Ekspektasiku dulu sebelum menulis adalah halu, tulis, publish, tamat, cetak jadi buku terus karyanya jadi jajaran karya best seller.
Eh tapi, setelah terjun langsung ternyata banyak banget halangannya wkwk. Ya stress, kehilangan ide, writers block, mikir alur dan plot, tokoh, dan lain sebagainya.
Sampai akhirnya, aku tahu, bahwa menulis bukan hanya sekadar mengetik dan menuangkan ide jadi sebuah tulisan, tetapi harus jelas tujuannya.
Jujur, waktu awal menulis, tujuanku cuma mau menumpahkan ideku aja. Tapi ternyata gak cukup. Aku kehilangan ide, semangat dan motivasi menulisku di tengah jalan. Very sadddd.
Memiliki tujuan menulis atau hal-hal yang ingin kamu capai saat menulis ternyata penting banget, karena bisa membantumu untuk memastikan secara tepat, apa sebenarnya yang kamu ingin dari kegiatan menulis itu. Dan menjadikan tujuan itu sebagai motivasi tetap bisa melecut dirimu untuk tetap semangat menulis.
Apa tujuanmu menulis? Sebagai penyaluran hobi kah? Untuk sekadar menuangkan ide yang bertumpuk di kepala kah? Untuk uang? Atau apa?
Tentukan dengan pasti. Karena menulis tanpa tujuan diibaratkan seperti berjalan tanpa arah. Gak jelas kamu mau mengarah ke mana, dan setelah ini apa?
Menulis tanpa tujuan jelas sekali bisa menurunkan minat dan motivasi seorang penulis. Gak usah bohong, ngaku aja, kamu pasti pernah merasa bosan, jenuh atau bahkan berhenti, ya kan?
Jika tekad atau tujuan menulismu mulai memudar atau kamu temui rintangan saat menulis, jangan langsung menyerah. Ingat, jangan pernah menyerah pada apa yang telah kamu mulai.
Jika semangatmu luntur, kembalilah ingat dan introspeksi dirimu sebagai seorang penulis. Aku juga pernah capek, stress, buntu dan wah gak tahu deh mau ngapain. Tapi, I always remind myself if I like it. Aku suka menulis. Pantaskah kalau aku berhenti sekarang?
Ingat, Dear. Setiap penulis memiliki tujuan yang berbeda dan sama sekali tak ada yang salah dengan tujuan menulismu. Only you that understands you. What do you want? Find it and just do.
Kembali pada tujuan menulis. Untuk meningkatkan motivasi menulis, kamu harus bisa menciptakan tujuan yang kuat. Tujuan menulis yang biasa-biasa saja, hanya akan membuatmu terbebani dan berhenti di tengah jalan.
Seperti tujuan menulis yang hanya untuk menyalurkan hobi menulis. Saat karyamu tidak banyak diminati banyak orang, ya jangan bersedih. Tujuan kamu kan hanya menyalurkan hobi menulis dan bukan agar karyamu banyak dibaca.
Kalau tujuanmu untuk menarik pembaca atau karyamu banyak dibaca, atau mungkin juga cuan, hehe. Maka kamu harus menunjukkan dedikasimu dalam dunia literasi. Belajar banyak tentang tulis-menulis, perbanyak riset dan pengalaman.
Aku selalu percaya bahwa tidak ada orang hebat yang terlahir tanpa proses jatuh bangun yang menyakitkan. Meski jadi penulis terkesan mudah karena hanya menulis aja. Tapi sebenarnya jatuh bangun jadi penulis juga banyak.
Stress berlebih mikir alur, plot dan penokohan. Riset tentang ini dan itu agar tulisan layak dan menarik untuk dibaca, gagal berkali-kali, swasunting yang melelahkan, harus banyak membaca, tulisanmu banyak dikritik, ditolak penerbit, sampai diremehkan orang.
Dan pada akhirnya, aku akan bilang. Temukan tujuanmu dan mulailah menulis! Serta nikmati prosesnya. Segala sesuatu jika dinikmati dan dijalani akan terasa lebih ringan dan menyenangkan.
Paling akhir, jangan lupa untuk terus belajar dan upgrade dirimu jadi lebih baik. One day, people will say bahwa penulis hebat itu adalah KAMU.
***
SC; Dirangkum dari berbagai sumber.