"Apa kah Nona Zara sudah yakin" Tanya Bapak Admojo pengacara keluarga Giordano
"Ya.."balasku
"Ini mungkin akan membuat Nona Zara tidak nyaman"
"Tidak apa apa Pak Mojo ,bukan kah aku sudah tidak punya pilihan lain"jawabku datar.
"Bapak Benyamin hanya mengijinkan Nona Zara bebas selama 1 tahun"
"Aku berharap dikehidupan lain, aku terlahir dari keluarga biasa saja "
"Maaf Nona.."
"Dimana saja aku harus tanda tangan Pak Mojo?"
"Baik..disini dan disi Nona"
Aku menggores kan pena diatas kertas perjanjian itu.
"Sudah Pak Mojo"
"Saya sudah menyiapkan semuanya Nona, sesuai yang Nona Zara minta besok pesawat akan berangkat pagi di jam 9"
Pak Mojo menyerahkan dokumen serta tiket penerbangan.
"Aku tidak ingin kebebasan ku diganggu oleh Steven,tolong jaga agar dia tidak tahu tempat tinggal ku disana"
Pak Mojo hanya diam tidak menjawab. Aku mengerti dia hanya patuh pada Kakek ku Benyamin Giordano.
"Maaf Nona Zara"
"Yaa tidak apa-apa Pak Mojo"
"Apa Nona Zara ada permintaan lagi untuk tinggal disana?"
"Zara rasa sudah cukup Pak Mojo, terimakasih yaa Pak Mojo"balasku
Pas Mojo pamit pergi, aku kembali ke kamar ku merebahkan tubuh ku. Entah ini benar atau salah,aku hanya ingin pergi dari kota ini.
Flashback 10 hari sebelumnya.
"Plakkkkk" tamparan keras dari kakek tepat mendarat di pipi ku. Rasanya sakit dan panas,air mata ku sudah mengalir begitu saja.
"Kamu..tidak tahu diri..kamu sudah membuat keluarga Giordano malu.. harusnya waktu itu aku membuang ku"
Ucapan kakek mengiris hatiku .
"Apa apaan kamu mabuk di hotel bersama laki laki lain!, jika berita ini menyebar hingga sampai ke telinga keluarga Ortega dan mereka membatalkan pertunangan,aku sendiri yg akan membuang mu ke laut!"
"Tuan..sudah Tuan..Non Zara tidak sengaja, dia dijebak temannya Tuan..kami sudah punya buktinya" ucap Ibu Desi sekertaris Kakek
"Kenapa kau membelanya!..dia tetap salah karena tidak bisa menjaga dirinya sama seperti ibunya"
Brakkk
Pintu terbuka dengan Nenek Kamila memasuki ruang kerja kakek.
"Benn..apa kau pantas berkata seperti itu pada cucu mu satu satunya!!!" Ucap Nenek Kamila
"Apa karena dia perempuan bukan cucu laki-laki seperti yang kamu mau ?!"
"Aku malas berdebat dengan mu!"
"Kamu pikir apa aku suka berdebat dengan laki laki keras kepala dan kuno seperti dirimu! Kamu bahkan tidak bisa belajar dari kesalahan mu!!"
Kakek pun memilih pergi dari keluar diikuti Ibu Desi sekertaris nya.
Nenek Kamila segera memelukku lembut,
"Zara bangunlah sayang"
"Nek.. maafin Zara, Zara benar benar tidak tahu bisa seperti ini "
"Nenek mengerti sayang, itu bukan kesalahan mu..itu kesalahan mereka yang ingin membuat cucu cantik nenek malu "
"Nek.. maafin Zaran, terimakasih Nenek sudah menolong Zara saat itu.
"Iyaa sayang.. ayo Nenek akan kompres pipimu.. pasti sakit sekali kakek tua bangka itu memang bodoh"