Malam yang dingin, angin berhembus menusuk ragaku, dengan rintik hujan yang menemani dinginnya malam. Aku berbaring di tempat tidur sembari membaca novel kesukaanku dengan ditemani segelas coklat hangat.
Aku mulai merasa bosan membaca buku, aku memutuskan untuk menghabiskan minuman ku. Kemudian aku segera tidur.
Tak berapa lama, aku yang masih setengah sadar pun mendengar seperti suara orang sedang menyapu dari luar. Srekk...Srekk aku yang semakin penasaran itu pun menghampiri jendela dan melihat dari jendela tersebut.
Aku sangat terkejut saat melihat seorang wanita memakai baju pengantin sedang menyapu, wajahnya pucat dan ia tersenyum padaku. Aku terdiam, seluruh badanku tidak bisa digerakkan, aku menutup mataku dan mulai berdoa dalam hati.
Saat dirasa badanku sudah mulai bisa digerakkan, akupun langsung kembali ke tempat tidurku. Aku segera berbaring, menutup sekujur tubuhku dengan selimut, dan segera menutup mata. Dan lagi lagi aku terbangun karena mendengar suara adzan berkumandang Allahu Akbar... Allahu Akbar... suara adzan tersebut berbunyi berulangkali.
Aku semakin merasa takut, aku langsung menutup mataku mencoba untuk tidur. Akhirnya aku bisa tidur dengan pulas, hingga disaat pukul tiga pagi, ada suara pasir jatuh diatap. Aku yang sadar akan suara tersebut semakin menjadi takut, aku membaca doa dalam hingga aku tertidur pulas.
Pagi yang cerah, cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamarku, membuatku terbangun. Aku perlahan mulai membuka mataku, aku mengusap kedua mataku. Kemudian aku mencoba bangkit.
Aku terdiam mengingat kejadian yang aku alami tadi malam. "Hh aku tidak habis pikir, kenapa aku bisa mengalami kejadian horor seperti tadi malam? Kok bisa ya?" tanyaku dalam hati. Aku kemudian memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, kemudian setelah mandi aku bersiap.
Selama beberapa hari ini, aku tengah menikmati masa libur sekolah. Aku sedikit bosan di rumah setiap hari sendiri, jadi hari ini aku memutuskan untuk pergi ke taman yang jaraknya lumayan jauh sih dari rumahku.
Aku berjalan santai menikmati keindahan perjalanan. Dan akhirnya aku telah sampai di taman. "Huft akhirnya aku sampai juga, walau lumayan jauh tapi gapapa deh demi aku tenang dan santai" kataku sembari memasukkan kedua tanganku ke dalam saku hoodie.
Aku terdiam santai menikmati keindahan taman. Aku memandang sekitar, rasanya indah dan tenang, sampai aku melihat satu pasangan pacar sedang bermesraan di kursi yang berada di depanku dengan jarak yang sedikit dekat denganku.
Aku tiba² merasa risih, aku terus memandang mereka dengan raut muka sebal."Ckk... dasar buciners, palingan bentar lagi juga putus, pfftt!" ucapku sambil tersenyum miring.
Tiba tiba pasangan bucin itu melihatku dan menertawakan ku, aku hanya menatap sinis mereka. Aku memutuskan untuk membaca novel kesukaanku sembari mendengarkan musik."Kalau melihat romantisnya di novel atau fiksi lainnya sih, aku suka dan pengen kaya gitu, tapi kalo melihat orang bucin di dunia nyata nggak banget deh sumpah! malah geli aku liatnya, kayak liat mereka berdua, pffftt!"ucapku sembari melirik kedua bucin tersebut.
Tiba² dari kejauhan ada yang melambaikan tangan padaku. Aku heran dan bingung, tapi ternyata ia adalah sahabatku. Aku tercengang saat melihat sahabat ku menghampiri ku dengan seorang lelaki. Mereka terlihat mesra,"apaan dah, kok dia sama cowok?" ucapku dalam hati.
"Hai bestie..." sapa sahabat ku tersenyum manis padaku,"hai juga!" jawabku dengan terus memandangi si cowok."Kenapa? iri ya karena aku udh punya pacar yg ganteng dan kiyowok ini!"gurau sahabat ku yang membuat pandangan ku ke pacarnya menjadi buyar, "dih apaan si! kok bisa lu punya pacar?" tanyaku sambil tertawa kecil, sahabat ku hanya menatapku datar.
Aku menepuk kemudian memegang satu pundak pacar sahabat ku, kemudian aku berkata "gw kasihan ama lu, gak habis fikir gw, kok bisa lu mau aja pacaran ama orang modelan reog kayak dia, pffttt!"gurauku. Sahabatku hanya menatap datar diriku, "A-anu, g-gatau hehe! suka aja gw ama sahabat lu" ucap pacar sahabatku dengan senyuman manisnya."Apasi lu, pake nanya nanya ke pacar gw segala, ya pasti pacar gw suka ama gw lah, orang gw cantik!"ucapnya sembari tertawa kecil,"dih sehat lu mbak?" ucapku, yg hanya direspon pandangan sebal oleh sahabat ku.
Kami bertiga duduk di kursi taman yang sama, aku hanya terdiam sambil menatap orang yg sedang bermesraan disampingku."Nyesel gw ke taman, ujung ujungnya cuma jadi nyamuk sahabat sendiri!" ucapku dalam hati,"eh bestiku yg kiyowokk, besok lu mau ikut kami gak?"tanya sahabatku,"ikut? kemana?" tanyaku.
"Ada deh! Kami besok mau liburan di suatu tempat yang indah, mau ikut gak?" jelas sahabat ku,"gak deh! gw gamau jadi nyamuknya kalian berdua!"jawabku."Hiks.. ikut aja yah! gak seru kalo nggak sama kamu, please ikutt!"pintanya sambil memohon,"i-iya deh, kalo aku gak sibuk, aku bakalan ikut" kataku,"nah gitu! makasihh yaa!"ucapnya yang hanya ku angguki sembari tersenyum.
Malam hari yg dingin pun tiba, seperti biasa aku berbaring di tempat tidur, membaca sebuah novel kesukaanku sembari ditemani segelas coklat hangat. Disaat aku tengah asik membaca buku, tiba² seperti suara orang berjalan yang diiringi suara tawa di lantai bawah rumahku, aku terkejut sekaligus menjadi takut. "Suara siapa itu?"tanyaku sedangkan aku hanya dirumah sendiri. Aku menjadi semakin takut disaat suara tawa tersebut berubah menjadi suara tangisan.
Aku langsung menutup sekujur tubuhku dengan selimut, dan beberapa saat suara itu telah hilang. Aku menghela napas lega dan kemudian bersyukur, dan saat aku menoleh ke arah kiriku tiba tiba,"Aaaaaa.."sontak akupun teriak saat melihat sesosok perempuan berwajah pucat matanya melotot dan banyak luka yang mengeluarkan banyak darah.
"Apa aku boleh tidur bersamamu? diluar dingin dan menakutkan, hihihiiii.. "ucap hantu tersebut sembari tersenyum padaku, lagi lagi badanku tidak bisa bergerak, aku hanya terdiam, menangis, lalu aku menutup mata dan membaca doa dalam hati. Hingga akhirnya hantu itu pun hilang, aku memutuskan untuk kembali tidur.
Beberapa kali aku mendengar suara suara aneh, tapi ku hiraukan saja. Hingga, aku mulai mencium aroma amis darah dan bau melati, aku takut tubuhku mengeluarkan keringat dingin, aku berulangkali membaca doa sampai aku tertidur.
Paginya aku terbangun, namun aku merasakan sakit dibagian kepala, dan nyeri dibagian badan. Aku mengambil ponsel yang berada didekatku aku bercermin, dan ternyata wajahku pucat, badanku panas, kepalaku sakit, badanku nyeri."Bagaimana ini, aku kan harus pergi bersama sahabatku, tapi kondisiku sekarang sedang seperti ini, sebaiknya aku mengatakan yang sebenarnya kepada sahabat ku semoga dia bisa mengerti!"ucapku, akupun langsung mengabari sahabat ku itu lewat pesan.
"Hai, pagi!"aku memulai pesan dengan menyapa.
"Pagi juga! btw lu jadi ikut nggak?"tanyanya.
"Kayaknya nggak dulu deh! Badanku panas, kepala gw sakit, muka gw juga pucat! Gw nggak bisa, maaf yah!"kataku berharap dia mengerti akan keadaan ku sekarang.
"What? Kok bisa? Gimana ceritanya? Iya gapapa gak ikut, jangan lupa istirahat dan cepet sembuh yaakk!"ucap sahabat ku.
"Iya bisa, mungkin karena tadi malam ada hantu yang meneror ku! Hufft rasanya tidak enak, makasihh ya udh ngertiin!" jawabku.
"Hantu? Hantu apaan dah? Iya sama sama, ya udh sana istirahat ya! aku mau berangkat juga" ucapnya.
"Iya hantu, iya udh hati hati ya!"ucap ku.
"Iya bye!"ucap sahabat ku.
"Byee too!" ucap ku, aku pun mematikan hp ku kemudian istirahat sejenak.
Waktu demi waktu berlalu, sekarang sudah siang, aku terbangun dari istirahat ku. Tiba-tiba sahabat ku menelfon ku, telfon video .
"Hai bepss, gimana? udah mendingan belum?"tanyanya.
"Hii alhamdulillah udh agak baikkan"ucapku, sembari meminum segelas coklat hangat.
"Wihh alhamdulillah, oh iya mau tau nggak aku lagi dimana sekarang"ucap sahabat ku, yg membuat ku penasaran.
"Hehee, emang dimana? kok kaya banyak suara air gitu?"tanyaku semakin penasaran, "apa jangan² mereka ada di.. arrghh gatau deh!"ucapku dalam hati.
"Nih disini nih, bagus kan!?"ucap sahabatku sembari memperlihatkan ku lokasi tersebut.
'Astagaaa! I-itu kan... " ucap ku terkejut melihat lokasi liburan mereka.
"Hei kenapa sih emang nya? ada apa?" tanya sahabat ku dengan heran.
"I-it-itu k-kan, air terjun yang angker itu, yang katanya kalo ada orang pacaran atau pengantin baru pergi ke sana, bakalan hilang! kamu harus pulang sekarang!! kata ku sambil berharap sahabat ku mempercayai ku.
"Apaan sii? mitos kaya gitu kok masih dipercaya sihh! pffttt!" ucapnya sembari tertawa tak percaya dengan yang ku katakan.
Dan tiba"
"Aaaaa... !!"sahabat ku berteriak dan telfon nya mati begitu saja.
Aku yang panik dan khawatir, menelfonnya berulangkali, namun tak diangkat juga.
"Ihh kenapa sihh? angkat dong! jangan buat aku khawatir!"ucapku sembari menelfon ulang dengan suara bergetar dan meneteskan air mata.
Tapi apa? dia tidak mengangkat satu pun, dan aku mencoba lewat pesan tapi dia tidak meresponnya juga.
Aku menangis sejadi jadinya, aku khawatir, aku gamau sahabatku akan mengalami hal yang sama seperti kakakku."Lu sebenarnya kenapa sih? Kok gak bales pesan dari gw, gw telfon juga gak lu angkat, ada apa sih? gw gamau kalo lu bernasib sama seperti kakak gw dulu! Hiks.. "ucapku sembari meneteskan air mata dan terus mencoba menelfon nya dan mengirim pesan kepadanya. Tapi apa? dia tak merespon sama sekali. Aku lakukan hal tersebut berulangkali hingga lupa waktu dan aku pingsan.
Dan dialam bawah sadarku, aku berjalan disebuah taman yang jauh lebih indah dari yang biasanya ku kunjungi. Disana aku melihat seorang perempuan sedang menangis bersama pacarnya yang sedang menghibur nya, mereka memakai baju berwarna putih bersih, dan si perempuan tersebut memakai mahkota bunga cantik di kepalanya.
Aku yang melihat mereka, aku pun mendekati mereka. Aku bertanya kepada mereka "Hei kau mengapa menangis? ada apa?" tanyaku penasaran. Dan saat mereka menoleh ke arahku, betapa kagetnya aku bahwa yang sedang ku ajak bicara adalah sahabat ku sendiri yang sedang bersama pacarnya.
Sontak aku pun langsung menangis dan aku pun memeluk erat tubuh sahabat ku itu."Hei kau kemana saja? aku mengkhawatirkan dirimu, mengapa kau tidak membalas pesanku dan mengapa kau tidak mengangkat telfon ku!? aku takut kehilanganmu!" ucapku sembari meneteskan air mata dan masih memeluk erat tubuh sahabatku.
"Maafin aku ya! gw gak denger ucapan kamu, akhirnya semuanya jadi gini! gw nyesel! andai gw dengerin lu untuk langsung pulang, pasti gak akan jadi gini akhirnya!"ucapnya dengan suara bergetar."Gapapa kok, yang penting aku bisa lihat kamu sekarang, dan kamu baik baik aja sekarang!"ucapku masih memeluk erat sahabat ku itu."Dan gw minta maaf ke lu, karena gw gabisa jagain sahabat lu! coba aja kalo gw gak nurutin permintaan nya, pasti lu masih bisa sama sahabat lu!"ucap si pacar sahabat ku sambil sambil menatap ku sedih, "ini bukan salah lu kok, ini emang udah takdir mungkin, yang penting sekarang gw ketemu sama sahabat gw sekarang! gw udh seneng banget kok!"ucapku sambil tersenyum haru kepadanya.
Tiba² sahabat ku melepaskan pelukannya itu, dia mengusap usap rambutku sembari berkata "makasih ya udh khawatirin aku, makasih udah jadi sahabat terbaik di seluruh dunia, tapi maaf gw gabisa lagi sama kamu, aku harus pergi, aku gak akan lupain semua tentang kita kok, byee!"ucap sahabat ku yang perlahan terbang dan menghilang bersama pacarnya. "Ng-nggak! Nggak! Gak mungkin! Kamu gak boleh pergi! nggak! Nggak boleh! Hikss!"kataku mencoba meraih sahabat ku, namun aku terjatuh dan terus menerus meneteskan air mata, belum siap akan kehilangan sahabat ku.
"Nggaakk!"tiba² aku terbangun dari pingsanku. Aku meneteskan air mata ku, dan tiba² "alhamdullillah kamu udh sadar!"ucap seseorang yang berada di sampingku sembari tersenyum padaku. "Anda siapa?"tanyaku dengan suara lirih,"apa kau lupa hah? aku ini kakakmu loh, tega banget kamu ngelupain kakak!" ucap seseorang tersebut yang mengaku kakakku."Ka-kakak? Kakak!" ucapku bahagia sambil meneteskan air mata dan mencoba memeluknya,"yap! aku ini kakakmu" ucapnya,"tapi bukankah kakak sudah meninggal?, bahkan jasadnya saja tidak bisa ditemukan dan banyak orang yg menganggap kakak sudah meninggal, kenapa bisa kakak masih hidup?' tanyaku dengan penasaran. Ia pun menjelaskan semuanya dari bagaimana ia tenggelam dan terbawa arus yang kemudian ditolong oleh seseorang nenek tua dan hingga akhirnya bisa selamat, dan masih hidup. Aku merasa bahagia bisa bersama kakakku lagi, tapi hingga aku mendengar ucapan kakakku yang membuat aku meneteskan air mata tak percaya "tapi tidak semua orang yang tenggelam beruntung seperti kakak, dan untuk sahabatmu itu, ia tak bisa diselamatkan, jasadnya tidak bisa ditemukan oleh tim sar!, jadi tidak ada kemungkinan bahwa sahabatmu itu masih hidup, jadi kamu harus bersabar ya! Kakak tau rasanya kehilangan orang yang kakak sayang walau bukan dari keluarga sendiri!" ucap kakakku dengan lembut sembari menghapus air mataku dan memeluk erat diriku.
Aku sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Aku pulang ke rumah bersama kakakku. Tak lupa setiap harinya kami meluangkan waktu untuk pergi ke air terjun tersebut untuk menabur bunga. Dan kini air terjun tersebut resmi ditutup oleh pemerintah, dan sesekali orang yang pergi ke sana untuk menabur bunga di air terjun tersebut.
Tamat