Suatu malam, aku bermimpi. Bermimpi, kau berlari ke arahku dengan isak tangis akan rindu yang tak terbendung. Kau semakin dekat denganku, namun aku semakin samar dilihatmu. Tubuhku lenyap saat kau menyentuhku. Kau berusaha memelukku. Namun nihil, hanya anginlah yang kau peluk.
Hari-hari sudah berlalu. Aku datang kepadamu, namun kau acuh seperti tak melihatku. Aku memelukmu, namun kau tetap diam seolah seperti tak merasakan apa-apa. Aku menatapmu, namun kau tetap saja diam. Aku mengajakmu berbicara, namun kau tetap saja diam seperti tak mendengarku.
Aku sebal dengan tingkahmu akhir-akhir ini. Kau seolah tak dapat melihat keberadaanku, mendengar, bahkan merasakan. Aku masih sebal namun juga heran dengan tingkahmu. Aku terdiam memikirkan ini. Bahkan air mataku lolos begitu saja. Hingga suatu malam aku datang kerumahmu menatapmu dan memelukmu, walau aku tahu kau tak akan sadar akan perlakuanku. Aku menatapmu dalam dalam, berniat membisikkan sesuatu ditelingamu. Aku berbisik pelan tepat di samping telinga mu. "Maaf... " hanya itu yang mampu aku ucapkan. Tak terasa air mataku lolos begitu saja.
Setelah mengucap maaf, aku merasa hidupku tenang dan lega. Aku pergi. Pergi dari rumahmu bahkan aku juga pergi dari dunia ini. SELAMAT TINGGAL DUNIA!.
Tamat