ALERN!!! ITS JUST FANTASY!!!
Namaku Arya. aku adalah pemuda biasa dari SMA yang biasa juga. Saat aku menduduki kelas 12, aku terpesona dengan seseorang wanita yang berada di kelas sebelah. Nama wanita itu adalah Serena. Pada saat itu, tepatnya saat jam makan siang. aku melihatnya sambil berkata dengan nada yang rendah.
"wah..... cantiknya..... ugh, kenapa aku tiba-tiba terpesona padanya".
Serena, dia sangat cantik dan anggun. Aku terpesona kepadanya dan sepertinya aku merasakan yang namanya cinta pada pandangan pertama. pada saat itu, aku langsung mencari tau segala sesuatu tentang nya. aku mencari tau namanya, berada di kelas apa, serta apa saja yang dia sukai.
Sebenarnya aku ingin menembaknya dan menjadikan dirinya kekasihku, namun... Dengan penampilan ku yang biasa saja seperti ini, mana mungkin aku berani intuk menembaknya apa lagi berharap rencana itu sukses.
Suatu saat di area penyeberangan lampu merah pada saat jam pulang sekolah, aku melihat dirinya di sebrang jalan. Entah apa yang aku fikirkan pada saat itu, aku spontan mengejar dirinya tanpa fikir panjang. Namun, aku tidak sadar bahwa lampunya masih berwarna merah untuk pejalan kaki dan akhirnya aku tertabrak truk pengangkut makanan.
di beritakan kecelakaan di jalan XXXX no XXXX dengan satu korban anak lelaki dari SMA XXXX yang meregang nyawa dan sedang dalam perjalanan ke rumah sakit terdekat.
pada saat itu, pandangan ku seketika menjadi kabur dan gelap. namun, beberapa saat kemudian. aku terbangun di tempat yang sangat indah. seketika aku berfikir.
"yahh, sepertinya aku telah tiada..... mau bagaimana lagi."
Aku tidak tau siapa saja korban nya selain diriku dan apa saja yang sedang terjadi di sana sekarang. yang ku fikirkan sekarang adalah menikmati waktu ku di atas padang rumput dengan udara yang sejuk ini. namun, sekilas aku melihat sosok wanita yang mirip Serena tidak jauh dari tempat diriku berada. spontan aku mendekatinya.
"p-permisi...."
Dia menoleh ke hadapan ku. Dan, ya! dia Serena. saat itu aku berfikir bahwa Serena ikut tertabrak truk itu juga. antara merasa beruntung dan juga sedih. tapi, yaah... mau bagaimana lagi.
saat Serena menoleh ke arah ku, dia berkata.
"Reza! kamu juga di sini?"
dan aku menjawab seruan nya.
"ya Serena. dari mana kamu tau namaku, dan... mengapa kamu disini juga?"
"aku tidak bisa menjelaskannya Arya. tapi... yang terpenting, aku sungguh mencintaimu Arya. maukah kamu hidup bersama diriku disini selamanya?"
"b-benarkah! a-aku juga Serena....."
aku memeluk Serena dan menangis seketika karena merasa sangat bersyukur saat itu. siapa sangka, Serena mencintai ku juga.
singkat cerita, aku hidup tiga tahun bersama dengan dirinya dalam damai. rutinitas kamu sangat monoton tetapi terasa sangat membahagiakan. kamu memetik bunga, memanen sayur yang sudah ada di sini sejak awal, menghabiskan waktu bersama layaknya suami istri. namun, di suatu hari, Serena mendekati ku dengan tampang sedih dan seperti ingin memberitahukan sesuatu yang sangat penting.
dengan air mata yang perlahan turun dari matang yang cantik.
"Arya.... sepertinya ini saatnya. kamu.... harus.... kembali...."
"a-apa maksudmu Serena!"
aku terkejut sekali dengan perkataan yang dirinya ucapkan secara tiba-tiba dan tidak bisa mencerna perkataannya.
"kamu.... harus kembali arya.... dan.... sebenarnya, diriku bukanlah Serena. berhentilah mencintaiku."
dengan nada yang keras, aku membentak dirinyanya
"SIAPAPUN KAMU, AKU TIDAK PEDULI. AKU SUDAH MENCINTAIMU DENGAN SEPENUH JIWAKU, KENAPA KAMU BERKATA SEPERTI ITU! AKU TIDAK PEDULI WALAUPUN KAMU BUKANLAH SERENA, AKU MENCINTAIMU DENGAN TULUS!!! "
"maafkan aku Arya.... aku juga mencintai mu.... selamat tinggal."
dia berubah menjadi debu putih yang indah dan memiliki wangi yang harum. aku menangis histeris dan tidak bisa menghentikan teriakan serta air mata ku.
tiba-tiba, pandangan ku menjadi gelap. terdengar suara kedua orang tua ku yang sedang berbicara kepada seorang lelaki tua. awalnya aku mendengarnya secara samar. tidak lama kemudian, aku bisa mendengar semuanya secara jelas namun masih belum bisa membuka mataku.
"memang sudah 3 tahun lamanya anak ini koma. namun, menurut prediksi saya, anak ini akan terbangun dalam masa satu minggu atau satu bulan kedepan"
dan aku pun membuka mataku dan melihat peria tua itu. ternyata dirimu adalah dokter.
"oh, mungkin ini lebih cepat dari prediksi saya bu, pak. lihat, dia sudah membuka matanya"
ibuku "Arya......... akhirnya kamu bangun nak....." dia menangis histeris.
dan ayahku "dasar anak nakal, kau membuat kamu khawatir saja.... " sambil menyeka air mata.
aku terdiam tanpa expresi dan seketika mengucapkan
"dimana gadis itu" dengan nada yang datar di barengi dengan air mata yang mulai turun dari mataku. yang berada di dalam fikiranku hanyalah.
"siapa dirimu? dan mengapa kamu pergi setelah aku sangat mencintai dirimu? apakah ini •HANYA SEKEDAR ILUSI•"
singkat cerita, beberapa hari kemudian. aku sudah bisa menggerakkan tangan ku dengan normal, serta orang tua ku memberitahu diriku bahwa aku terus menyebut nama Serena selama 3 bulan koma ku dan orang tua ku yang notaben nya kaya mencari tau tentang Serena dari teman-teman ku serta orang yang aku kenal menurut mereka.
orang tua ku bilang, Serena mencintai ku dari sebelum diriku koma. namun, dia hanya malu untuk memberitahu diriku dan akhirnya orang tua ku memutuskan untuk menjadikan kami tunangan.
aku baru sadar bahwa di hari pertama aku terbangun aku melihat dirinya di balik pintu rumah sakit sambil melihatku dengan tatapan sedih.
pada akhirnya, aku memang masih memiliki rasa kepadanya, tetapi tidak seperti dulu. cinta yang ada di dalam diriku hampir semuanya tertuju pada wanita yang menyerupai Serena dan tidak bisa melupakan kehangatannya.
aku pun mengambil buku note di samping tempat tidur ku dan pensilnya yabg di sediakan oleh orang tuaku lalu menulis sebuah cerita.
dengan sedikit menyamarkan nama-nama dan tidak menyensor informasi penting, aku berhasil menulisnya dan berniat akan menyalinnya di buku digital pada saat aku sudah kembali bugar.
ini semua hanya fiksi. yahh, begitulah. jangan di anggap serius. aku hanya berangan, semoga itu bukan Hanya Sekedar Ilusi.