Hay namaku amyra, sekarang aku berumur 18 tahun, aku mahasiswa semester 3. Saat ini aku sedang berada di cafe bersama kekasihku bernama jen, usianya 21 tahun.
"Besok kamu masuk kamous gak?" Tqnya jen
"Dosennya gak masuk esok" ucapku
"Ohh gitu, kamu bosan yah sayang?" Tanyanya
"Hehe iyya"ucaoku
"Yaudah kita jalan-jalan aja gimana" ajak jen
"Mau ayok"ucapku
Kamioun berangkat jalan-jalan tanoa arah, berbagai cerita dan candaan yang membuatku nyaman ada didekatnya. Tapi sayangnya aku belum sepenuhnya bisa mencintainya, karna aku masih terbayang akan cinta pertamaku.
Selama 1 bulan lebih, hubungan kami berjalan dengan baik-baik saja tapi jen harus ke kota xxx untuk bekerja disana,, dan aku dengan sedikit terpaksa harus merelakan ia pergi.
Semenjak bekerja aku merasa selalu terabaikan, tapi ia selalu meyakinkanku, bahwa hanya aku satu-satunya wanita yang ia miliki.
Hinga suatu hari, mantanku yang merupakan cinta pertamaku menghubungiku kembali, tentu saja aku yangmasih memiliki perasaan padanya menerima panggilannya. Ia mengajakku untuk bertemu, dan akupun mengiyakan tanpa sepengetahuan dari jen akupun bertemu dengannya.
Di pertemuan itu ia selalu meminta maaf padaku dengan rasa penyesalan
"Amyra maafkan aku, aku menyesal tak seharusnya aku meninggalkanmu demi anisa saat itu, maafkan aku amyra" ucap rehan
"Mengapa kau berkata sepwrti itu, anisa adalah pilihanmu dan tentu saja aku mendukung pilihanmu, mengapa kau harus menyesal. Kau bahkan berkata kalau kau benar-benar menyayanginya" ucaoku
"Tapi ia menghianatiku lagi amyra, ia lebih memilih lelaki lain dibanding aku" ucap rehan
"Tqpi itu sudah keputusanmu,lalu aku bisa apa?"
"Maafkan aku amyra, aku memang laki-laki brengsek, kumohon kembalilah bersamaku amyra, aku benar-benar menyesal, aku sadar bahwa kau wanita yang sangat baik, aku benar-benar menyesal amyra, kumohon kembalilah bersqmaku" ucap reihan
"Maaf reihan tapi aku sudah memiliki kekasih" ucapku yang mulai bimbang
"Tidak apa amyra aku tidak masalah jika menjadi orang ke 2, asalkan aku bisa bersamamu selalu" ucapnya
"Aku......"ucapku terpitong
"Kumohon amyra, aku sangat mencintaimu" ucapnya
"Hmm baiklah, tapi bagaimana jika dia sampai mengetahuinya, aku takut" ucapku
"Kau tidak usah khawatir ia tidak akn mengetahuinya, lagian ia tidak ada di kita ini kan" ucapnya
"Hmm kau benar sihh, baiklah" ucapku dan tersenyum padanya
Iapun membalas senyumanku dan memelukku
Akupun menjalin hubungan dengan 2 pria sekaligus, jen yang jauh di kota XXX dan reihan yang selalu bersama denganku, sampai suatu hari aku memutuskan untuk memilih reihan dan memutuskan jen yang sangat tulus mencintaiku
#TELEPON
HALLI SAYANG (ucap jen di seberang telepon)
IYYA HALLO (balasku)
GIMANA KABAR KAMU DISANA SAYANG (tanya jen)
ALHAMDULILLAH BAIK, KAMU GIMANA (ucapku)
ALHAMDULILLAH AKU JUGA BAIK SAYANG (ucapnya)
HMM JEN, AKU MAU BILANG SESUATU (ucapku)
IYYQ SQYANG BILANG AJA (balasnya)
HMM SEBELUMNYA MAAF JEN, KITQ UDAHAN AJA YAH, AKU BENAR-BENAR GAK TAHAN LDR DENGANMU, AKU MERASA TWRSIKSA DENGAN JARAK YQNG KITA MILIKI SAAT INI,MAAF JEN (ucapku)
HMM APA AKU TIDAK SALAH DENGAR AMYRA? (Tanyanya)
TIDAK JEN, MAAFKAN AKU (ucapku)
TIDAK APA JIKQ ITU SUDAH MENJADI KEPUTUSANMU, AKU TIDAK BISA MENAHNMU JUGA, SEMOGA KAU BAHAGIA DAN MENEMUKAN LAKI-LAKI YANG JAUH LEBIH BAIK DARI DIRIKU (ucapnyq)
MAAF JEN, AKU HQRAP KAU TIDAK MARAH PADAKU (ucapku)
UNTUK APA ALU MARAH AMYRA, ITU SUDAH MENJADI KEPUTISQNMU, DAN AKU SEBAGAI LAKI-LAKI SUDAH PASTI HARUS MENERIMA KEPUTUSANMU, WALAUPUN ITU BERAT BAGIKU, TAPI AKU AKAN BERUSAHA AGAR TIDAK MENGGANGGUMU (ucap jen)
MAAF JEN (ucapku)
TIDAK USAH MINTA MAAF AMYRA, KAU TIDAK SALAH, AKU AKHIRI TELFONNYA YAH (ucapnya)
IYYA SEKALI LAGI MAAF JEN (ucapku)
IYYA TIDAK APA, DAHH (ucaonya dan mengakhiri telfon kami)
Setelah itu aku mengatakan pada reihan kalau hubunganku dengan jen telah berakhir. Reihan yang mendengar itu sangat senang, bahkan ia slalu memanjakanku setelah itu.
Selama 2 bulan lebih kami menjalani hubungan dengan baik-baik saja, sampai-sampai ada temanku yang mengatakan kalau reihan selingkuh dengan mantannya Anisa. Aku yang tidak percaya twntu saja menghubungi anisa meminta penjelasan darinya tanpa sepengetahuan dari reihan, dan anisa pun menyetujuinya, karna ia merasa twlah dikhianati untuk yang kesekian kalinya oleh reihan.
Fi pertemuan itu aku baru mengetahui bahwa ternyata ia dengan anisa pun tidak pernah putus selama setahun ini, dan aku adalah selingkuhannya selama ini, sakit rasanya sangat sakit, tapi aku harus bagaimana lagi semua telah terjadi. Tapi aku belum terlalu mempercayai anisa sebelum melihat dengan mata kepalaku sendiri, sampai anisa memberikan saran padaku untuk menjebaknya. Ia mengatakan bahwa ia akn memanggil reihan ke tempat ini, dan aku sembunyi, disaat dia datang aku akan menghampiri reihan. Akupun setuju dengan sarannya.
Setelah menunggu sekitar 30 menit reihanpun sampai, aku masih bersembunyi mendengarkan kalimat-kalimat sayangnya kepada anisa yang membuat dadaku terasa sangat sesak, yang membuatku teringat akan ketulusan jen selama ini. Sesuai rencana akupun menemui mereka, dengan air mata yang sudah berada dipelupuk mataku.
"Reihan" panggilku
"Amyra?" Ucapnya dan bergantian menatapku dan anisa
"Dan ternyata sikap burukmu ini tidak pernah berubah reihan, sudah banyak seka, yang kutahu aku pergi dari sini unli wanita yang kau sakiti reihan. Apa kau tidak sadar dengan semua yang kau lakukan ini rwihan?" Marah anisa
"Amyra akan lebih baik kau pergi saja dari sini" usir reihan, aku yang mendengarnya sudah tidak bisa membendung airmatku lagi
"Mengapa kau sekejam ini reihan?" Tanyaku
"Tidak usah sok polos amyra, apa kau lupa dengan apa yang kau lakukan pada jen?" Tanyanya sinis
"Tapi itu demi dirimu reihan" ucapku
"Salahmu sendiri karna terlalu bodoh" ucap reihan
"Tak ku sangka aku bisa menemui laki" seperti dirimu" ucapku dan pergi meninggalkan mereka yang bertengkar. Aku sudah tidak mempwrdulikan lagi mereka, yang ku tahu menjauh pergi sejauh jauhnya. Di perjalanan pulang aku bertemu dengan jen.
Jen yang melihatku menangis menghampiriku, tapi aku berusaha menghindar karna terlalu malu untuk bertemu dengannya
"Amyra berhenti, jangan menghindar dariku amyra" teriaknya mengejarku
"Amyra kau kenapa menangis katakan padaku siapa yang membuatmu menangis hm" ucapnya setelah berhasil meraih ku dan menghapus air mataku
"Maafkan aku jen, maafkan aku, aku jahat padamu jen maafkan aku" ucapku menangis terisak
"Apa yang kau katakan amyra, jangan memanangis" ucap jen dan memelukku
"Aku jahat jen, akau jahat" ucapku
"Tidak amyra katakan padaku ada apa hmm" tanyanya dengan lembut
Aku yang luluh dengan kata" lembutnya pun menceritakan semua pada jen dari oemghianatannya sampai kejadian malam ini
Jen yang mendengarnyapun hanya tersenyum dan berkata
"Aku sudah tau amyra, tentang hubunganmu dan reihan" ucapnya
"Ba bagaimana mungkin?" Tanyaku bingung
"Tidak penting aku tahu dari mana, yg terpenting sekarang kau berhwnti menangis" ucapnya
"Ti tidak jen, mengapa kau tidak marah padaku, mengapa kau tidak membenciku, aku sudah jahat padamu jen" ucapku
"Karna aku mencintaimu amyra" ucapnya
"A aku merasa menjadi wanita yang paling buruk, aku sangat jahat jen aku tidak pantas untukmu" ucapku dan kembali terisak
"Syuuttt jangan berkata seperti itu, kau sangat baik amyra, hanya saja kau selalu kalah dengan kata-kata lembut, walaupun itu buruk tapi kau selalu termakn akan hasutan itu" mendengar itu aku semakin terisak
"Sudah cukup ayok, aku akan mengantarmu pulang, hmm" ucapnya, dan aku hanya mengganggukan kepala
Sebulan berlalu, aku sudah tidak pernah mendengar lagi kabar tentang Reihan dan Anisa,sedangkan jen ia sudah dipindahkan kerja ke kota ini, hubungan kamipun menjadi sangat dekat kembali, hingga suatu hari ia menemuiku
"Bagaimana kabarmu nona cantik?" Tanya jen ramah
"Alhamdulillah baik, kau bagaimana" tanyaku balik
"Alhamdulillah aku juga baik" jawabnya
"Hmm dilihat-lihat kau makin cantik amyra" ucapnya
"Masyaallah makasih" balasku malu-malu
"Kita jalan-jaln ke pantai mau?" Tanyanya
"Hmm ide yang bagus ayok" balasku
Kamipun pergi ke pantai, dengan menempuh perjalanan selama 25 menit kamipun sampai
Kami bermain di pantai, berselfi,jajan kuliner selama seharian itu, hingga senjapun datang jen berdiri disampingku
"Amyra" panggilnya
"Hmm iyya?"
"Kamu senang tidak dengan hari ini?" Tanya jen
"Tentu saja aku sangqt senang jen, bisa bwrmain disini,banyak jajanan kuliner, bisa bersennag-senang apalagi itu denganmu jen" ucapku dengan tersenyum bajagia
"Qku senang jika kau bahagia" ucapnya
Dan aku membalasnya dengan senyuman
"Qku ingin mengatakan sesuatu amyra"
"Hmm katakan saja ada apa?" Tanyqku dan menatapnya
Ia menggenggam tangaku dan berkata
"Maukah kau kembali menjadi kekasihku, menjadi rumah ternyaman bagiku, twmpat berkeluh kesahku, tempatku pulang, dan menajdi satu-satunya wanita yang akan kucintai setelah ibuku?" Tanyanya dan menatapku dengan penuh harao
Aku yang mendengarnya terdiam tidak bisa bwrkata-kata lagi
"Amyra bagaimna?" Tanyanya lagi
"Apa aku pantas untuk itu?" Tanyaku dengan mata yang sudah berair
" tentu saja kamu pantas amyra" jawabnya
"Tapi aku telah jahat...." kataku terpotong
"Tidak amyra kau tidak jahat, izinkan aku membimbingmu, menjagamu sampai akhir akhir hidupku. Kamu maukan amyra?" Ucapnya lagi
"Aku... aku..." ucapku terbata-bqta
"Jika kau tidak bisa tidak apa amyra, aku tidak akan emmaksamu" ucapnya kecewa
" tidak aku mau aku mau jen" ucapku dengan lantang
" bisa kau ulang kembali qmyra"
"Aku mau menjadi kekasihmu kembali jen" ucapku lantang
"Sekali lagi amyra"
"Aku mau menjadi kekasihmu kembali jen" teriak ku
Jen yang mendengarnya sangat senang dan memelukku dengan sangat bahagia
Suasana pantai yang indah dengan langit jingga menjadi saksi akan kebahagiaan jen dan amyra saat itu
Dari sini aku belajar, cinta yang tulus tidak akan pernah menyakitimu, melainkan akan menjagamu, dan membuatmu selalu bahagia. Jangan pernah meninggalkan seseorang yang benar-benar mencintaimu hanya demi orang yang pernah menyakitimu😊