Badai ruang waktu terjadi di beberapa dunia yang jauh, saling berhubungan, menyedot beberapa orang ke ruangan aneh yang sunyi.
Orang orang ini mempunyai kisah sendiri, mereka yang hidup atau hidup kembali setelah mati ke dunia lain.
Seorang remaja sma bingung dan takut melihat sekitarnya, lihatlah, banyak sekali orang orang disini yang berpakaian anah.
Ada yang memakai baju besi perang, ada yang seperti ninja, samurai, kultivator, dan dll.
Lalu ada yang menghampiriku dari kejauhan, ia memakai topi caping bambu, wajahnya samar, rambut sekilas seperti belah dua di tengah, kulit putih halus seperti negara timur, pakaian dominan hitam dan sedikit merah.
"Kau dari bumi kan?" Ucapnan pertamanya bertanya kepadaku, aku mengangguk patah patah.
"Namaku Tangyin, kau bisa memanggilku bima jika mau. senang bertemu denganmu" Ucapnya mengulurkan tangan, ia juga membuka caping bambunya, memperlihatkan mata cerah pupil hitam, alis setajam pedang, rambut belah dua tengah yang rapi, penampilannya jadi mirip seseorang.
"Namaku Yazfi.. Salam kenal." Aku menyalaminya, kami hampir sepantaran, ia memiliki tenaga yang kuat, ototnya seperti terlatih dengan sangat baik.
"Mari ikut denganku!" Ucapnya menarik tanganku, aku tak bisa melawan, pasrah di tuntun entah kemana.
Orang orang semakin banyak, mereka semua juga memperhatikanku, membuatku semakin gugup dan salah tingkah, aku hanya bisa tersenyum kerut dan menundukan kepala.
Setelah beberapa saat, Tangyin berhenti, aku mendongak untuk melihat siapa orang di depanku selain Tangyin.
"Perkenalkan, ia adik iparku, namanya Tanggen! Kau bisa memanggilnya farel" Ucap tangyin senang.
Aku hanya mengangguk, masih bingung dengan semua kejadian ini.
"Namaku Yazfi.. senang berkenalan denganmu" ucapku menjulurkan tangan, ia membalasnya sambil tersenyum hangat.
Pakainnya mirip dengan Ninja, memiliki wajah tampan, mata setajam elang, alis setajam pedang, dan ada beberapa luka di wajahnya, tidak menambah jelek, malah menambah kharismanya.
"Kau pasti bingung bukan mengapa kau ada disini?" Ucap tanggen masih tersenyum kepadaku.
Aku menggeleng tak tahu, lalu mereka mulai menarikku kembali, kini aku lebih percaya diri, juga penasaran.
Lalu kami menemui dua orang wanita cantik, satu seumuranku, satu lagi mungkin seumuran ibuku.
"Perkenalkan, itu ibuku bernama selena .Dan adikku bernama Xuejian, kau bisa memanggilnya Lail atau silvi" Ucapnya kembali memperkenalkan.
"Na-namaku yazfi." Ucapku salam🙏🏻 karena saat hendak menggenggam pergelangan tangan mereka, mereka lebih dulu melakukan seperti aku barusan, aku malu, lupa mereka bukan siapa siapaku, dan seharusnya laki laki tak pantas menyentuh wanita sedikitpun jika bukan saudara atau istri kita.
Mereka memakai cadar, selena memakai cadar hitam dan memakai pakaian hitam yang terlihat misterius.
Dan Xuejian memakai cadar biru muda bermotif bunga es yang indah, ia mempunyai pedang motif kupu kupu di sebelahnya.
Lalu mereka kembali menarikku ke suaru tempat.
Kali ini lebih jauh lagi, membutuhkan 10 menit.
Aku melihat tiga orang laki laki, 1 paruh baya, satu seorang pemuda yang seumuran denganku, satu lagi adalah anak kecil berumur 6 tahun.
"Mereka adalah keluargaku, paruh baya adalah ayahku, pemuda itu adalah adikku yang lain, namanya esok kau bisa menyebutnya Yu san xing, yang berumur 6 tahun itu sebenarnya adalah kekekku bernama Xiao xing, ia terlahir kembali." Ucap tangyin menjelaskan.
Aku kembali memperkenalkan diri, esok ini seperti ilmuan, tapi ia membawa pedang bermotif naga api di pinggangnya--itu aneh sekali, pria paruh baya itu tersenyum hangat, namanya diar, ia memakai palaian biasa, tapi aku seperti melihat beruang saja saat melihatnya sekilas. Anak kecil itu tengah membawa buku, ia juga menggenggam pena dari bulu burung yang amat indah mempesona.
Aku kembali dibawa untuk berkenalan.
Hampir tak terhitung jumlahnya, dan saat aku mulai lelah, aku menemukan diriku membuka kelopak mata yang masih lelah nan berat dibuka, terkantuk berat.
Aku masih berada di kamarku, dirumahku, tak pergi kemana mama, apalagi dunia lain, itu hanyalah mimpi belaka, tapi mimpi tadi bisa saja membuatku menulislan nya sebagai sebuah kisah.
Aku kelas 3 smp yang baru akan melanjutkan sekolah setelah karantina panjang di dalam rumah, semua itu gara gara sebuah virus menyebalkan.
Aku memeriksa ponselku, jam 4:30. Waktunya untuk mandi sebelum dibangunkan oleh nenek, takut ia akan marah kalau aku bangun terlambat.
Aku membuka pintu kamar, lalu melihat ayah yang sedang terbaring sakit, mataku tiba tiba sayu, ayah kecelakaan, berjalan susah, dan sekarang ditambah penyakit kanker, kami sudah berusaha sebaik mungkin agar ayah cepat sembuh.
Ia telah bercerai dengan ibu, dan menikah lagi, tapi yang namanya ibu tiri, sudah melegenda sejak dulu, mau ia baik sekalipun pasti mau keuntungannya saja, meski tak semua seperti itu, tapi akan lebih buruk jika terlalu dekat juga-- artis di tv contohnya, otakku memamg menjadi kotor karena terlalu banyak melihat media sosial, tapi aku tetap merinding ada kejadian itu di dunia nyata.
Aku saja yang tak tahu, banyak sekali orang diluar sana yang melakukan hal terlarang melebihi mengotori penghihatan mata, sungguh menjijikkan kalau aku tahu saat itu juga, aku melangkah memuju kamar mandi, dan membuang kotoran terlebih dahulu, dan ritual dimulai, tanpa membawa sesuatu untuk dibaca, pikiranku liar kemana mana.
Seperti "bagaimana keadaan sekolah sma nanti?" "Apakah aku benar benar akan melanjutkan sekolah?" "Apa yang terjadi di dunia ini saat aku buang kotoran sekarang?" "Apakah dunia lain itu beneran ada?" "Sebenarnya dinosaurus atau naga yang benar?" "Kenapa ibu tiri tega sekali menelantarkan ayah? Padahal ayah dulu lebih mementingkan membiayai kakak kakak tiriku kuliah dan menikah, dimana ibu tiriku sekarang?
"Ibu, apakah kau telah menghilangkan sifat anak mudamu yang suka boros?"
"Aku seharusnya meminta maaf dan bersujud kepada nenek karena telah membuatnya susah oleh kelakuan kami."
"Kenapa ada orang yang lebih membela negara yang memproduksi animasi khas kesukaannya, dari pada membela negara sendiri tempat ia tinggal? Kalau bicara tentang tikut memakai kain terlipat di leher, kan kita bisa mengusirnya, hasil tambang saja bisa melimpahkan uang pada warga jika tak ada tikus seperti mereka."
"Kakak, kira kira sedang apa kau saat ini di surga, ya? Kita bahkan tak pernah bertemu sekalipun di dalam mimpi.. maafkan yazfi yang sudah lama tak datang ke tempat jasatmu."
"Hari ini hari senin, ujian akan berlangsung hari ini, kemarin hari ahad aku berusaha menghafal materi semampuku, awas saja jika soal ujiannya berbeda."
"Apakah komik bertahan hidup di pulau terpencil telah update? Akan aku cek nanti di mangatoon, aku tak sabar!"