Lembayung senja menghias semesta, semburat cahaya warna-warni menjadi penutup hari berganti malam.
Termenung seorang pemuda yang memandang ke kejauhan. Semilir angin berhembus membawa ombak bergulung-gulung ke bibir pantai, melantunkan irama merdu bagai nyanyian untuk sang pemuda yang kini tengah bersedih.
Dia bernama Kael, pemuda berusia 20 tahun yang kini tengah berusaha menyelesaikan studynya di sebuah perguruan tinggi negeri dengan jurusan arsitek.
"Saya di sini. Memenuhi janji kita. Apa kamu mendengarkan? Saya merindukanmu. "
Diraihnya buku bersampul jingga itu dari sebelah tempat dia duduk. Buku yang mencatat ingatannya.
Dengan sangat lembut dibukanya buku itu, lembaran kertas di dalamnya berisi penuh tulisan tangan rapih dengan berbagai macam warna tinta.
Goresan gambar karakter animasipun tidak luput dalam mengambarkan emosi kala menuliskannya.
Senyuman kecil tersungging dari wajah sedih Kael."Saya akan membacanya, setelah menunda-nunda cukup lama. Kuharap ombak akan menjadi penghubung suaraku kepadamu."
Kael menarik napas dalam. Membuka halaman pertama. Terselip secarik tulisan yang di tulis Kael sendiri, berisi nama Kael dan nomor telepon yang tampak sedikit usang di makan waktu.
#####
Januari,
Musim hujan mendatangi bulan ini.Setiap saat selalu hujan. Pagi, siang, malam malah bahkan sampai pagi lagi hujan menghiasi hariku di bulan januari.
Tidak ada kegiatan di kampus hari ini, hanya sahabat baikku Sonya berulang tahun. Sang pacar akan menyiapkan kejutan untuknya. Aku bersedia membantu demi suksesnya acara.
Aku suka hujan, wangi tanah dan rerumputan basah menyegarkan pikiranku. Aku berjalan menyusuri lorong kampus. Menuju kantin fakultas seni rupa.
Tidak kusangka aku bertemu denganmu.Kau berlari dari arah berlainan dan menabrakku, untunglah aku tidak terjatuh karena tabrakanmu yang kasar.
Kau berhasil memegang tubuhku di saat yang tepat.
"Kamu baik-baik saja kan?" Tanyamu yang cemas bukan karena aku, melainkan karena pengejar di belakangmu.
Kemudian kau mengambil pena dan menuliskan di secarik kertas nomormu beserta namamu yang tidak biasa,Kael.
"Hubungi nomor ini," Suruhmu tergesa yang langsung mengejar temanmu yang menjauh.
Aku masih tertegun dengan kejadian yang hanya berlangsung tidak lebih dari 5 menit itu.
Kurapihkan bajuku, kumasukan kembali barangku yang berceceran ke dalam tas. Tidak lupa secarik kertas yang kuselipkan khusus ke dalam dompet kecilku.
"Kael, pemuda tampan walaupun sedikit liar. Aku ingin mengenalmu."
Begitulah pikiranku ketika saat pertama kali bertemu denganmu.
"Apakah kamu masih mengingatnya, wahai Kael? Pertemuan pertama kita yang mendebarkan."
#####
Satu lembar cerita telah selesai di bacanya. Rasa senang terpancar di wajahnya yang tadi sedih.
"Tentu saya mengingatnya. Kamu telah hadir di saat yang tepat di hidupku. Kamu memberikan cahaya di kegelapan untukku."
Hening sejenak. Kael menatap jauh, tersenyum sendiri mengingat kembali adegan yang tertulis.
"Kalau bisa memutar waktu maka saya ingin pertemuan kita lebih romantis lagi."
Dibuka kembali halaman selanjutnya, tidak ada selipan seperti pada halaman sebelumnya.
#####
Februari,
Yang kuingat adalah ketika aku sedang makan di kantin bersama Sonya, sahabatku.
Aku sedikit melupakanmu kala itu, tapi wajahmu selalu terbayang. Aku melihatmu yang sedang mengobrol bersama gangmu.
Dirimu yang berbeda tampak menonjol di antara yang lain. Ah! Aku kasih sedikit bocoran ya, saat itu aku menyukai tawamu yang bergema di seluruh kantin.
Ketika makan aku mencuri pandang padamu yang berada jauh di pojok kantin. Sayangnya saat itu aku tidak bisa mengabadikan moment tawamu pada guratan pensilku.
Tapi sebagai gantinya aku mengabadikanmu dalam setiap ingatanku akan dirimu di hatiku.
"Kael, kapan aku bisa berkenalan denganmu? Aku ingin mengetahui tentangmu yang membuat kanvasku berwarna cerah! Bolehkah aku dekat denganmu, bukan hanya sebatas sapaan semata."
#####
Hehehe... Kekehan Kael bergema di pantai yang mulai sepi.
"Saya pun berpikiran sama. Kamu tahu saya pun mencuri pandang untuk melihatmu. Saya juga menyukai rona kemerahan di wajahmu ketika kamu makan makanan beruap dan pedas. Ternyata kita berpikiran sama ya," Kael membalas lewat ucapan. Mengirimkannya melalu deburan ombak.
Hembusan napas dikeluarkan Kael saat membuka lembaran ketiga. Lembaran yang di mulai dengan guratan indah punggung seorang pemuda dengan gitar di tangannya.
#####
Maret,
Bulan yang paling kutunggu. Hujan semakin berkurang, taman mulai berwarna warni. Pelangi sesekali menampakkan warna seusai hujan. Mendukung suasana romantis kita.Betul kan Kael?.
Kini kau lebih berani mendekatiku. Menyapaku, bercanda denganku, hingga kita semakin akrab untuk mengenal satu sama lain.
Apa yang harus aku ceritakan yah! Karena di bulan ini banyak hal menarik terjadi bersamamu. Ah! Aku ingat sekarang.
Ada satu yang paling berkesan di ingatanku. Ketika itu usai hujan. Matahari memulai tugasnya mengusir titik embun di taman yang basah.
Kamu sedang bersenandung merdu di bawah payung taman kampus. Didepanmu hamparan bunga indah bergoyang di tiup semilir angin, seperti kau sedang mengadakan konser tunggal.
Aku yang berdiri di belakangmu segera mengambil pensilku dan menggambar punggungmu yang lebar.
Kamu tahu Kael, saat itu aku ingin menyandarkan kelelahanku pada punggungmu yang lebar. Pasti rasanya menyenangkan dan lelahku tergantikan. Sstt...Ini rahasiaku.
Bolehkah suatu hari nanti aku bersandar padamu, my Kael?.
######
Kael merasakan sesak di dada.
"Kenapa tidak kamu lakukan. Aku akan senang di peluk dari belakang olehmu."
Ditutupnya buku itu sejenak. Mencoba menjernihkan pikirannya dengan menyapukan matanya ke kejauhan.
Lama Kael terdiam, buku di tangannya masih di tutup. Dia membetulkan posisi duduknya dan memulai kembali.
Halaman selanjutnya, terdapat kelopak aster yang di jadikan pembatas buku.
"Aku pikir kau membuangnya." Senyum Kael mengembang kala mengingat kenangan itu.
#####
April,
Hujan mulai jarang,akan tetapi kita menjadi keseringan bertemu. Bahkan terlalu sering. Hihihi... Membuat semua orang iri melihatnya.
Apakah kamu merasakan hal yang sama?.
Coba ku ingat kembali harus menuliskan apa yah?. Hmm... Wah sepertinya ingatanku terlau banyak tentangmu sampai bingung menulisnya. Hehehe.....
Sebentar biar kugali memori otakku, kamu pasti menungguku yah ^-^!
Kalau aku bilang bunga aster apa kamu mengingatnya, Kael sayangku?.
Peristiwa itu tidak lekang dalam ingatanku. ketika kamu mengajakku keluar berdua setelah hujan di sore hari menuju kafe favoritemu.
Dengan perasaan berdebar aku menerima pernyataan cinta darimu. Kalau orang lain dengan mawar merah, tapi kamu dengan setangkai aster merah muda.
Aku ingat bagaimana semua pengunjung di sana menyoraki kita. Sampai setelahnya aku enggan berkunjung kesana, bukan karena tidak mau tapi terlalu malu akibat ulahmu.
Oh,iya! Aku berbohong ketika aku bilang membuang aster darimu karena layu. Aku mengawetkannya menjadi pembatas buku. Agar bisa kubawa kemanapun aku pergi.
Apakah kamu menyukainya, Kael?.
#####
“Saya selalu menyukai semua hal yang ada di dirimu," jawab Kael setelah selesai membaca.
Tanpa menunggu lama Kael membuka halaman selanjutnya. Sketsa kado tergambar di halaman depan.
######
Mei,
Awalnya aku tidak menyukai bulan mei, karena hujan hanya sesekali saja membasahi bumi. Walaupun cuaca masih sejuk, tetap saja musim yang ku rindukan berlalu.
Tapi dengan kehadiran dirimu, aku menyukai Mei. Bukan maybe yes atau maybe no yah! Hahaha >.<
Tapi ini karena bulan kelahiranmu. Karena kamu telah hadir di bulan ini. Ku rencanakan suprise party untuk dirimu.
Kafe favorite kujadikan tempat pestanya, aku menyiapkan dekorasinya di ruang belakang. Dibantu Sonya dan pacarnya serta petugas kafe kami berhasil selesai tempat waktu.
Aku gembira ketika kau datang dengan gangmu, senyummu mengembang menyambut kue ulang tahun di tanganku.
Pelukan hangat kamu berikan seusai meniup lilin, hanya tawalah yang terpancar pada hari itu. 28 mei, hari terindahku bisa merayakannya bersamamu.
Apakah kau masih menyimpan kado dariku, cintaku Kael?. Doa terbaik selalu menyertaimu.
Ps. Tadinya aku mau memberikan skesta wajahmu sayangnya belum selesai. TT
#####
"Hadiahmu akan selalu bersamaku. Meskipun telah usang akan ku simpan. Skesta darimu sudah ku pasang di dinding kamar. Kamu harus melihatnya nanti."
Kael menjawabnya sembari membetulkan topi di kepalanya. Warnanya telah pudar di makan waktu.
#####
juni,
Tidak terasa sudah pertengahan tahun. Cuaca di bulan ini sepenuhnya panas. Tapi berkat kehadiranmu aku jadi menyukai musim panas.
Kedekatan kita sudah terjalin 3 bulan. Syukurlah tidak seperti pasangan lain yang mudah berantem, kamu sangat sabar akan sikapku.
Seperti musim panas. Kamu pun bertambah panas dalam memperlihatkan cintamu padaku. Sepanas ciuman pertama kita.
Ciuman yang di lakukan di mobilmu sehabis menonton film. Aku menyukainya, kau pencium yang hebat. Ku beritahukan yah, itu adalah ciuman pertamaku.
Saat itu aku belum bisa membalas ciumanmu. Kuharap kamu tidak kecewa dengan ciuman kita.
#####
"Gadis bodoh." Kael meraba bibirnya mengingat sensasi malu-malu dari bibirnya yang lembut.
Segera di tepisnya khayalan itu dengan membuka halaman selanjutnya tanpa berkomentar.
#####
Juli,
Maaf Kael. Aku tidak memberitahukanmu akan kepulanganku ke rumah orang tuaku. Maafkan aku juga yang telah berbohong kepadamu.
Maafkan aku juga atas pertengkaran-pertengkaran kita yang mewarnai di bulan ini.
Sungguh aku tidak ingin melakukannya. Maafkan aku Kael.
#####
"Kenapa kamu meminta maaf?" Kael membuka halaman selanjutnya dengan tampak kesal.
#####
Agustus,
Kampus masih libur, tapi aku ingin bertemu denganmu. Kau datang di saat cuaca sedang panasnya. Lucunya, aku melihatmu sangat tampan walaupun mukamu berkeringat.
Sayangnya, aku harus mematahkan wajah ceriamu itu. Dengan kejamnya aku mengakhiri kebersamaan kita.
Maafkan aku Kael....
#####
Halaman berikutnya segera di bukanya.
#####
September,
Cuaca mulai berangin akan ada pergantian dari musim panas ke musim hujan. Kegiatan kampus pasti sudah di mulai, namun sayang aku tidak bisa lagi mengikutinya.
Apa kamu mencariku?
Aku tahu kamu mencariku, Sonya memberitahukannya kepadaku. Kau mencariku di seluruh kampus terutama seni rupa.
Aku senang kau masih mengingatku, sedangkan aku telah mematahkan hatimu.
Sekali lagi maafkan aku Kael....
#####
"Gadis bodoh!" Pekik Kael.
#####
Oktober,
Musim yang aku tunggu tiba, musim hujan kesukaanku. Sayangnya aku tidak menyukainya lagi sekarang. Karena hujan mengingatkanku akan sosokmu.
Kael, bulan ini ulang tahunku. Aku pikir kamu melupakannya. Aku sangat senang ketika Sonya membawakan hadiah untukku.
Dengan nada riang Sonya berkata, "dari Kael." Kuterima boneka itu dengan gembira,melupakan kesulitan yang terjadi di hidupku. Sebuah boneka beruang yang selalu menemaniku.
Makasih Kael, meskipun aku tidak bersamamu, kau masih mengingatku.
Maaf aku masih saja bersikap egois, tapi bisakah kamu selalu mengingatku?.
#####
"Kael-mu ini akan selalu mengingatmu. Hari ini, besok, atau nanti. Apa kamu juga mengingatku?"
#####
November,
Aku sedang berjuang Kael. Berjuang untuk sembuh dari penyakitku, yang menggerogoti tubuhku hampir 4 bulan lalu. Leukimia stadium akhir.
Sejujurnya aku capek Kael harus berada di rumah sakit. Menerima semua pengobatan yang menyakitkan.
Rambutku telah rontok, wajahku tidak berseri seperti dulu, tubuhku kurus. Tapi aku rindu bertemu denganku.
Kuminta Sonya mengirimkan pesan untukku. Agar kamu menemuiku di kafe favorite kita.
Aku menunggu dengan antusias. Kamu tahu aku berdandan lebih dari 1 jam agar terlihat cantik di matamu. Tapi kamu tidak datang.
Kecewa, marah, kesal, bercampur di hatiku. Tapi sedihlah yang menguasai diriku.
Kamu melupakan aku kini!.
#####
Air mata mulai menggenangi pelupuk mata Kael. Gemetaran tangan Kael, saat membalikan halaman berikutnya.
#####
Desember,
Dokter telah putus harapan terhadapku. Hanya sampai bulan ini saja kemungkinan aku hidup.
Maaf Kael aku tidak bisa melawannya. Penyakit ini terlalu berat untukku ternyata.
Kael, saat ku tidak ada lagi di dunia ini. Jalanilah hidup untukku juga.
Tetaplah menjadi Kael yang ku kenal. Carilah kebahagianmu di tempat lain, jangan memikirkanku.
6 bulan mengenalmu dan 6 bulan mengingatmu adalah waktu terpanjang bagi diriku untuk mengetahui bahwa mencintai itu indah.
Maafkan aku Kael, salam perpisahanku hanyalah lewat buku ini.
Salam sayang selalu dari cintamu,
Freya.
######
Kael menutup buku harian milik sang pacar tercinta. Ingatannya kembali mundur di hari kepergiannya yang tidak di duga.
Desember 13 adalah angka di mana kau menutup matamu. Walaupun hanya sebentar Kael masih bisa menemuimu.
Disaat terakhirlah Kael menemaninya hingga senyuman melukiskan kepergiannya. Kael hancur berkeping-keping karena ketidaktahuannya selama ini.
Setelah 6 bulan berlalu akan kepergiannya, Kael baru bisa menepati pesan terakhirnya yaitu membacakan diarynya di pantai senja hari.
"Selamat jalan Freya, maaf butuh waktu 6 bulan untukku memenuhi janjiku. Kuharap debur ombak bisa menyampaikan suaraku kepadamu. Kael sayang kamu, Freya."
Hanya ombaklah yang menjawab teriakan Kael beserta desir angin. Awan mulai menggelap di langit, memeluk sang pemuda dalam kesedihannya.
"Freya mendengarmu, percayalah." Dukungan Suara Sonya yang berada di belakangnya menjadi penyemangat untuk mengangkat kepalanya dan tersenyum pada lautan yang kini menggelap.