minggu pagi yang cerah, pancaran sinar mentari menembus jendela kamar brian, sinarnya membuat Brian terbangun dari tidurnya. Ketika membuka mata ia terkejut dengan penampakan di sekelilingnya, "duhhhh... nih kamar gue kenapa lagi?, gempa kali ya..." tampak dari raut wajahnya ia kebingungan karena kamarnya sangat berantakan, tidak berfikir panjang akhirnya brian bangun dari tempat tidurnya dan membersihkan kamarnya hingga bersih. tidak lama setelah itu brian menemukan sebuah foto dirinya dengan fatiyah ketika masih sekolah dasar bersama, ia mulai mengingat masa masa sekolah itu,, "kalau diingat-ingat..." tidak sempat untuk mengingatnya lagi, tiba-tiba bahu brian di tepuk oleh ibu,, "hey pagi-pagi udah melamun aja anak ibu, lagi lihatin apa sih" gumam ibu. seketika brian menyembunyikan foto yang ia temukan, "eh ibu bikin kaget aja, ian gak lihatin apa-apa kok bu." sambil menyembunyikan foto tersebut "yakin nih ian ga nyembunyiin sesuatu, yaudah kalau gitu yuk makan bareng." karena brian takut ibunya tau, foto yang ia temukan di simpan kembali olehnya. setelah makan, ia kembali ke kamarnya dan berencana ingin mengajak fatiyah jalan, fatiyah menyetujui hal itu dan mereka menghabiskan waktu bersama.
*taman bunga
sesampainya di taman bunga brian langsung menggandeng tangan fatiyah membuat fatiyah kebingungan (dalam hati fatiyah: nih anak tumben banget), tetapi fatiyah menghiraukan hatinya dan tetap berjalan untuk mencari tempat duduk, lalu fatiyah melihat kearah kanan dan menemukan tempat yang ingin mereka tempati,, "tuh di situ aja yuk..." sambil nunjuk tempat itu, "yaudah yuk" celetuk brian, lalu mereka berdua berjalan kearah tempat yang sudah di pilih, sampai di tempat itu mereka saling berbagi cerita dan di sertai tawa yang lembut. brian melihat tawa fatiyah dan seketika ia memikirkan beberapa kata di pikirannya,, ia ingin memberitahu fatiyah tetapi ia takut jika fatiyah akan menolaknya,, ia memutar otak dan terus berfikir bagaimana ia harus mengungkapkan isi kepalanya kepada fatiyah. beberapa menit kemudian ia mempunyai keberanian dan mulai melontarkan perkataannya,, "fatiyah,, aku fikir rasa ini sudah begitu lama aku pendam hingga sekarang aku baru berani untuk mengungkapkannya." belum habis berbicara fatiyah langsung memotong percakapannya,, "aku tau kok maksud kamu, aku juga ingin mengungkapkan apa yang kamu rasakan, maaf aku pendam rasa ini karena kita yang berbeda." seketika brian terdiam mendengar akhir kata fatiyah. "aku tau kok fat kita berbeda, tapi untuk kali ini beri aku peluang untuk ada dalam hidupmu... tidak lama itu fatiyah mulai mengeluarkan perkataannya,, "yan, dengan kita menjadi sahabat seperti ini kamu sudah menjadi bagian dari hidupku..." setelah berulang kali brian meyakinkan fatiyah tetapi hasilnya sama saja,, brian di tolak oleh fatiyah. lalu suasan berubah menjadi sunyi,, tidak lama kemudian fatiyah mengajak brian untuk pulang karena matahari mulai naik dari tempatnya. setelah mereka pulang tidak di sangka itu adalah pertemuan akhir mereka. berbulan-bulan berlalu sakit hati brian mulai menghilang dan brian mulai menerima bahwa fatiyah bukan lah untuknya. seminggu berlalu berian mendapatkan undangan pernikahan dari fatiyah bahwa ia akan menikah.