Pasti semua orang pernah merasakan rindu pada seseorang yang mereka sayangi.
Kupikir Dilan 1990 itu berbohong tentang rindu yang berat, nyatanya aku saja yang baru merasakannya. Ternyata memang sangat berat ketika merindukan seseorang.
Sedetik mengingatnya, sedetik pula merindukannya. Bermimpi untuk bertemu lagi, agar rindu berat terhempas.
Kisah rindu ku dimulai sejak lulus SMA, berkelana ke negeri orang dengan berbekal doa dari seorang pria dan wanita kuat, yang berharap agar putrinya bisa menjadi sarjana pertama di keluarganya.
Berat bukan, rasanya ingin berhenti. Tidak sanggup tidur, makan, beraktivitas di lingkungan yang asing ini.
Banyak teman tapi rasanya masih sepi, banyak tempat bercerita tapi tidak untuk bersandar.
Ingin mengabari bahwa aku lelah, tapi tak sanggup melihat air matanya, tak sanggup melihat keringatnya yang akan sia-sia jika aku berhenti disini.
Aku berjalan menyusuri setiap sudut kota ini, hingga berhenti pada satu bangunan yang amat ramai. Memperhatikan semua orang yang menampilkan berbagai ekspresi.
Dari sekian ekspresi, aku menemukan ekspresi yang amat lelah berusaha menutupinya dengan senyum.
Dari ekspresi itu aku dapat mengartikan bahwa bukan hanya aku yang merasakan perasaan lelah, rindu.
Bahwa aku harus tetap bertahan, sampai jadi kebanggaan kedua orang yang menunggu ku pulang dengan membawa gelar sarjana pertama di keluarga.
Hanya ingin mengatakan, buat kalian yang sedang berjuang untuk menjadi sarjana pertama di keluarganya tetap semangat, jangan sia-sia harapan orang tua kalian. Ingat You are strong.