pada saat orang tuanya Kila pergi kedua saudari Kila yaitu Nabila dan Sofi mulai menyakiti dan menyuruh-nyuruh kila.suatu hari kedua saudari nya menyuruh Kila membersihkan rumah.
"hey Kila bersih kan semua rumah ini jangan sampai masih ada yang kotor" ucap sifia
sedang kan pada saat itu Kila sedang sakit.
"maaf kak, Kila gak bisa.kila lagi gak enak badan"(Lika)
"gak ada kata gak bisa.kau mau kita siksa ha?"(Sofia)
di keadaan seperti itu Lika hanya bisa pasrah dan mulai membersihkan seluruh rumah.setelah semua bagian rumah bersih Lika pun istirahat. baru beberapa menit Lika beristirahat dia di kejutkan oleh teriakan ke 2 saudarinya.
"Lika...,Lika...Bagun kau kenapa ini di meja makan tidak ada makan, kamu ini malas betul."(Nabila)
Lika yang mendangar apa yang kaka nya ngomong pun langsung bangun dan menghampiri Kaka nya lagi duduk di dpn meja makan.
"maaf kak,Lika kecapean jadi Lika tidur bentar"(Lika)
"GK ada kata capek buat kamu,kamu itu malas."(Sofia)
Kaka Lika yang bernama Nabila mulai menjambak rambut Lika.
"ampun kak, ampun"(Lika)
"gak ada ampun ampun kamu udh buat kamu kelaparan"(Nabila)
Nabila menarik rambut Lika cukup Kuat dan membanting Lika ke tengah sambil berkata "cepat buat kan kami makan!".
Lika pun mulai memasak untuk kedua saudari nya.pada saat masak Lika tidak sengaja menuangkan cukup banyak garam yang membuat makanan nya menjadi cukup asin.
" aduh garam nya kebanyakan lagi."walau pun begitu kedua saudari nya udh mulai memanggil Lika karena makanan yang Lika buat cukup lama.karena takut Lika pun memberikan kan makanan yang cukup asin itu ke 2 saudarinya
"Lika.... knp ini makanannya asin sekali."
" kamu sengaja yhh buat makanan asin."
"gak kak, aku GK sengaja." ucap Lika "bohong kamu.bilang aja kamu dendam sama kam."ucap sofia.pada saat itu Nabila sudah geram sama Lika dia mulai mendorong dan memukul lika.tidak sengaja Nabila memukul bagian belakang Lika dengan keras.lika pun pingsan dan lak kunjung sadar kedua saudari nya membawa Lika ke rmh sakit.setelah sampai nya di rmh sakit Lika di bawa ke UGD.kedua saudari nya menuggu di luar UGD.menunggu Beberapa saat dokter pun keluar dan menyatakan Lika telah meninggal dunia karena pembulu darah di bagian belakang kepalah pecah.kedua saudari nya pun kaget dan mulai ketakutan "gimana nih?" ucap Sofia "gak tau aku juga bingung."ucap Nabila."gimana cara kita kasih tau ayah sama ibu?"ucap Sofia."diam aku juga bingung jangan buat aku makin pusing mending kamu diam dulum."
setelah beberapa menit mereka pun mengabari orang tuanya "hallo, assalamualaikum pa Nabila mau kabari kalau adek meninggal."ucap Nabila sambil nangis sesenggukan.kadua orang tua mereka pun kaget dan segera kembali ke rumah mereka.setelah nya sampai di rmh mereka ayah ada ibu Lika pun menangis setelah melihat jasad lika.sehabis sholat zhuhur jasad Lika pun di semayan kan di TPU dakat rmh nya.
setelah semua kerabat dan saudara pulang ayah Lika bertanya pada kedua saudari nya tentang penyebab Lika meninggal
"Nabila, Sofia knp Lika bisa meninggal."ucap sang ayah.
"kita juga gak tau ayah.pas kami kemar Lika,Lika udh terjatuh di kamar mandi.kami udh berusaha bangunin tapi gak bangun bangun jadi kami bawa ke rumah sakit.pas sampai di rumah sakit dokter bilang Lika udah meninggal karena pembulu darah pecah."ucap Nabila sambi pura pura sedih.ayah nya pun percaya pada Nabila dan Sofia.
setela 1½ tahun berlalu hidup Nabila dan Sofia tidak tenang karena sering di ganggu oleh arwah Lika yang meminta mereka harus menyerahkan diri ke pihak berwajib atas apa yang mereka lakukan pada lika.
"eh Sofia kenapa ini aku sering di datangi Lika dan dia minta aku menyerahkan diri ke polisi."ucap nabila kepada Sofia.
"aku juga sering di datangi lika."ucap Sofia
"gimana nih aku takut banget apa kita menyerahkan diri aja."ucap Sofia
"gila yah kau aku gak mau di penjara."ucap Nabila
pada saat seperti itu mereka berdua mulai kebingungan dan mulai stres.sampai pada suatu saat Sofia sudah tidak sanggup hidup di bawa bayang bayang Lika akhirnya Sofia menyerahkan diri ke pihak berwajib dan menceritakan apa yang tejadi pada Lika hingga bisa meninggal.
tidak menuggu waktu lama Nabila pundi jemput pihak berwajib di rumah mereka sendiri dan di kenakan hujan penjara 5 tahun penjara.