Di suatu tempat di Indonesia tepat nya di pinggir kota jakarta disana sudah meraja lelah penggunaan ponsel dari mulai orang tua remaja bahkan sampai balita, Dalam keseharian mereka tidak pernah luput akan kehadiran ponsel.
Akan tetapi ada satu remaja yang tidak memiliki ponsel dia bernama Arfan dia berasal dari keluarga yang kurang mampu tapi dia tetap berusaha untuk membanggakan orangtuanya walau pada saat itu hampir semua pembelajaran menggunakan ponsel tapi dia tetap berusaha agar tidak tertinggal materi dari teman teman nya dengan cara dia meminjam ponsel ke teman nya untuk memcata materi, tapi lama kelamaan teman teman nya pun merasa jengkel kepada dia sehingga dia tidak bisa mencatat materi sehingga Arfan sangat amat kesusahan mengikuti kbm.
Saat waktu istirahat pun hampir semua siswa memegang ponsel entah itu bermain game atau pun nonton film dan berbagai-bagai macam yang berhubungan dengan ponsel, melihat hampir semua teman-teman nya Arfan pun sudah tak tahan lagi dia berencana setelah pulang sekolah dia ingin meminta untuk di belikan ponsel.
Sepulangnya Arfan dari sekolahan nya dia masih agak ragu untuk mengatakan keinginan nya karena dia mengetahui keadaan Keluarganya yang sedang kesusahan dalam ekonomi tapi ibunya melihat gelagat aneh anaknya dia bertanya kepada Arfan.
"Nak Arfan kenapa kamu terlihat murung sekali apa ada yang mengganggu mu di sekolah nak" ucap ibunya
"Tidak kok bu tidak ada yang mengganggu ku di Sekolahan"ucap Arfan
"Lantas kenapa wajahmu murung seperti itu nak, coba sini cerita ke ibu siapa tau ibu bisa bantu"ucap ibunya
"Em... Bu sebenarnya aku ingin sekali mempunyai ponsel bu apa lagi sekarang belajar pun menggunakan ponsel bu aku juga merasa tidak enak ke teman-teman ku bu selalu meminjam ponsel mereka untuk mencatat materi kira kira bisa gak ya bu aku mempunyai ponsel tidak mengapa walau seken dan ram nya kecil pun bu yang penting aku bisa mengikuti kbm bu"ucap Arfan yang agak ragu ragu mengungkapkan nya
"Nak bukanya ibu tidak mau membelikan kamu ponsel tapi kamu juga tau kan keluarga kita sedang kekurangan uang nak, tapi nanti ibu dan ayah mu akan mengusahakan nya"ucap Ibunya dengan ekspresi yang sedih
Setelah itu ibunya membicarakan dengan ayahnya Arfan mengenai apa yang diinginkan anak mereka membicarakan sekian lama akhirnya mereka setuju untuk membelikan Arfan setelah membongkar semua celengan yang mereka punyai mereka akhirnya dapat membelikan ponsel untuk Arfan tapi mereka tidak langsung memberikan ponsel tersebut mereka tapi mereka memberikan sebuah tantangan untuk mendapatkan ponsel tersebut.
"Nak Arfan kemarilah ayah ingin berbicara kepadamu nak"panggil ayahnya
"Iya ada apa ayah"jawab Arfan sambil menghampiri ayahnya
"Nak ibumu sudah memberitahukan kepada ayah apa yang kamu inginkan dan ayah akan mengabulkan nya tapi dengan satu syarat"ucap ayahnya
"Hah yang benar yah baik lah apa syarat nya akan aku lakukan semampuku" jawabnya dengan ekpresi yang senang
"Kamu harus buktikan kepada ayah bahwa kamu layak mempunyai ponsel dengan cara kamu harus membuat prestasi di bidang apa saja mau itu di lomba yang ada di sekolah atau luar sekolah atau pun dengan memasuki ranking 3 besar" ucap ayahnya
"Baik lah ayah aku akan berusaha untuk itu" jawab Arfan dengan ekpresi yang sangat berapi-api untuk mendapatkan ponsel itu
Arfan pun sangat bersemangat dan dia semakin aktif di sekolahnya dia terus berlatih dan belajar dan akhirnya dia menemukan sesuatu yang dapat membuatnya nyaman ketika melakukan nya yaitu menulis novel dan cerpen dimana dia merasa semua idenya dia bisa tuangkan semua kedalam setiap kata-kata di dalam novel atau pun cerpen yang dia buat seiring berjalan ya waktu dia semakin seringembuat novel dan cerpen sehingga dia dilirik oleh guru Bahasa Indonesia dan dia pun di daftar kan untuk mengikuti lomba membuat cerpen dan akhirnya dia memenangkan nya walau hanya juara 3 dan akhirnya dia menemui ayahnya dan menunjukan pialanya
"Ayah ayah lihatlah ini aku sudah mendapatkan prestasi yang aku capai dengan usahaku sendiri" ucap Arfan yang menghampiri ayahnya dengan memegang piala juara membuat cerpen terebut
"Bagus nak ayah sangat bangga kepadamu ayah sangat amat bangga dan bahagia sekali, sebentar ya nak" ucap ayahnya yang sangat merasa bangga kepada anaknya lalu ayahnya mencari sesuatu
"Nak ini dia ponsel yang kamu inginkan ayah minta maaf hanya bisa membelikan mu ponsel bekas ini nak, ayah yakin kamu akan menggunakanya dengan bijak ayah percaya kepadamu nak"ucap ayahnya yang langsung memberikan ponsel tersebut
"Tidak masalah ayah dan Terimakasih banyak ini akan sangat berarti untuk ku dan juga akan sangan membantu untuk ku terutama untuk hobby baru ku ini" ucap Arfan yang langsung mengambil ponsel tersebut
Setelah menyerahkan ponsel itu sangat ayah memanggil sangat ibu dan menujukan prestasi anak mereka mereka tampak bahagia dengan itu.
Setelah mendapatkan ponsel tersebut Arfan langsung mencobanya dan mencari tahu aplikasi yang dapat dia gunakan untuk menuangkan ide-idenya dalam bentuk novel dan cerpen, dan diapun menemukan beberapa aplikasi yang bisa dia gunakan setelah beberapa lama dia mempelajari berbagai cara tentang cerpen dan novel dia mulai memberanikan untuk membuat cerpen terlebih dahulu disebuah aplikasi yang sudah dia pernah download.
Dikala semua anak remaja seumuran nya tertarik dengan game online dan hal-hal negatif lainnya berbeda dengan Arfan dia terus belajar dan tidak terpengaruh dengan lingkungan nya dia hanya pokus ke pelajaran dan mengembangkan skill menulisnya.
Satu tahun pun telah berlalu setelah dia sering menulis cerpen atau nove dan juga dia sering mengikuti lomba-lomba akhirnya dia menjadi sangat ahli dalam membuat cerpen dan novel pada akhirnya dia mendapatkan penghasilan dari aplikasi pembuat cerpen dan novel sehingga dia dapat membantu keuangan keluarga nya dia terus melanjutkan hal itu sampai dia lulus sekolah dan pada akhirnya dia menjadi seorang novelis terkenal dan merubah kehidupan keluarganya.
Tidak semua tentang ponsel itu negatif tapi itu tergantung kepada siapa yang memegang ponsel tersebut apakah dia yang mengendalikan ponsel tersebut atau kah dia yang dikendalikan oleh ponsel tersebut jadi teman teman gunakan ponsel kalian untuk sesuatu yang bermanfaat bagi kalian dan orang orang di sekitar kalian jangan sampai merugikan diri kalian maupun orang lain dengan ponsel itu