Sekarang adalah musim semi yang indah, namun hati Sara sangatlah dingin. Musim semi biasanya membawa kebahagiaan, tetapi bukan untuknya. Setiap bunga yang mekar dan dedaunan yang tumbuh mengingatkannya pada kenangan yang tak terlupakan.
Dulu, saat musim semi tahun lalu, dia masih memiliki seseorang untuk berbagi kebahagiaan ini. Namun, sekarang, dia merasa seperti bunga-bunga itu telah menjadi saksi bisu dari kehilangannya.
Sara teringat betapa dia dan Jack selalu menghabiskan waktu bersama saat musim semi tiba. Mereka akan pergi berjalan-jalan di taman, tersenyum dan tertawa bersama, seolah-olah tak ada masalah di dunia ini. Namun, itu hanya kenangan sekarang.
Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka menjadi semakin rumit. Pertengkaran, ketidaksepakatan, dan akhirnya, perpisahan. Sara selalu berpikir bahwa mereka akan melewati masa sulit itu bersama-sama, tetapi Jack telah memilih untuk pergi.
Saat ini, Sara duduk di taman yang pernah menjadi tempat mereka berdua. Dia menatap bunga-bunga yang mekar indah, tetapi matanya dipenuhi dengan air mata. Musim semi telah kembali, tetapi Jack tidak lagi ada di sampingnya.
Dia merindukan tawa, canda, dan ciuman mereka. Namun, yang tersisa hanyalah kenangan yang menyakitkan. Sara mengerti bahwa hidup harus terus berjalan, tetapi dia tahu bahwa dia akan selalu merindukan Jack, bahkan di musim semi yang indah ini.
Mungkin suatu hari nanti, kenangan itu tidak akan lagi begitu menyakitkan, tetapi saat ini, Sara masih terluka oleh kenangan yang menghantuinya setiap musim semi.