Hai, aku Anne. Aku selalu merasakan hal janggal setiap 2 tahun sekali. Dan aneh nya hal itu selalu aku rasakan pada 7 Januari pukul 23.00. 1 jam sebelum aku berulang tahun.
Malam saat itu, aku berusaha menyelidiki nya. aku melihat jejak kaki yang menuju kamar adikku, aku melihat dari sela bawah pintu kamar adikku dan melihat adikku sedang dicekik seseorang. Saat itu juga aku langsung berlari ke kamar ku, dengan tubuh gemetar aku berdoa.
Keesokannya aku berulang tahun, aku dibuatkan kue ulang tahun oleh ibuku. Aku senang sekali saat itu. Tetapi,Aku teringat adikku.
Aku bertanya kepada ibu ku. “Ibu, adik ada dimana?“
Ibuku menjawab dengan wajah gelisah. “U-uh.. Ah..! Sekolahnya mengadakan kemah, jadi adikmu pulangnya sedikit lama.“
Aku mengangguk dan pergi berangkat sekolah. Saat disekolah Aku bertanya kepada temanku yang mempunyai adik dan berada di sekolah yang sama dengan adikku.
“Rania! Haii! “ sapa ku.
“Anne!! Haii jugaa! “ Rania temanku menyapa balik.
“Rania Aku ingin bertanya, apa adikmu ada kegiatan berkemah?“ Tanya ku kepada Rania.
“Hummm... Tidak ada, apakah ada sesuatu yang salah? “ Rania Tampak khawatir.
“Uhh, ehh tidak ada! Oh iya Gimana kabar kucing mu kemarin? “ Aku berusaha mengalihkan topik.
Ternyata ibuku berbohong.
Sudah saatnya pulang sekolah.
Saat sampai dirumah ibuku menyiapkan daging untuk diriku dan ayah ku.
Aku bertanya kepada ibuku. “Ibu, ini daging apa? “
Lagi lagi ibuku terlihat gelisah.
“uhh, daging sapi kok..iya kan yah? “
“Iya! Tentu saja! “ jawaban tegas dari ayahku.
Aku memakan daging itu dengan lahap.semakin Aku memakan daging itu, semakin juga aku penasaran.
Sebenarnya daging apa itu?
Keesokannya Aku mengecek seluruh Kamar Adikku! Aku melihat ada tali pramuka? Yang ada bercak darahnya.
Lalu saat ibuku pergi ke pasar membeli bahan masakan. Aku mengecek kamarnya, Aku melihat pisau yang berlumuran darah.
Dan sobekan kertas yang bertuliskan
“Pada tanggal 9 Januari, Aku Akan M*nUmb4lk*n anakku yang ke 2"
Aku kaget melihat nya.
Dan pada saat itu juga ibuku melihat ku menggeledah kamarnya, dengan ayahku yang digantung ibuku dibelakang nya.
Ibuku Tersenyum melihat ku.