Cerita ini berkisah tentang seorang gadis yang bernama Kanaya Tabitha yang berusia 18 tahun yg telah di sakiti oleh kekasihnya yaitu Evan Sanders Brits
Awal mereka bersama adalah pas mereka kuliah di universitas pelita harapan yang dimana mereka di sana tidak sengaja ketemu di acara reunian sekolah mereka dan tanpa sadar mereka juga ternyata dulu satu sekolah di SMA negeri bangsa, setelah kejadian itu mereka jadi dekat dan akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran. Awal ny hubungan antara mereka baik-baik saja tapi tidak lama setelah mereka lulus semester 1, hubungan antara mereka jadi tidak baik-baik saja karena tiba-tiba saja si cowo tersebut jadi dingin dan cuek ke si ceweknya yaitu Kanaya entah apa yang terjadi di antara mereka, bukan hanya itu setiap mereka bertemu si cowo atau si Evan hanya diam saja dengan memainkan ponsel nya dan mengabaikan si Kanaya, lalu bukan hanya itu, yang tadi ny hubungan mereka baik-baik saja dan romantis romantis aj sekarang jadi tidak baik-baik saja dan tidak lagi seromantis dulu. mereka jadi sering berantem dan diem diem an sampai suatu hari si cewe sudah tidak tahan lagi dengan sikap si cowo tersebut. Akhirnya si cewe pun menemui si cowo dan berkata " kamu kenapa si Van jadi cuek begini sama aku, apa salah aku sampai-sampai kamu ke gini sama aku?" Tanya nya si cewe dengan keadaan marah.
" Apaan si kamu ini datang datang langsung marah marah gak jelas" jawab nya dengan kesal.
" maafin aku, aku tadi hanya kebawa suasana aja"
" maaf maaf, lagian kamu ngapain si ke sini?" Jawabnya dengan kesal.
" aku kesini mau tanya sesuatu ke kamu"
" tanya apa?"
" sebenarnya kamu ini masih cinta gak si sama aku?"
" kenapa kamu tiba-tiba nanya ke begitu"
" yah gapapa aku hanya nanya aja ke kamu, habis sikap kamu itu seperti menandakan kalo kamu itu udah gak cinta lagi sama aku!"
" kata siapa kamu bilang begitu?"
" Yah kata aku lah, dengan sikap kamu yang cuek dingin Sama aku dan jadi suka marah-marah gak ke dulu"
" Memang nya kenapa kalo aku jadi cuek sama kamu, kan gak ngaruh sama hubungan kita yah kan"
" kata siapa gak ngaruh, ngaruh ko"
" kamu kenapa si mau berantem lagi"
" bukan gitu"
" YAH TERUS APA" dengan ngegas si cowo menjawab.
" ko kamu ngegas si ngomong nya ke aku"
" YA HABIS NYA KAMU SENDIRI KAN YANG CARI MASALAH DULUAN"
" yah aku tau aku salah tapi gak ke gini juga kan"
" terserah kamu deh aku cape tau gak si sama sikap kamu ini yang manja, cengeng, dan nyusahin aku tau gak!!"
" maksud kamu, maksud kamu ngomong ke gitu apa"
" yah apa lagi, kalo gini terus mending kita putus aja tau gak dari pada kita terus berantem dan saling menyakiti yah kan"
" gak gak gak, putus kamu bilang gak aku gamau"
" yah terus kamu mau nya apa terus begini Iyah, gak ada habis nya Naya"
" tapi gak dengan bilang putus kan, kita bisa menyelesaikan nya dengan baik-baik gak dengan bilang putus ke gini"
" dahlah Naya aku tuh dah cape tau gak, lagian tadi kamu nanya kan aku masih cinta atau enggak"
" Iyah, terus"
" ini jawaban aku, ENGGAK paham kamu!"
" APA!! Gak gak gak, gak mungkin kan, iya kan, kamu pasti bohong kan, jawab aku Van!?"
" Gak ko itu bener, AKU SUDAH TIDAK LAGI MENCINTAI KAMU! sudah denger sendiri kan apa yang aku omongin tadi, atau masih kurang jelas"
" KAMU JAHAT TAU GAK VAN, AKU BENCI SAMA KAMU!!"
" Terserah kamu bilang apa, intinya Kita sudah PUTUS!"
" oke kalo itu mau kamu"
Kanaya pun pergi dari sana dalam keadaan menangis, esok nya Kanaya tidak mau lagi kuliah apalagi bertemu dengan si Evan. sakit hati yang di alami Kanaya membuat nya sangat sedih dan kecewa dengan apa yang terjadi waktu itu, tapi Kanaya mencoba untuk ikhlas dan sabar dengan itu semua perlahan lahan akhirnya Kanaya pun bisa masuk kuliah kembali dan ceria lagi seperti dulu, juga tidak ingin berhubungan dengan siapapun lagi karena ia takut kecewa lagi maka nya ia memutuskan untuk tidak berhubungan dengan siapapun.
Selesai...