Pertemuan dimulai ketika seorang gadis bernama zita bertemu dengan sesosok pria yang bisa dibilang bukan idamanya tak pernah terbesat dalam pikiranya dia akan memiliki hubungan dengan pria tersebut
sampai pada suatu ketika dia baru menyadari bahwa pria itu (taka) pernah satu contact denganya di whatsaff
6 Bulan yang lalu dia masih menyimpan nomornya dan kebiasaan dia hanya buka tutup whatsaff dan melihat storynya taka, sama sekali tidak ada komunikasi antara mereka hingga suatu ketika ita memutuskan untuk menghapus contact taka
hidup zita begitu biasa tanpa adanya sesosok pria yang menjadi kekasihnya
sampai ketika datanglah kembali itu dia mengabari lewat chatting
Taka:"hai permisi, kamu masih inget aku?" Tanya nya taka dalam chatting itu lalu zita membalas "engga, kamu siapa?" Dan taka pun menjawab, "Kita dulu satu contact, apa kamu lupa?" zita menjawab "ya aku orangnya pelupa". Zita pun save nomor taka dan tepat di malam minggu pria itu mengabari kembali zita
"zita? kamu sibuk, aku mau ajak kamu keluar buat cari makan sekalian jalan jalan kamu mau?" zita hanya membaca lewat notif selang 2mnt ia pun menyetujuinya dengan mengatakan "ya boleh, tapi jujur aku males ganti baju, kalau aku pakai baju tidur boleh?" tanya nya ia di dalam chatting dan taka pun mengatakan boleh, itu hakmu
Dalam perjalanan mereka pun mampir membeli makanan dan duduk di salah satu tempat nongkrong disana mereka mengobrol asik hingga tak ingat waktu
malam itu angin kencang yang membuat zita merasa kedinginan,dan taka pun menjulurkan tanganya sambil berkata "Kamu kedinginan,ayo kita pulang" zita menyetujuinya dan meeletakan tangamya diatas juluran tangan taka dalam perjalanan mereka pun mengbrol dengan sangat penuh kegembiraan
sampai dirumah zita.
Taka mengajak zita untuk jogging di pagi hari dan dia pun bilang "Boleh saja, tapi aku selalu telat bangun:'" ucapnya pada taka dan taka hanya tertawa dan bilang "Iyaa gapapa nanti aku bangunin kamu, tapi lewat telfon yaa"
zita pun pulang dengan penuh kegembiraan dengan pipi nya yang merah, ia tertidur dan membayangkan akan seindah apa hari esok
Keesokanya paginya Taka bergegas untuk datang kerumah zita dia berlari dengan memakan roti tawar yang ia siapkan sebelum berangkat jogging
"permisiii, ZITAAAAA"
(dalam chatting):"Zita aku udah di depan rumah kamu"
Zita:"ohyaa sebentar"
zita bergegas bersiap siap keluar rumah untuk menemui taka dan memakai sepatu
mereka jogging sambil mengobrol hal random hingga saat itu mereka membeli dan duduk di salah satu halte mereka berbincang kembali dan tak lama Taka menyatakan perasaanya pada zita
Taka :"Zita, dari 3 Bulan yang lalu mungkin aku udah nyimpen perasaan ke kamu"
zita pun terdiam pikiranya seketika kosong wajahnya pucat dan taka pun bertanya "kamu mau jadi pacar ku?"
Zita berfikir lagi dan Ia bilang "aku mau" hingga saat itu merekaa resmi berpacaran dan Taka yang pada saat itu masih tidak menyangka akan mendapatkan sesosok gadis idamanya itu.
Taka mengajak zita untuk pergi kerumahnya dan diajak untuk menemui kedua orang tua nya, zita menolak keras dan ia bilang kalau dia takut dan tidak percaya diri kalau harus sekarang bertemu dengan orang tuanya itu
Taka meyakinkan zita untuk tidak takut dan percaya diri karna orang tuanya pun bilang "Kalau kamu punya pacar bawa kerumah, kenalin ke mamah papa" Ucap taka kepada zita untuk meyakinkannya dan zita menyetujuii itu
*Telfon masuk
"Halo zit gimana kamu mau aku jemput sekarang?"
"Aku masih masak nanti aku kabarin lagi ya"
"okey jangan lama lamaa ya takutnya keburu panas"
*berakhir*
Selang beberapa menit zita kembali mengabari taka dan dia bilang kalau masaknya udah selesai lalu taka bilang Tunggu aku bakal jemput kamuu
*Send pic
"zitaa aku di depan rumah kamuu yaa"
zitaa menjawabb "yaa tunggu" selesai itu mereka berangkat kerumah taka dan disana zita bertemu dengan ibunya taka, zita bersalaman dengan ibunya. Ibunya tersenyum manis saat itu dan zita pun sebaliknya sampai suatu ketika mereka sedang asik berbincang dan diluar sudah hampir gelap menunjukan hari sudah hampir malam mereka pun bersiap siap untuk pergi lagi sesaat sebelum mereka berdua pergi zita meminjam hp taka dan tiba tiba ada pesan masuk " Takaa ini jaketmu" pesan itu dari perempuan, zita yang melihatnya merasa kaget dan sedih tapi ia tak menampakan hal itu pada taka
mereka pun pergi, dan zita berpamitan untuk pulang, diperjalanan mereka hanya diam tanpa sedikit ucapan yang keluar dari mulutnya
sesampainya dirumah zita. Taka bilang "habis dr sini aku pergi ke sana yaa, Mau ambil jaket" Zitaa yang kaget dan bilang ingin ikut ke tempat tersebut karna dia tau bahwa yang mengabari taka tadi itu perempuan dan taka tidak menyetujuinya, taka hanya mengusap kepala zita dan pergi meninggalkan zita
zita pulang dengan keadaan lemas dan pikiranya yang kemana mana
*15Mnt kemudian Taka mengirim bubble chat
Taka:"aku pengen ngobrol sama kamu"
Pikiran zita yang saat itu sudah kemana mana langsung membalas pesan taka
Zita:"kenapa, km mau minta putus"
Taka"Bukan eh gegabah banget"
Taka:gimana ya aku takut nya bikin kamu sakit hati"
Zita:"gppa bilang aja aku terima"
*selang 20mmt kemudian
Taka:"mamah aku ga setuju aku pacaran "
Taka:"Maaf banget ya kalau ini bikin sakit hati"
Taka:"jangan sedih, laki laki kan banyak"
Zita:"Iyaa gappa kan itu keputusan dari mamah kamu juga"
Taka:Maaf banget yaa, aku juga bingung harus gimana
mamah aku selalu ngancem ini itu"
Taka:"Tapi janji yaa, setelah ini kita jangan asing"
zita yang masih tidak menyangkan akan hal itu dia menangis di kamar dan tak membuka handphone sama sekali.
Lanjut part 2 Guys
~Di dalem ceritanya memang ada beberapa rekayasa tetapii ini related
Terimakasih yang sudah mauu membaca