Setelah menentukan tujuan menulis, ada juga hal-hal lain yang harus kamu perhatikan, lho.
1. Pahami Manfaat Menulis dan Membaca
Selain untuk menuangkan isi hati dan menuangkan isi pikiran jadi sebuah tulisan. Menulis juga seharusnya membuatmu merasakan banyak manfaat. Misalnya, dengan menulis, kamu bisa menyajikan bacaan yang bagus dan bermanfaat bagi pembaca.
Tetapi, sebelum itu, ada pepatah yang bilang bahwa sebelum menulis, kamu harus membaca - membaca - membaca baru menulis. Karena hampir mustahil jadi penulis dengan karya keren kalau kamu gak suka membaca.
Menurutmu, penulis terkenal dunia seperti William Shakespeare, Charles Dickens, Agatha Christie hingga JK Rowling langsung menulis buku best seller? No. Mereka membaca banyak buku lebih dulu. Makanya, mereka bisa menulis buku yang diakui dunia. Mau seperti itu juga? Perbanyaklah membaca buku.
Voltaire, seorang penulis terkenal yang juga seorang sejarawan dan filsuf bahkan mengatakan bahwa dirinya suka membaca, karena dengan membaca ia bisa belajar banyak hal, dan semakin banyak belajar semakin membuatnya sadar bahwa diri sebenarnya tidaklah mengetahui apa-apa.
2. Manajemen Waktu
Mengatur waktu khusus untuk menulis. You have 24 hours for a day. Dari waktu 24 jam itu, cobalah tentukan waktu luang untukmu menulis. Jam berapa kamu luang? Gunakan waktu itu untuk menulis meski hanya beberapa kata. Lakukan secara konsisten agar bisa terbentuk jadi habit (kebiasaan) menulis.
Salah satu alasan mengapa banyak penulis yang tidak bisa menyelesaikan deadline menulis adalah karena mereka tidak menetapkan waktu luang untuk menulis. Tidak memiliki manajemen waktu khusus untuk menulis akan berdampak pada tidak efektif dan maksimalnya proses menulismu, Dear.
3. Cari Suasana Berbeda
Siapa di antara kalian yang kalau menulis harus tenang, hening, nyaman, gak boleh diganggu dan mudah kena distraksi (gangguan)? Aku, aku, aku.
Did you know? Bahwa suasana yang uncomfortable akan membuat seorang penulis mudah merasa bosan sehingga tidak produktif menulis, dan bahkan cenderung membuat malas. Who can relate?
Aku sendiri lebih suka menulis saat malam jelang tidur di kamar dengan musik sebagai pengiring kegiatan menulis. Menemukan tempat yang nyaman untuk menulis sama seperti mencari bahu yang tepat untuk bersandar, hehe.
4. Gabung Komunitas Menulis
Kamu adalah seorang penulis pemula yang bingung untuk memulai perjalananmu jadi seorang penulis?
Aku sarankan kamu untuk bergabung dengan suatu komunitas atau perkumpulan menulis. Tujuannya agar kamu bisa menjalin tali relasi dengan orang yang sesama penulis juga.
Bergabung dengan komunitas menulis bisa membantumu bertukar pikiran, menambah wawasan, mengembangkan diri sekaligus menambah pengalaman menulismu.
Dan bukan hanya membantumu untuk itu, bergabung dalam satu lingkaran (circle) dengan tujuan dan visi misi yang sama dapat membuatmu lebih terpacu untuk menulis.
// Jangan cari jauh-jauh, nanti kamu capek. Gabung aja dengan GC Ruang Author yang menaungi hampir 50+ penulis dengan pengalaman menulis yang mumpuni. Caranya gabung gimana? Klik ikon "Ayo Chat" di bagian kanan atas dalam karya ini dan kamu secara otomatis akan bergabung bersama kami.//
5. Perbanyak Bahan Tulisan
Bahan-bahan tulisan merupakan sumber utama atau referensi yang bisa jadi acuan kamu untuk menulis. Dari bahan-bahan tulisan seperti novel dan pengetahuan umum sampai pengetahuan tertentu itu nantinya bisa kamu gunakan sebagai riset mendalam untuk tulisanmu.
Bahan tulisan gak harus berbentuk tulisan, kadang-kadang film dan drama juga bisa menjadi referensi tulisanmu.
6. Menantang Diri Sendiri
Menantang dirimu sendiri bertujuan untuk mengukur kemampuan menulismu telah sampai mana? Sudah bagus dan pro atau masih biasa aja?
Memantang diri sendiri bisa dilakukan dengan cara mengikuti event atau lomba menulis, meminta seseorang untuk mereview karyamu atau bahkan juga bisa mempublikasikan ceritamu.
Dengan begitu, lebih mudah bagimu untuk menilai kualitas karya dan kapabilitas dirimu. Jangan takut salah, jangan ragu dan jangan antikritik. Berani menerima kritik dan masukan juga termasuk dengan menantang diri sendiri. Kalau kamu gak bisa menerima kritik dan saran dari mana kamu tahu salah atau benar?
Dan yang terpenting, jangan berhenti menulis. Jika tulisanmu belum bagus, belum dibaca oleh banyak orang, jangan patah semangat. Tetaplah belajar dan terus tingkatkan skill menulismu.
Gagal adalah proses yang harus dilewati semua orang, begitu juga dengan penulis. Tak ada sesuatu yang hebat kecuali telah melewati banyak kesalahan dan kegagalan.
Ingat kata-kata dari Ray Bradburry, "You fail only if you stop writing." Gagal dalam proses adalah hal yang wajar, kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika kamu menyerah dan berhenti menulis.
***
SC; Dirangkum dari berbagai sumber.