Namaku Angga permana.
Aku seorang pekerja biasa disuatu Cafe di Bandung.
Pada suatu hari, Bosku memintaku untuk menutup Toko lebih awal, dikarenakan adanya urusan yang mendadak dari keluarga bosku tersebut.
"Angga, tolong kasih tau yang lain, kita tutup lebih awal hari ini." kata bosku.
"Baik,siap pak." Jawabku.
Tanpa pikir panjang, akupun memberitahukan kepada semua karyawan yang bekerja disana.
Setelah itu kamipun tutup dan berpamitan untuk pulang.
Aku pulang dengan motor kesayanganku.
Menaiki motor pada malam hari sambil menikmati indahnya kota Bandung pada.
Saat diperjalanan pulang, motorku tiba-tiba mogok disebuah Halte yang teramat sepi.
Akupun memberhentikan motorku di Halte tersebut, aku coba mengecek apa penyebab motorku yang tiba-tiba mogok.
"Aduh, Jagur lu kenapa sih." Ucapku sedikit agak kesal pada motor kesayangan ku.
Tak lama setelah itu.
Ada sepasang kekasih yang datang ke Halte tersebut.
Terdengar jelas bahwa mereka sedang bertengkar.
"Hem.. fokus angga, jangan ngelirik mereka , cuek aja. fokus benerin motor lu aja." Pikirku sembari masih mengotak ngatik mesin motorku.
"Kamu harus tanggung jawab .." Teriak si cewek tersebut sambil menangis.
Cowoknya hanya terdiam dan terdengar suara gamparan yang cukup keras hingga membuat ku sedikit terkejut.
"Inget ya, itu bukan anak aku..!!!" Ujar si cowok dengan tegas.
"Ini anak kamu sayang..." Balasnya si cewek sambil menangis terisak-isak.
"Kamu tuh, suka maen ama cowok lain selain aku. Apa kamu yakin kalo itu anak aku.?" Dengan tegasnya si cowok mengatakan hal itu, lalu pergi meninggalkan nya.
Cewek itu pun terdiam dengan rintihan tangis yang masih terdengar.
Aku yang hanya orang luar dari hubungan mereka pun hanya bisa terdiam sembari terus memperbaiki motor kesayangan ku. hingga akhirnya motorku kembali hidup.
"Alhamdulillah.." Kataku.
Namun sialnya, hujan tiba - tiba turun dengan derasnya sehingga membuatku terpaksa berteduh di Halte tersebut dengan si cewek yang sedari tadi menangis akibat pertengkarannya barusan.
"Ya - ya ujan. Mana gak bawa jas ujan lagi." Ucapku , sembari duduk bersebelahan dengan cewek tersebut.
Akupun duduk dan hanya bisa terdiam melihat bekas gamparan yang terlihat jelas dipipi cewek itu.
Dengan memberanikan diri, aku mencoba untuk mengajaknya mengobrol.
"Mbak,mau minum.?" Tanyaku sambil mengeluarkan air mineral diranselku.
Cewek itu hanya terdiam sambil terus memegangi pipinya.
"Gapapa mbak, ambil aja." Ucapku dan sambil mengulurkan tanganku.
"Ma-ka-sih mas." Ujar si cewek dengan nada sayu nya.
Saat cewek itu meminum airnya..
"Ah.. apes banget dah, pengen pulang malah kena ujan.- mana deres banget lagi." Ucapku sebari mengeluhkan keadaan.
"Ma-maaf , mas nya emang abis darimana.?" Tanya-nya sambil menutup tutup botol yang barusan ia minum.
"Baru pulang kerja mbak. ya tadina mau langsung pulang.. Eh, malah mogok dan sekarang malah gak bisa kemana - mana karena ujan."
"Emang mas gak bawa jas ujan.?"
"Lupa hehe ."
kamipun terdiam sejenak
"Ngomong - ngomong, makasih ya mas."
"Gapapa mbak santai aja, lagian cuma air minum doang hehe "
"Bukan soal itu." -
"Karena mas udah ngajakin saya ngobrol, walaupun mas nya sendiri lagi kesel sama keadaan." Ucapnya dan sambil tersenyum manis melihat ke arahku.
Sontak hal itu membuatku tersipu malu, aku baru sadar bahwa cewek disebelahku sangat cantik.
"Hehe.. saya cuma bisa membantu sedikit mbak, yang penting mbaknya gak sedih lagi."
"Nama saya Clara. kalo mas nya.?"
"Anu.. nama saya Angga."
Setelah berkenalan dan mengobrol panjang lebar.
Tak terasa waktu semakin malam dan hujan pun mulai reda.
"Haha.. eh udah reda." Ucap Clara sambil menjulurkan tangannya ke atas.
"Eh iya,.. " Ucapku, sambil melihat jam
"Buset dah, udah jam segini aja." Ucapku, karena melihat jam sudah pukul 11 malam.
Akupun berdiri dari tempat dudukku.
"Ee. ah. Asyik juga ngobrol sama kamu." Ucapku sambil meregangkan otot-otot ku. sembari memperhatikan Clara yang masih duduk ditempatnya.
"Kamu juga." Ucap Clara dan tersenyum sambil memejamkan matanya.
"Ngomong - ngomong, kalo kamu mau, aku bisa anterin kamu sampe rumah."
"Jangan,... takut ngerepotin."
"Eh . justru aku bakalan ngerasa bersalah ninggalin cewek malem - malem begini di Halte sendirian."
"Tapi, bukannya kamu capek ya."
Akupun berjalan mendekati motorku sambil menyalakan mesin.
"Lebih baik capek dari pada nyesel seumur hidup."
Ucapku berlagak so keren sambil mengenakan helm.
Clara hanya tersenyum manis kepadaku.
Pada akhirnya, ia menolak tawaranku untuk mengantarkannya pulang.
Tak lama setelah itu, ada sebuah motor yang menghampirinya.
Ternyata itu adalah sang Kakak yang menjemputnya.
"Mas , makasih ya ,udah jagain ade saya." Ucap Kakaknya.
"Iya mas santai aja." Jawabku.
"Angga, aku duluan ya." Ucap Clara sambil menaiki motor.
"Iya, ati - ati dijalan." Ucapku, sambil melambaikan tangan.
Sejak kejadian itu, aku selalu teringat wajahnya. Bahkan, aku tidak bisa melupakan senyum manisnya setiap kali ia tersenyum kepadaku.
Hari demi hari, aku mencoba untuk melewati Halte tersebut.
Di jam yang sama, beberapa kali aku mencobanya .
Namun, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.