Arabella seorang anak yang sedang menduduki bangku sekolah kelas 11 di SMA Bahagia Selalu.
Seorang anak yang sedang bingung kemana akan melangkah jika lulus nanti.
Nama lengkap nya Arabella Aksayra, dia berumur 17 tahun , gadis yang mempunyai rambut panjang terurai, mempunyai kulit yang sawo matang dan memiliki gigi ginsul disebelah kiri yang membuat senyumnya manis.
Dia anak yang sederhana tetapi memiliki karakter yang sedikit usil kepada orang lain , sebenarnya dia memiliki hati yang baik dan lembut.
Pada suatu malam Arabella duduk di pojok kamarnya dengan memegang sebuah buku dan pena, tampak nya dia sedang menulis sesuatu di buku diarynya tersebut.
Dan ternyata benar dia sedang menulis sebuah rangkaian kata-kata yang terangkai begitu indah dan rapi, isi rangkaian kata-katanya membuat hati bergetar.
Apapun yang dialami Arabella dia selalu bercerita kepada buku diarynya , karna menurutnya tempat pelampiasan amarah nya adalah buku tersebut.
Baginya buku adalah tempat curhat yang setia mendengarkan keluhannya sekaligus tempat ternyaman untuk bercerita.
Hari terus berlalu sedangkan Arabella masih belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang terlintas di pikirannya.
"Selanjutnya kemana akan melangkah???".
Arabella mempunyai cita-cita menjadi seorang guru SD.
Tetapi Arabella tau bagaimana kondisi ekonomi keluarganya, tentunya jika mau menjadi seorang guru SD harus melalui dunia perkuliahan dulu.
Melihat kedua orang tua nya yang semakin hari semakin tua, membuat Arabella semakin ragu untuk melangkah.
Ada satu peluang untuk Arabella bisa berkuliah yaitu dengan mendapatkan beasiswa kuliah.
Arabella sangat berharap untuk mendapatkannya, karena itu lah Arabella memaksakan dirinya untuk tetap terus berjuang walau terkadang dia juga merasa rapuh , tetapi itu tidak membuat semangat Arabella menjadi lemah.
Ditambah lagi Arabella mempunyai keluarga yang tidak lengkap , maksud dari tidak lengkap nya Ayah dan Ibu Arabella sudah lama bercerai, dan Ayah Arabella sudah menikah lagi.
Arabella tinggal dengan mama, Abang dan istri Abangnya di sebuah rumah kontrakan di pinggir kota Surabaya .
Tetapi walaupun Ayah dan Ibu Arabella sudah bercerai keduanya masih tetap berbaikan dan tidak mempunyai dendam satu sama lain lagi.
Baginya yang sudah berlalu biar lah berlalu , jangan hanya karna masa lalu membuat anak-anak nya menjadi terombang- ambing.
Tuhan selalu menyiapkan takdir yang terbaik untuk setiap hambanya.
Arabella mempunyai ibuk tiri, pasti jika kalian mendengar kata ibu tiri kalian akan membayangkan hal yang enggak-enggak kan?.
Tapi beda dengan Arabella dia memiliki ibu tiri yang baik, yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri, yang merawatnya dengan baik.
Arabella sering dibawa ke rumah ibu tiri nya untuk pergi liburan , untuk menghabiskan waktu libur di sana.
Itu lah yang dialami Arabella dia harus membagi waktunya bersama ibu tersayang nya dan juga ibu tirinya.
Arabella selalu bersyukur atas segala nikmat yang di berikan Tuhan kepadanya.
Walau terkadang Arabella merasa sedih jika melihat teman-temannya yang mempunyai keluarga yang lengkap yang mana selalu merasakan kebersamaan dengan Ayah dan Ibunya tanpa harus berbagi waktu seperti Arabella.
Arabella sangat menyayangi ibunya yang bernama Bunga, persis seperti nama nya dia memang bunga yang indah yang selalu menerangi kehidupan Arabella.
Orang yang sangat penyabar entah dari apa hatinya terbuat .
Rela menanggung semua beban dan memilih untuk tetap sabar dan ikhlas.
Apapun kan dilakukannya untuk membahagiakan Arabella, walau dia harus menghadang hujan dan panas sekali pun.
Itulah yang menjadi pokok permasalahan yang sebenarnya.
Di rumah tersebut yang selalu mengerjakan pekerjaan rumah adalah ibunya Arabella mulai memasak, mencuci piring , menyapu rumah serta mengurus cucunya .
Itu lah yang membuat hati Arabella menjadi sangat sakit dan sedih melihat ibunda yang dia sayangi diperlakukan seperti itu .
Di setiap malam ibunya selalu bercerita sambil menangis kepada Arabella karena dia memang sudah lelah dengan semua nya tapi tetap harus melakukan semua itu.
Dimana seharusnya di umur yang sekarang dia tidak cocok lagi mengerjakan pekerjaan yang seperti itu, biasanya hari tua itu untuk memperbanyak ibadah kepada Tuhan.
Itulah yang di rasakan Arabella setiap harinya, dia hanya bisa seperti Tunggul yang diam saja karna dia tidak punya kuasa untuk bicara di tambah lagi Arabella masih di bawah tanggungannya karena tinggal bersamanya.
Jika Arabella melihat kakak iparnya hati Arabella merasa tergores seperti dicabik-cabik oleh keadaan.
Hari pun terus berlalu,tahun pun terus berganti akhirnya Arabella telah menemukan jawaban dari pertanyaan nya yang selama ini terlintas di benaknya.
Dia memilih untuk tetap menjadi guru SD yang selama ini dia cita-cita kan .
Dan diterima sebagai siswa undangan di kampus yang selama ini dia dambakan.
Dari cerita di atas bisa kita ambil hikmah nya
"Disaat kamu merasa lelah dengan keadaan, tapi kamu harus tetap semangat,karena ini merupakan ujian yang sedang kamu lalui untuk mencapai sebuah kesuksesan"
JANGAN TAKUT UNTUK GAGAL KARENA KEGAGALAN ADALAH AWAL MULA MENUJU KESUKSESAN....