"dek janganlah marah kau ya dek ke abang" pinta piko pada naila.
"brengseekkk kali kau bang rupanya!!!" balas naila dengan berlari pergi meninggalkan piko sendirian di bibir pantai nan indah ini.
Dulu piko begitu baik hati,romantis dan penyayang,namun setelah mereka menikah baru dua bulan semua itu berubah menurut naila istrinya.naila selalu saja marah ketika mengetahui piko masih saja hahahihi di grup wa keluarga mereka,lah kok bisa....?
Yuk bantu mimin baca cerpen singkat ini ya.
***
"Bang kau gak pergi kerja kah bang?" tanya naila sambil melipat pakaian yang tengah disetrikanya pagi ini.
"bentar lagi berangkat dek abangmu ini" jawab piko sambil matanya masih saja melirik hp yang ada di tangan kanannya.
"bang ku tengok abang senyum senyum selalu kalau lihat pesan di grup wa kita bang,ada apa rupanya bang"? tanya naila sambil berusaha kepo sedikit.
"hemmm biasa aja kok dek" jawab piko sambil kemudian menyimpan hpnya ke kantong celana dan segera beranjak dari duduknya.
Piko sudah berangkat ke kantor barusan, sementara naila juga kini tengah beres beres di dapur.beginilah keseharian naila sejak menikah dengan piko.naila lebih memilih mengurus rumah tangga ketimbang menerima tawaran pekerjaan kantoran dari sepupunya.naila merasa bahagia apalagi pernikahannya dengan piko sedang hangat hangatnya pengantin baru.
Naila yang sudah selesai dengan berbagai rutinitasnya,akhirnya memilih untuk rebahan sejenak,dilihatnya jam dinding baru menunjukkan pukul 08.00 wib.naila memilih spot di ruang keluarga untuk sejenak meregangkan otot ototnya yang lumayan lelah juga barusan.naila pun menyalakan televisi,sementara disamping ia berbaring sudah ada meja kecil yang berisi berbagai macam camilan,ya naila memang suka ngemil sedari ia gadis.
Detak jam semakin menderu,sementara drakor yang naila tonton akhirnya berhasil membuat kedua mata naila sembab karena tangisan.naila juga terdengar sesenggukan menahan sedihnya alur cerita yang tengah ia tonton.
"kringggggg.......suara hp naila berbunyi dan dengan mata yang masih berurai airmata naila mengangkat telpon itu.di layar hp tercetak tebal sebuah panggilan dari "my beib".
"Ya halo bang,ada apa bang telpon naila pagi pagi"? tanya naila kepada si pemanggil di seberang suara.
obrolan singkat di hp akhirnya usai dan naila mendengus karena selera makannya mulai memanggil untuk di segera kan.dengan penuh semangat naila menuju dapur dan ia makan dengan lahap meski sambalnya cuma ikan asin dan sayur bayam bening.setelah makan naila kembali ke rutinitas lainnya yaitu ke rumah ibunya di seberang gang.ya naila hanya punya ibu karena sedari SMA ayahnya sudah berpulang sementara kakak satu satunya merantau ke negeri seberang.
"Aku kerumah mamak dulu ah" lirih naila sambil menutup pintu depan,samping dan belakang.sesekali naila juga kembali mengecek mesin air,kompor dan juga listrik.kegelisahan setiap emak emak mau keluar rumah sudah mulai naila nikmati sekarang sejak menikah.yakin semua sudah oke,akhirnya naila menghidupkan motornya melaju ke rumah ibunya yang jaraknya tak jauh dari kediaman ia dan sang suami.
Di tengah perjalanannya,naila melihat lingkungan agak sepi dari biasanya.
"Sepi kali ya aku lewat,padahal kuburan kan masih jauh dari sini" bathin naila sambil terus melajukan motor matiknya.
***
Dirumah ibunya naila tidak lama karena ia sudah berjanji pada piko kalau siang ini ia mau ikut piko kesuatu tempat.
sepulangnya naila tak luput untuk mampir membeli es alpukat kesukaannya dan piko.
***
"Dek janganlah lama lama kalau dandan nanti kesorean kita" lirih piko sambil menatap naila yang masih repot dengan riasannya.
"Iya bang tunggu lima menit lagi ya"
Tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di tujuan.
"Bang kok kita ke restoran"? tanya naila penasaran.
"Iya kita makan siang disini dulu ya dek" jawab piko santai.
Berbagai menu kesukaan mereka berdua sudah tersaji di depan mata.naila dan piko pun menikmati hidangan itu dengan nikmat.tak ada firasat apa apa di hati naila siang itu.baginya makan siang ini sudah sangat membuat ia bahagia,apalagi piko bekerja lumayan memakan waktu setiap harinya,kadang tak jarang piko harus lembur di kantornya.
"Bang trimakasih ya sudah ajak adek kesini,makanannya enak enak bang" lirih naila.
"Iya dek sama sama ya" balas piko syahdu.
Selesai makan,piko pamit untuk ke toilet dan ia tak sengaja meninggalkan hpnya di meja.sementara naila masih sibuk memainkan jarinya di gelas jus alpukat yang belum habis ia minum,tiba tiba hp piko berbunyi dan seketika pula pandangan mata naila tertuju ke hp yang berada di samping piring makannya piko.naila awalnya tak ingin menggubris hp itu,tapi karena ia takut itu penting akhirnya naila mengambil hp itu dan ia kaget karena nama pemanggil di hp milik suaminya ini terkesan menggelitik.naila mengangkat panggilan itu dan obrolan singkat nan mematikan pun terjadi tanpa piko sadari.
***
"Kok kosong"? mata piko mencari sekeliling kemana sang istrinya ini kira kira.
Piko yang baru kembali dari toilet dengan sedikit bingung kembali duduk sambil sesekali melirik sekitar.tak terasa yang di harapkan tak kembali,piko pun pergi ke kasir,serta merta ia pun menanyakan perihal istrinya pergi ke mana.
Setelah selesai membayar,piko bergegas ke mobil,namun tak jua terlihat naila di dalamnya.piko pun bingung karena kata petugas kasir tadi,naila sudah izin untuk menunggu di luar restoran.piko akhirnya menelpon naila,awalnya beberapa kali panggilan tak naila jawab,namun selang beberapa menit kemudian naila memberikan pesan singkat kalau ia sudah di jalan pulang menuju rumah.piko langsung menyusul,namun setibanya di rumah,kondisi rumah kosong.piko kembali menelpon naila,namun lagi lagi naila tak menjawab.pesan dari piko barusan pun tak tercentang sudah dibaca.
Dalam kebingungannya,piko akhirnya harus kembali ke kantor karena barusan sudah di telpon untuk segera kembali ke kantor.
Sementara naila entah kini dimana keberadaannya.
***