Tak... Tak... terdengar suara langkah kaki yang memecah keheningan di tengah malam.Seorang gadis muda cantik bernama Evelyn sedang berjalan sambil menggendong tas dengan langkah lambat menuju rumahnya. Hari sudah larut malam, tapi ia tidak peduli. Hingga ia sadar, ia harus melewati beberapa gang sempit yang suram, sunyi, gelap untuk sampai ke rumah.
Ia berjalan santai dengan hati senang karena telah berhasil melewati beberapa gang.Tapi kesenangannya berakhir setelah ia menghentikan langkah dan teringat akan gang terakhir yang harus ia lewati untuk menuju rumah.
Hati Evelyn langsung DAG DIG DUG setelah ia tiba didepan gang terakhir, yang dimana gang ini adalah gang yang paling ditakuti seluruh masyarakat di desanya. Evelyn lalu berjalan dengan langkah sedikit dipercepat. Biasanya sesekali ada orang yang lewat, tapi tidak untuk malam ini, malam ini benar-benar begitu sunyi, hanya ia sendiri yang sedang berjalan di gang tersebut.
Ketika Evelyn sudah berada di tengah-tengah gang tersebut, ia mulai mencium aroma amis dan mendengar suara orang seperti sedang menusuk sesuatu. Evelyn semakin gemetaran, jantungnya berdegup kencang, napasnya tak teratur.Ia hanya bisa berdoa dan perlahan melanjutkan perjalanan menuju rumah.
Evelyn berjalan menunduk, dan saat ia mengangkat wajahnya ke depan, ia melihat beberapa komplotan orang seperti mafia sedang menusuk sesuatu. Ia semakin takut, badannya terus saja bergetar, jantungnya terus saja berdegup kencang. Ia lalu berjalan mundur dengan pelan sambil menahan isak tangis yang akan keluar.Hingga ia mendengar seseorang berteriak didepannya "Awas.... di belakangmu"ucapnya, Evelyn hanya takut dan tanpa ia sadari di belakangnya ternyata ada satu anggota komplotan mafia yang membawa pisau tajam. Dan tiba-tiba ia menusuk Evelyn menggunakan pisau, Evelyn pun tak sadarkan diri dengan luka dibagian dada sebelah kiri.
"Hahh...aku ada dimana?"tanya Evelyn saat terbangun dari pingsannya. "Tenang saja nona, kau aman disini!"ucap seseorang yang berada di samping Evelyn dengan bau amis khas mafia dan terdapat darah di bajunya dan luka di wajahnya. "Siapa kau? bukankah kau orang yang berteriak kepadaku?" tanya Evelyn dengan nada gemetar dan keringat dingin.
"Wah kau masih mengingatku nona? Baguslah, aku tidak akan melakukan apapun terhadap mu, tenang saja"ucapnya dengan tersenyum miring, "bohong! Aku tidak akan mempercayai mu, apa kau ingin menusuk ku seperti temanmu tadi malam hah!?" ucap Evelyn dengan nada kesal dan marah.
"Teman? Siapa? Yang ingin membunuh mu? Ck dia bukan temanku, melainkan dia adalah seseorang yg sangat ku benci!"jawabnya, "Musuh? Bagaimana bisa?" tanya Evelyn dengan penuh rasa penasaran.
"Kau itu banyak tanya ya nona! Dia itu orang yg sudah membuat hidupku hancur, dia yg sudah membunuh orang tuaku, dan sekarang dialah yang berkuasa di rumah kedua orang tuaku, aku sangat membenci nya, dia sangat sangat ku benci!" jawabnya dengan raut muka penuh dendam, "jadi apakah mafia adalah caramu untuk membalas dendam?" tanyaku masih penasaran. "Hadehh kau benar-benar ya nona! Ya ini adalah cara satu-satunya agar aku bisa membalas dendam kepadanya"jawabnya.
"Lalu kau...."Evelyn belum melanjutkan kalimatnya tiba-tiba mulutnya sudah di bungkam oleh sang pria, "sudahlah jangan dibahas lagi, lebih baik kau istirahat dan jaga kesehatan mu" ucapnya. "His...baiklah, eh btw ini di mana si?"tanya Evelyn, "tentu saja di rumahku"ucapnya.
"Rumahmu?"tanya Evelyn , "Iya rumah ku, rumah hasil kerja kerasku selama ini" jawabnya dengan bangga. "Dih hasil jadi mafia aja bangga"ucapku, dia hanya menoleh dan tersenyum kepadaku."Siapa namamu?"tanya Evelyn."Namaku Erick Albert"jawab sang pria itu.
"Dan mungkin ini aneh, tapi.. Setelah kau sembuh, aku akan melamarmu"ucap pria yang bernama Erick tersebut yang membuatku terkejut, "What!? Melamarku? Kok bisa?"tanya Evelyn dengan terkejut. "Iya, bisa lah, aku ada alasan tertentu mengapa aku ingin melamar mu" ucapnya yang membuat ku semakin penasaran, "wih alasan apa? " tanya Evelyn semakin penasaran.
"Itu permohonan terakhir dari ayahku, dia menunjukan fotomu sesaat sebelum beliau meninggal, tolonglah bantu aku untuk mewujudkan permohonan ayahku, aku janji akan melindungi mu dari para mafia yang keji itu" ucapnya yang membuat Evelyn penasaran, bagaimana bisa ayahnya mengenalnya. "Baiklah, aku mau, tapi kau harus janji untuk melindungi ku" ucap Evelyn, "Iya tenang saja, terimakasih" jawabnya dengan senang sambil memeluk Evelyn "Aww... sakit!Hei kau lupa kah? Aku kan sedang sakit!, dan btw terimakasih juga sudah menolong ku" ucap Evelyn ,ia pun berhenti memeluk Evelyn dan kembali tersenyum padanya, sembari berkata "Sama sama nona, dan cepat sembuh ya agar aku cepat menikahimu"ucapnya yang hanya Evelyn jawab dengan senyuman malu.
Beberapa minggu kemudian
Benar saja, beberapa hari setelah Evelyn sembuh, iya melamarnya dan Evelyn menerimanya. Tak berlangsung lama kemudian mereka menikah.Lalu mereka berdua hidup bahagia.
Tamat