Hari itu suasana di kantin sekolah pada waktu istirahat kedua terlihat lebih ramai dari biasanya. Bukannya menyerbu warung makanan yang berjejer disana, para siswa justru lebih antusias menyaksikan pernyataan cinta yang sedang dilakukan oleh seorang siswa kelas XI pada teman sekelasnya. Lelaki itu bernama Evan, entah apa yang merasuki pikirannya sampai ia tiba tiba menyatakan cinta pada gadis cantik bernama Anna yang sedang duduk tenang menyantap baksonya.
Dengan modal setangkai bunga mawar merah, Evan dengan wajah malu malu kucing mulai membacakan sebuah puisi romantis sebagai ungkapan cintanya pada Anna, gadis yang sudah diam diam ia sukai selama 2 tahun ini.
"Aku tak pernah berpikir mencintaimu, walau cuma sekejap.
Tapi yang terjadi tak ubahnya alur nasib yang terbalik.
Aku mencintaimu sejak kali pertama,
saat lembut sapamu terucap dan mata lugumu menggugat.
Tanpa kusadari lajunya, dua tahun sudah aku menunggumu.
Mengurungku dengan cinta satu-satunya.
Kubela tanpa harus aku bertanya-tanya.
Bukankah cinta memang tak pernah butuh alasan meski cuma satu huruf?"
Sontak saja semua orang yang sedang menonton di sana langsung tertawa tak percaya dengan pemandangan yang ada di depan mereka sekarang. Sungguh pemandangan yang kontras dan aneh karena seorang berandalan sekolah dengan gugup mengucapkan serangkaian kata indah yang disebut puisi itu pada gadis yang ia sukai. Anna hanya terdiam, dalam hati ia bingung sekaligus kesal karena menganggap ini hanyalah salah satu ulah Evan untuk merusak ketenangannya saat makan.
Cukup lama Anna tak merespon, sampai akhirnya Evan membacakan bait pantun yang menjadi tujuan utamanya menyatakan cinta pada Anna.
"Odong-odong ngebut di Jalan Baru
Ugal-ugalan nabrak tukang jamu
Sudah lama aku ingin bilang sesuatu
Mau dong, jadi pacar kamu"
"Ciee!!, neng cantik ayo mana jawabannya?!"
Semua orang langsung bersorak dan mendesak Anna agar segera menjawab lamaran pangeran yang dari tadi sudah setia duduk disampingnya dengan tatapan penuh harapan, mirip seperti seekor anjing yang sedang menunggu tuannya untuk segera memberinya makan.
"Maaf aku-"
Belum sempat Anna melanjutkan perkataannya, seorang lelaki dari kelas X atau adik kelas Anna tiba tiba menyela dan merusak suasana romantis di kantin tersebut dengan pernyatannya yang mengejutkan.
"Kak Anna adalah pacarku, jadi jangan coba coba untuk mendekatinya"
Lelaki tampan itu kini duduk disamping Anna dan merangkul pundaknya dengan posesif, ia melempar tatapan setajam pisau pada Evan yang telah berani mengganggu ketenangan Anna.
Jujur, Anna tidak tahu apa apa tentang hal ini. Joe hanyalah adik kelas yang kebetulan ikut ekskul PMR yang sama dengannya, dia tidak tahu lebih dalam tentang laki laki itu selain nama, absen dan kelasnya. Lalu mengapa Joe tiba tiba mengatakan hal ambigu di depan banyak orang seperti ini?, apa dia sudah kehilangan akal sehatnya?
"Joe, apa maksudmu? Aku bukan pacarmu!"
Anna melepaskan rangkulan Joe dan mendesaknya untuk segera meluruskan kesalahpahaman ini karena ia tidak mau teman temannya berpikiran yang tidak tidak. Evan yang kesal karena pernyataan cintanya gagal, langsung berdiri dan melempar tatapan tajam pada Joe seolah mengibarkan bendera permusuhan diantara mereka berdua. Joe yang mengerti hanya tersenyum santai lalu berdiri sebagai tanda jawaban ia siap meladeni Evan.
Sebelum itu ia menatap kedua netra Anna yang berwarna coklat itu dengan tatapan penuh cinta agar Evan semakin terbakar api cemburu.
"Jangan takut kak, aku janji akan melindungimu selama aku mampu karena kau adalah DUNIAKU"
Evan yang tersulut emosi, langsung memberikan bogem mentah ke wajah Joe sampai sudut bibirnya berdarah. Tak ingin situasi bertambah parah, Anna pun bangkit dan berusaha melerai mereka berdua.
"Sudah cukup!, ingat kita sedang ada dimana karena itu jangan buat keributan disini!"
"Tapi dia dulu yang memulainya Anna, dan aku tidak sudi kau berpacaran dengan lelaki bren*sek sepertinya!", ucap Evan dengan amarah yang meletup letup.
"Sudah kubilang aku bukan pacarnya!, kau juga kenapa malah memancing keributan disini hah?!", suara Anna kian membesar karena amarah dan rasa kesal yang tidak dapat terbendung. Ia menatap tajam Joe yang sekarang tengah mengelap darah di sudut bibirnya.
"Hah..., sekarang semuanya bubar!!"
Semua orang langsung patuh dengan perintah Anna dan segera berpencar meninggalkan TKP.
"Evan, kita bicarakan ini nanti dan Joe ikut aku ke UKS sekarang!"
Sesampainya di UKS:
"Dasar bodoh!, tidak ada gunanya kau memancing amarah Evan tadi"
"Sebenarnya apa yang kau pikirkan?, kenapa tiba tiba mengatakan hal tidak masuk akal seperti itu tadi?!"
"Membuatku semakin emosi saja!"
Anna mengobati luka di bibir Joe yang sedang duduk dihadapannya sambil mengomelinya habis habisan, Joe hanya tersenyum sambil menatap dalan wajah Anna, tidak terlihat raut wajah penyesalan disana, justru yang terlihat adalah tatapan kasmaran seorang remaja tanggung pada gadis yang telah berhasil mencuri hatinya.
"Lihat apa kau?, apa kau mau kupukul juga supaya pikiranmu kembali bekerja dengan normal?", omel Anna yang merasa risih dengan tatapan Joe. Sepertinya akan sulit bagi Joe untuk meluluhkan hati Anna karena ia termasuk tipe gadis yang tidak peka.
"Main sambung kata yuk kak?", tawar Joe karena ia semakin ingin menggoda Anna.
"Terserah", jawab Anna yang masih fokus mengobati Joe.
"I love you", ucap Joe dengan nada menggoda.
"I love you too", jawab Anna asal.
"Prove it, scream it to the world", Joe menggoda Anna agar meneriakkan kalimat tersebut pada dunia.
Tanpa diduga Anna malah membisikkan kalimat itu ke telinga Joe,"I love you"
Tak dapat dipungkiri, Joe berhasil salah tingkah dibuatnya. Ia pun menanyakan alasan kenapa Anna malah membisikkan kalimat tersebut padanya bukannya meneriakkannya.
"Because yo are my world", jawab Anna sambil menatap dalam kedua mata Joe. Cukup lama mereka saling memandang diselingi suara debaran yang hanya bisa mereka rasakan sendiri, sampai..
"Kak apa kau?-"
"Woy ayo buruan masuk!!, jam istirahat udah kelar dari tadi!!"
Teriak gadis bernama Elsa yang tiba tiba masuk mendobrak pintu UKS.
"Heh! kalian bukan mahram nggak boleh berduaan di satu tempat!!, ayo cepet keluar!!"
Note: Elsa adalah sahabat baik Anna (tidak punya akhlak)
___Tamat___