Langkah Awal Membuat Novel
Setelah membahas tentang hal-hal krusial bagi penulis, di bab ini yuk kita bicara membuat novel.
Sebelum itu, teman-teman harus tahu ya bahwa NOVEL adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk prosa naratif yang panjang.
Novel hanyalah salah satu karya sastra yang akan kita bahas di sini. Untuk karya sastra lain kita bahas di lain bab as a knowledge, hehe.
Ciri-ciri novel;
1. Cerita yang disajikan lebih panjang. Novel terbit, biasanya terdapat lebih dari 40.000 kata, jika kurang dari itu maka bukan kriteria novel.
2. Pengembangan karakter yang detail dan mendalam.
3. Kaya akan deskripsi dan imajinasi.
4. Alur ceritanya beragam.
5. Pesan dan tema yang disuguhkan lebih mendalam.
Novel juga memiliki struktur, di antaranya;
1). Exposition (pembukaan)
2). Rising Action (puncak konflik)
3). Climax (klimaks)
4). Falling Action (penyelesaian)
5). Denouement (penguraian)
***
Nah, sekarang mari kita lanjut dengan; langkah awal membuat novel. Setidaknya ada beberapa langkah yang mesti kamu perhatikan untuk membuat novel, tapi akan aku coba jelaskan seringkas mungkin, penjelasan yang mendetail akan dibahas per bab kemudian. Jadi, please baca sampai akhir, kalau ada yang gak dimengerti boleh raise hand di komentar. Oke?
Langkah Pertama > Menentukan target pembaca.
Aku rasa ini cukup penting, tujuannya ya untuk tahu berapa kisaran usia yang harus kamu bidik dalam ceritamu nanti. Sama seperti menemukan sosok yang tepat di hidupmu, kamu juga perlu menemukan pembaca yang tepat.
Misal; kamu ingin menulis dengan tema teen. Maka target pembaca kamu adalah anak remaja usia 15-20 tahun.
Atau, kalau temanya adalah romansa berarti target pembacamu adalah orang dewasa usia 21 tahun ke atas.
Menentukan pembaca apakah wajib? Jawabannya, sunnah. Kamu gak harus banget menentukan pembaca, kok. Karena aku percaya, tulisan yang bagus akan menemukan pembacanya sendiri.
Langkah Kedua > Merumuskan ide, tema dan genre yang sesuai.
Ide —> percintaan, persahabatan, petualangan, dan lain-lain.
Tema (lebih spesifik) —> percintaan antara pengusaha dan gadis lugu, persahabatan antara pria dan wanita, petualangan di negeri dongeng, dan lain-lain.
Setelah menentukan ide dan tema yang diusung untuk karyamu, pilihlah genre yang sesuai. Aku yakin kamu bisa cari tahu ini sendiri. Genre ada banyak, di platform ini sendiri beragam; romansa, romansa modern, romansa kerajaan, fanfiction, teen, sci-fi, fantasi, dan sebagainya.
Langkah Ketiga > Tokoh dan Penokohan.
Di dalam novel, penokohan ibarat ruh. Semakin berkarakter tokohmu, semakin terasa hidup. Semakin kamu buat nyata, pembacamu akan semakin merasakan empati untuk si tokoh tersebut.
Penokohan dibagi menjadi tiga (sebenarnya ada lebih, kita bahas di bab lain, ya) yaitu; protagonis, antagonis dan tritagonis.
Buatlah tokohmu dengan unik, tapi jangan terlalu perfect. Tokohmu juga termasuk manusia. Adakah manusia yang sempurna? No, gak ada. Setiap ada kelebihan pasti ada kekurangan. Gak ada yang sempurna, semuanya saling menyempurnakan.
Langkah Keempat > Merancang alur cerita dan setting.
Jika penokohan diibaratkan seperti ruh, maka alur atau plot adalah tubuh novel. Plot sendiri terbagi menjadi 3;
— Plot Maju
— Plot Mundur
— Plot Maju - Mundur
Setelah memikirkan plot-plot dalam novel, lakukanlah riset untuk setting ceritamu, latar tempatnya di mana saja? Latar waktunya kapan? Agar pembaca bisa mereka-reka kejadian demi kejadian dalam ceritamu.
Langkah Kelima > Buatlah judul dan cover yang menarik.
Judul yang menarik dan unik lebih mudah diingat pembaca. Misalnya (judul yang biasanya laris) adalah; Mafiaku Yang Arogan, Terjerat Cinta Duren, Gadis 10 Milyar, dll.
Sama seperti judul, buatlah cover yang menarik. Kamu pasti pernah dengar slogan, don't judge a book by it's cover. Jangan menilai buku dari sampulnya. Meski begitu, orang-orang tetap tertarik pada cover sebelum membaca isi novel.
Langkah Keenam > Tentukan POV (sudut pandang) dan gaya bahasamu.
Pov dalam cerita juga penting. Sebelum mulai menulis, tentukan secara pasti kamu ingin menggunakan pov berapa?
Pov 1 (sudut pandang orang pertama)
Pov 2 (sudut pandang orang kedua)
Pov 3 (sudut pandang orang ketiga)
Gaya bahasa dalam novel menurut Boy Chandra berfungsi untuk meningkatkan selera pembaca, meyakinkan pembaca, menciptakan suasana hati tertentu dan berguna untuk membuat pembaca terkesan oleh gagasan yang disampaikan oleh penulis.
Langkah Ketujuh > Mulailah Menulis!
Kamu tidak harus mengikuti setiap langkah-langkah dalam bab ini. Langkah-langkah ini hanya membantumu untuk memuat gambaran saat menulis novel. Dan bukan sebuah acuan yang wajib diikuti setiap orang.
Menulis adalah sebuah perjalanan yang penuh tantangan, tetapi juga penuh dengan potensi kreativitas dan kepuasan.
Dan kamu hanya bisa merasakan perjalanan itu dengan mulai menulis. Memetakan langkah-langkah hanyalah sebagian kecil dari perjalanan yang mungkin dan harus kamu lewati, arah yang sebenarnya adalah dengan bergerak melampaui batasan dan menikmati setiap prosesnya.
***
Dirangkum dari beberapa sumber dengan penyederhanaan kalimat. Apabila ada kekurangan dalam penulisan, mohon dimaklumi, hehe.
***