Hari yang begitu cerah mulai menjadi gelap setelah meninggalkannya, "kepala.. Kepalaku mulai pusing.."
Aku tergeletak dan pingsan, aku sadar diatas kasurku yang kasar.. Mungkin orang lain setelah bangun akan kebingungan dan kepalanya masih sedikit pusing, tapi.. Agak berbeda sedikit dengan diriku, aku duduk diatas kasurku dan aku hanya diam, teman-temanku yang melihatku hanya bisa diam tanpa sepatah kata, setelah beberapa minit aku berdiam, aku mulai bangkit dari kasurku menuju motor kesayanganku, teman-temanku mengikutiku dari belakang.. Yahh.. Mungkin mereka khawatir terjadi sesuatu padaku yang baru sadar dari pingsan ini, aku pergi ke satu tempat dimana tempat yang sangat ku sukai jika jiwaku terasa kosong.. Yah "Pantai".. Pantai tempatku beristirahat dikala jiwaku dan pikiranku tak menentu, aku selalu mencoba menjadi yang terbaik tapi itu sulit, bahkan dalam hubungan saja aku sangat payah, yah.. Begitulah nasib seorang lelaki yang mahukan "JatiDiri" nya sendiri,
Setelah sampai dipantai, aku diam sejenak, aku melihat tawa seorang anak kecil, ia mengingatkanku pada sosok yang ku sayangi tapi ia jugalah sosok yang membuatku takut memilikinya, apakah kau tau? Ia gadis yang baik, cerdas dan sangat imut. Dialah orang pertama yang membuat hatiku goyah, membuat hatiku yang dikenal sebagai besi ini hancur sehancur hancurnya.. Ia membuka hatiku yang keras ini, bahkan sahabatKu, lif. Ia sangat terkejut dengan kegilaanku mencintai seorang gadis yang tak pernah ku temui Dan ia jauh sekali. Temanku berkata padaku "Hei Di, apa yang membuatmu sebucin ini?" aku membalas "Andai kau tau betapa sulitnya menahan perasaan ini"
Hehe.. Sungguh indah bukan? Seorang Pria dengan hati besi dibuka oleh gadis kecil.. Tapi.. Dibalik semua itu, ada suatu kejadian yang membuat aku bingung, sangat bingung, bagaimana tidak? HAHAHA, Aku dijebak oleh Ayahku sendiri dinegara yang tiada kekuatanku. Aku dijebak! Aku dipaksa untuk meninggalkan gadisku, Aku disuruh untuk jangan bersamanya lagi, beberapa bulan disana.. Bagaikan penjara dengan senjata dimana mana, salah langkah maka Sesuatu yang buruk akan berlaku kepada kekasihku. Aku masih sedikit ingat.. Temanku memberitahuku.. Kalau mau melakukan apapun. Lakukan padanya(maksudnya,kalau mau mengancam atau menargetkan untuk dibunuh. Bunuh dia saja. Jangan orang disayanginya) , jangan ke ibunya atau orang disayanginya.. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padanya, cukuplah dengan siksaan batin yang ia terima. Lalu, setelah aku pulang dari 'penjara' itu, aku mengetahui beberapa temanku membuat sang gadis kecilku menangis. Aku sangat murka, aku menghukum mereka dengan membuat orang yang mereka sayangi seperti kecelakaan, terkena virus dan sebagainya yang terlibat dalam membuat... Babykicilllku menangis...
Setelah diingat ingat, kenangan ini membuat aku semakin sedih... Aku seperti orang gila membawa motor kesayanganku keliling kota, aku membawa dengan kecepatan tinggi, yah... Meskipun badanku beberapa ada yang terluka karna tertabrak pohon atau mobil.. Itu tidak membuat aku sadar.. Aku berusaha perlahan lahan untuk tetap waras dan fokus pada "TUJUAN BESAR YANG AKAN KU LAKUKAN"... Semua yang seharusnya milikku, dan itu terpaksa ku 'titipkan'. Jika sudah sampai waktunya... Aku ku lakukan "TUJUAN BESAR YANG AKAN KU LAKUKAN"......
Alur cerita ini terinspirasi dari suatu kisah seseorang
Dan akan dibuat versi novelnya. Jangan lupa follow dan tunggu perilisan novel ini yah!
Sekian terima kasih Hehe