nama ku Zhou - miu, aku ber umur 23 th, dan kekasih ku bernama Michael Jackson, kekasih ber umur 25 th, kami berselisih 2th.
Ibu dan ayah ku telah meninggal kan ku 2 th yang lalu, nama ibu ku adalah Carlina sari dan ayah ku bernama Jonathan - miu. Aset - aset mereka di bagi 2 oleh saudara angkat ku yang bernama: Xiumin. 50% untuk ku dan 50% nya untuk Xiumin. Xiumin ber umur 20 th,ia lebih muda 3 th dari ku.
Dulu nya orang tua adalah orang yang berada, namun sayang nya sekarang mereka sudah tiada. Walaupun aku memiliki hasil dari warisan orang tua ku, aku tak ingin menggunakan nya dengan hal yang tidak ber guna, dan aku memutus kan untuk tetap kerja, kita tidak tahu nasib kita ke depan nya akan seperti apa, maka dari itu aku meng hemat dari hasil warisan orang tua ku dan hasil keringat ku sendiri.
Aku dan Michael sudah menikah 1th lbih, Michael bekerja di perusahaan ayah ku yang sekarang sudah menjadi perusahaan ku, ayah ku menitip kan perusahaan nya untuk ku. Adik ku juga bekerja di perusahaan yang sama, namun jabatan kami jauh berbeda, bukan nya aku sombong, akan tetapi kontrak nya belum sesuai dan pekerjaan nya juga belum cukup bagus untuk menaik kan jabatan nya.
Sudah 1 th lebih aku dan Michael menikah, namun kami belum juga mendapatkan momongan. Sering kali ia menanya kan soal ini, aku hanya bisa bilang "ber sabar lah, belum rejeki kita!".
Kadang kala ia tak pulang ke rumah, dengan alasan pulang ke rumah ibu nya, namun pada saat aku ingin ikut kepada nya, ia selalu saja menolak, ia menolak dan menolak. Mau tak mau aku harus menuruti kemauan nya untuk tidak ikut kepada nya.
Oh, ya selain aku bekerja di perusahaan yang di waris kan ayah ku, aku juga memiliki pekerjaan sampingan, yaitu menulis novel, jadi aku memiliki peng hasilan bukan hanya dari perusahaan. jadi, jika perusahaan ku mengalami kebangkrutan, aku masih memiliki peluang mendapat kan uang dari menulis novel. Akan tetapi suami dan adik ku tidak mengetahui bahwa aku memiliki pekerjaan seperti ini, yaitu menulis novel.
Adik ku sendiri Xiumin, memiliki toko jahit lumayan besar hasil dari warisan ibu ku. Biasanya ia mendatangi toko jahit nya di hari sabtu, minggu, dan di hari selasa. Biasanya juga ia datang di setiap malam untuk memantau pekerja nya di sana.
~~~~~~~~~
Orang tua suami ku menelfon suami ku, agar ia pulang ke rumah ibu nya, dengan alasan ia ada yang harus ia kerja kan di sana, aku bertanya - tanya, pekerjaan apa yang ingin mas Michael di sana, namun sayang nya nihil, aku belum sempat bertanya kepada ibu mertua ku mas Michael sudah mematikan telfon nya, itu membuat ku tak bisa bertanya kepada ibu.
"Sayang, uang kamu dong! 1jt aja..." Ucap suami ku dengan santai
"Aku nggak salah denger nih?! Emang nya kamu mau apa - in? Banyak banget!!" Jawab ku
"Ya beli kebutuhan ke sana toh zhiu!!" Ucap nya dengan santai
"Ada apa nih kak? Kok ribut - ribut gitu?" Tanya adik ku yang tiba - tiba keluar dari pinth kamar nya
"Ahh, nggak dek! Ini kak Michael mau ke rumah ibu nya!!" Ucap ku pura - pura santai
"Lalu apa yang di pertengkar kan kak?" Tanya Xiumin penasaran
"Nggak apa - apa dek!" Ucap suami ku
"Gapapa kak! Katakan saja siapa tau aku bisa bantu..." Jawab Xiumin dengan nada yang genit
Aku yang merasa aneh dengan tingkah laku Xiumin, aku pun menarik tangan Michael ke dalam kamar ku.
Ku lihat bayangan adik di depan pintu kamar ku, seperti nya ia mengikuti kami ber dua memasuki kamar ini, namun aku selalu saja berfikir baik tentang nya.
Michael yang melihat ku ter diam ia pun memukul pundak ku. Ia berkata " ada apa sayang? Kalo memang nggak bisa ya sudah gapap!" Ucap suami ku
jujur saja...awal nya suami ku sangat baik, akan tetapi ketika ia mulai dekat dengan adik ku Xiumin, ia mulai berubah.
"Aku boleh ikut ya mas???" Tanya ku kepada suami ku
"Sayang, kamu nggak baik pergi malam - malam seperti ini! Jarak rumah ibu juga cukup jauh" jawab suami ku
"Ya sudah kalo kamu memaksa ingin ikut, kita pergi nya di hari Sabtu aja, biar bisa ber malam di rumah ibu! Malam ini aku nggak jadi pergi." Sambung suami ku
"Janji ya, mas?!" Pinta ku
"Iya sayang!! Mas janji!" Jawab Michael, suami ku
"Ya sudah mas, aku mau ke dapur mau masak dulu buat makan malam" ucap ku sembari jalan menuju dapur
~~~~~~~~
"EH, Xiumin kenapa kamu berada di depan kamar kakak?" Tanya ku yang melihat Xiumin ber diri di dekat kamar ku
"Ah, nggak kak! Tadi aku mau mandi di kamar mandi belakang, tapi nggak jadi" jawab Xiumin ber bohong
"Oh" jawab ku singat. Aku berusaha untuk berfikir jernih.
~saat nya makan malam~
Saat nya makan malam, aku sudah memasak beberapa jenis lauk untuk di makan malam ini, aku pun segera memanggil suami ku dan Xiumin. Mereka sudah datang,kini kami makan tanpa sepakata-kata pun.
Sendok Xiumin tiba - tiba ter jatuh, pada saat ia ingin mengambil sendok itu, ia menatap kaki suami ku, Michael, setelah itu ia mencolek kaki suami ku.
Aku mengetahui hal ini karena suami mengatakan nya kepada ku. Akan tetapi aku positif thinking lagi! Aku mengatakan kepada suami ku " mungkin saja kebwtulan, ia melihat hewan kecil atau kotoran yang menempel pada kaki mu, makanya ia mencolek kaki mu" ucap ku kepada mas Michael
"Tapi kan sayang, ia mencolek kaki beberapa kali, lebih dari 1×! apa ini yang kamu sebut kebetulan???" Keluh kesah suami ku
"Sayang, udah ah, besok pagi kita harus cepat ke kantor, loh! Kamu tidur aja, nggak usah di pikirin, besok aku akan menanya kan hal ini kepada Xiumin" ucap ku berusaha menenang kan suami ku
"Tidak usah sayang! tidak apa - apa, aku percaya kepada mu, bahwa ini hanya kebetulan. Ntah ini hewan kecil atau kotoran, aku tak ingin memikir kan nya" ucap suami ku
~~~~~~~~
~pagi telah tiba~
Kami semua berangkat di mobil yang sama, ya itu mobil ku, penghasilan dari novel ku, akan tetapi aku bilang ini adalah warisan dari kedua orang tua.
Aku duduk di depan di samping suami ku, adik ku duduk Xiumin duduk di belakang.
Aku melihat mas Michael tampak gelisah, aku yang menyadari nya aku pun memberanikan diri bertanya kepada nya
"Ada apa sayang? Kok gelisah gitu?" Tanya ku dengan lembut
"Ah, nggak kok sayang! Aku cuman lapar nih! Tadi pagi nggak sarapan! Gimana kalo jam istirahat kita makan di cafe?" Ajak mas Michael
"Ide bagus it~~~" ucapan ku terpotong oleh Xiumin
"Wah, ide bagu tuh kak! Aku boleh ikut nggak kak Michael?" Pinta Xiumin
"O-oh boleh - boleh" jawab mas Michael terbata - bata.
Setelah beberapa menit kemudian, kami pun sudah berada di kantor.
Kini kami sudah berada di ruangan masing - masing. Aku yang sedang memeriksa dokumen, akan tetapi hp ku ber bunyi " tingggg" oh, pesan dari mas Michael, ada apa ia mengirim kan ku pesan? Aku pun memanggil nya ke ruangan ku
~se tiba nya Michael di ruangan ku~
"Ada apa Michael? Kok ngirim pesan?" Tanya ku.
"Pada saat aku berjalan ke ruangan ku, aku di datangi oleh adik mu Xiumin, ia berkata, "bagaimana kalo hanya kita berdua saja yang pergi ke cafe? Tak perlu mengajak kakak ku itu?" Itu yang ia katakan pada ku, setelah itu ia ingin memegang rambut ku, aku reflek menghindar kebelakang" jawab Michael
"Kenapa dia semkin menjadi - jadi, mas?" Tanya ku
"Aku juga tidak tau miu! Apa yang harus ku lakukan?!" Jawab Michael