Pada suatu hari di perdalam desa hiduplah seorang petani tua tinggal seorang diri di rumah kayu di dalam hutan petani itu belum lagi mempunyai keturunan karena istri nya sudah lama meninggal karena di racuni seseorang petani itu harus bekerja walaupun dia sudah tua tapi dia harus tetap bekerja untuk menafkahi kebutuhan hidupnya pekerjaan petani itu mencari kayu-kayu untuk di jual nya ke pasar saat petani itu lgi asik mencari-cari kayu di dalam hutan tiba-tiba petani itu melihat sebuah mawar di sekitarnya itu di kelilingi oleh akar berduri beracun tapi yang aneh mawar itu tidak mati terkena akar beracun itu petani yang melihat kejadian itu terlihat kebingungan, dan karena petani itu kasian sama mawar itu petani itu pun pulang membawa Mawar itu kerumahnya sambil berkata: aku akan merawatmu seperti anakku sendiri sampai kamu dewasa dengan senang nya petani itu pulang saat sudah sampai di rumah petani itu meletakkan mawar itu di tempat khusus untuk si mawarKejadian yg sama pun terjadi ratu di kerajaan wolf baru saja melahirkan bayi laki-laki ratu sangat senang dengan kelahiran bayi laki-laki nya itu tpi yg sangat sedihnya bayi ini di tinggal pergi oleh ayahnya saat peperangan dan raja sudah berjanji untuk pulang melihat anaknya lahir tapi sang raja malah tewas di peperangan tersebut, Ratu sangat senang dengan bahagia sekali bisa melihat anaknya lahir dengan sehat dan Ratu berkata: syukurlah anakku kmu lahir dengan selamat akan ku beri nama Henszo nama ini aku ambil dari nama ayah mu dan bunda berjanji akan merawatmu dengan sepenuh hati dan semoga kmu kelak jadi anak yg ceria pandai selalu tersenyum dan tertawa gembira dan suka menolong orang lain itu harapan bunda buat kmu semoga saja ya Henszo...
2 Tahun kemudian...
Anaknya ratu sekarang tumbuh menjadi anak yang seperti diharapkan oleh sang ratu, Henszo tumbuh menjadi anak yang baik periang dan suka menolong orang lain sehingga penduduk desa Mencintai Henszo kecil ini Ratu sangat senang sekali dengan perbuatan anaknya ini...
Dan anaknya petani itu yg bersamaan lahirnya dengan anaknya ratu yg bernama Henszo sekarang tumbuh menjadi layaknya seorang manusia tpi yg anehnya dia nya ini masih kecil tpi sudah mempunyai paras yang sangat cantik seperti kembang desa padahal dia masih anak-anak dan pada suatu hari petani itu mau pergi bekerja petani itu selalu tidak lupa untuk menyirami tanaman Mawar miliknya setiap mau pergi bekerja dan petani itu berjalan menuju tempat si Mawar tersebut
saat petani membuka pintunya tiba-tiba petani itu...
....
*gluck
(suara pintu terbuka)
?!
K-kamu siapa!
kenapa kmu bisa ada di sini?!
*kaget dengan kebingungan*
Kata petani dengan kebingungan melihat tempat Yg tempati oleh mawarnya ada seorang anak perempuan tersebut
anak perempuan itu berkata...
jangan takut aku adalah Mawar merah yg kmu temukan di hutan saat 1Tahun yg lalu...
kata Anak perempuan tersebut dengan ramahnya...
petani itu terkejut dan kebingungan dengan jawaban anak perempuan tersebut dan petani itu menanya pertanyaan pada anak perempuan tersebut dan petani berkata...
be-benar kmu mawar merah yg saya temukan di hutan pas tahun lalu?
kata si petani tersebut...
dan anak perempuan itu menjawab pertanyaan petani itu dengan ramah...
benar saya sebenarnya emang Mawar yg kmu temukan itu...
jangan takut aku tidak akan menyakiti orang yang sudah merawatku seperti anaknya sendiri...
*anak perempuan tersebut memberikan senyumannya kepada si petani dengan ramahnya*
*petani tersebut juga membalas senyuman anak perempuan tersebut dengan memberinya senyumannya balik kepada anak perempuan tersebut dengan ramah*
*petani tersebut juga tidak lgi takut dengan adanya anak perempuan tersebut dan petani itu memberanikan dirinya untuk menanyakan apakah dia sudah mempunyai nama atau belum jadi petani itu berfikir dalam hatinya
dalam hati petani:
apa dia udah punya nama atau belum ya coba ku tanya anak perempuan itu deh...
dan petani itu menanyakannya kepada anak perempuan tersebut*
kata petani tersebut...
emm nak...paman mau nanya apa boleh?
dan anak perempuan itu menjawab...
ya paman mau nanya apa tanyakan saja...*dengan ramahnya*
petani itu berkata...
apa kmu udah mempunyai nama apa belum maaf ya paman cuman mau bertanya bukan bermaksud apa-apa...
anak perempuan tersebut menjawab...
saya?
saya belum punya nama paman klo saya mempunyai nama pasti saya sangat senang sekali... dan saya juga pengen sekali mempunyai keluarga seperti anak-anak yg lainnya...
*petani itu merasa kasihan kepada anak perempuan tersebut dan petani itu mempunyai ide buat mengadopsi anak perempuan tersebut untuk menjadi anaknya*
dalam hati petani:
kasihan anak perempuan ini apa aku adopsi saja anak ini jadi anakku sendiri biar aku gk sendiri lgi di rumah dan kasihan juga dia sendiri tidak mempunyai keluarga seperti anak-anak lainnya ya udah deh aku akan coba bicara padanya...
petani itu berkata pada anak perempuan tersebut...
hmm nak...
apa kmu mau jadi anaknya paman?
anak perempuan tersebut menjawab...
paman beneran mau jadi orang tuanya saya?
petani itu menjawab...
iya nak paman beneran lgi pula paman Juga tidak ada siapa-siapa di rumah dan paman juga kesepian gk punya siapa-siapa untuk di ajak berbicara jadi apa kmu mau paman adopsi jadi anaknya paman?
anak perempuan tersebut menjawab...
Mau paman aku mau jadi anaknya paman makasih ya paman udah mau mengadopsi saya jadi anaknya paman saya sangat senang sekali akhirnya bisa mempunyai orang tua seperti anak-anak lainnya saya sangat senang makasih ya paman paman baik deh...
*anak perempuan tersebut memeluk petani tersebut*
paman dengan senang hati akan merawatmu seperti anak paman sendiri paman janji...
dan mulai sekarang paman memberi nama kmu dengan nama Reverse kaninda sari dan mulai sekarang panggil paman dengan sebutan papa ya Reverse...*dengan memeluk anaknya tersebut dengan menangis bahagia*
Reverse yg menyadari bahwa petani itu menangis dan reverse berkata kepada papa nya...
papa?
papa kok nangis papa jangan nangis nanti Rev ikutan nangis udah ya pa papa jangan nangis lagi papa senyum dong biar Rev gk sedih liat papa gini
hehe iya Rev..
papa gk nangis lagi kok kmu tenang aja...
*petani itu memberikan senyumannya kepada Rev anaknya*