
Sang adik bertanya pada kakanya sambil mengelap air mata sang kaka.
"Aku,hanya teringat sesuatu..yg membuat ku sedih,itu saja tidak ada yg lain".
Ucap sang kaka dan memalingkan wajah nya
"Kak,apa suatu hari kau akan meninggalkan ku?"
"Apa maksudmu...aku tak akan meninggalkan adik ku"
"Tapi..suatu hari kaka akan menikah dan meninggalkan ku" ucap sang adik dengan nada sedih
"Aku akan menunggu mu untuk menikah..baru setelah kamu aku akan menikah." Ucap sang kaka dengan tegas
Seketika sang adik tersenyum bahagiah..ia tau kalau kaka nya akan bilang seperti itu,karan seberapa nakal nya dirinya,sang kaka tetepa menyayanginya.
"Sudah,ayo kita kembali ke koridor kelas,nanti kita malah di tambah hukuman nya " ucap sang kaka dengan lembut.
"Baiklah kak..."
Ya,benar saja mereka di marahi karan melarikan diri dari hukuman,mereka di hukum berlari di lapangan 10 putaran.
"Ayo kak semangat lari nya" ucap sang adik sambil berlari di belakang sang kaka
"Hah..hah..a aku tak kuat lagi"
"A aku ...sudah tak sanggup" ucap sang kaka dengan nada lemas.
#BRUK
"KAKA..!!!"
ternyata sang kaka pingsan di tengah larian nya,sang adik pun cemas akan keadaan sang kaka tercinta nya,ia pun segera membawa sang kaka ke UKS.
Bersambung...
Jgan lupa nantikan chapter berikutnya:>