Tari adalah seorang gadis desa di suatu desa terpencil di Kalimantan, tari berumur 19 tahun, tari memiliki tinggi 158 cm, warna kulit putih, berambut panjang berwarna coklat,serta memiliki mata yg besar ,tari merupakan primadona di desanya. Sehingga banyak sekali lelaki yg ingin meminangnya dan menjadikan iya istri mereka namun tari menolak mereka dengan lembut, dengan alasan ia ingin melanjutkan pendidikannya. Tari merupakan gadis intropet ia lebih senang menghabiskan waktunya sendirian sehingga dia tidak banyak memiliki teman, sebagian waktunya banyak di habiskan di dalam kamarnya. Walaupun seperti itu ia memiliki cita-cita yg sangat tinggi dimana iya ingin melanjutkan sekolahnya agar bisa mengangkat Drajat kedua orang tuanya, dimana orang tua tari merupakan petani biasa di desa mereka, kehidupan selama ini hanya mengandalkan berjualan sayur- sayuran hasil perkebunan dan padi yg mereka tanam.
Suatu hari ada seorang pemuda sedikit tampan,anak salah satu orang berpengaruh di desanya yg Tampa sengaja bertemu dengan tari, dari ketidak sengajaan itu pemuda tersebut langsung jatuh hati dan ingin meminang Tari, akan tetapi tari sama sekali tidak tertarik terhadap pemuda tersebut, di karenakan di dalam pikiran tari hanya ingin melanjutkan pendidikannya,suatu ketika terdengar kabar bahwa pemuda tersebut akan membawa kedua orang tuanya datang menemui orang tua tari untuk meminangnya. Rasa khawatir menyelimuti pikiran tari, ia mencari jalan keluar agar iya tidak bertemu dengan pemuda tersebut, sehingga ia membulatkan pikirannya untuk pergi dari desa tersebut untuk melanjutkan pendidikan, apa yg ada dalam benaknya ia utarakan kepada ayah dan ibunya, yg di sambut baik oleh ayahnya, ayahnya menyetujui anaknya untuk melanjutkan sekolahnya, tari merasa senang dan bersiap untuk berangkat ke kota, baju yg seadanya disusun di dalam tas ransel, dan bermodalkan uang yg sedikit untuk perbekalan di jalan dan di sana. Maka berangkat lah tari di hari yg sama di mana pemuda tersebut akan datang untuk melamarnya. Akan tetapi tari pergi terlebih dahulu dan tempat ia menimba ilmu di rahasiakan oleh orang tuanya takut pemuda tersebut datang menyusul tari dan memaksa kehendaknya untuk menikahi dirinya.
Jarak yg di tempuh dari cukup panjang dan sangat lah melelahkan untuk gadis desa sepertinya, tak lama kemudian tibalah iya di kota tujuannya, hati tari sangatlah senang, hingga iya menemukan sebuah kos- kosan tempat iya tinggal selama berkuliah di kota tersebut, setelah ia menaruh ransel dan beristirahat sebentar ia ingin melanjutkan mencari perabotan untuk keperluan di kos kosannya. Singkat cerita tari keterima di sebuah kampus ternama di kota tersebut dan menjalani kehidupan kampusnya dengan bayang- bayang pemuda yg menghantuinya...