Irfai atau fai, cowok yang menjadi incaran cewek cewek di sekolah nya karna memiliki paras yang lumayan namun ia malah merasa dirinya itu jelek.
"Fai, mana cewek mu fai? Ngga ada ada nah cewek mu kasian. " Ujar Bagas tiba tiba membuat fai sedikit tersentak.
"Apa aih kamu tiba tiba betul nah, ada cewek ku tapi nanti. Ngga tau kapan. " Jawab fai sedikit kesal.
"Alah bohong saja kamu nih, ngga percaya aku. Sejak kapan pula kamu punya cewek, ga bakal HAHAHAHAHA" Tambah Bagas disusul tawa teman teman nya.
Dretttt. . Drettttt (bunyi telfon)
"HP siapa itu coy? Mamak siapa sudah itu. " Celetuk Gara sedikit mengejek.
📞halo nay. . (Jawab fai setelah mengangkat telfon tersebut)
📞engga nay, aku free. Kamu mau ditemenin kah?
📞oke, nanti aku telfon langsung kalo sudah dirumah ya. Dadahhh....
"WEHH WEHH NGERI KALII KAU, SAPA ITU BINIAN MU" Ucap Bagas sambil merampas HP Fai tanpa izin.
Fai yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya pasrah karena itu sudah seperti tradisi di tongkrongan nya, siapapun yang dekat dengan cewek maka akan dikepoin atau di cenge cengein. Gara dan teman-temannya tidak ikut diam melaikan langsung mendekat ke arah Bagas berharap mendapatkan sesuatu yang menarik. Dan benar saja. .
"Behhh ngeri nya, dekat sama anak SMP kau? Om pedo kau fai" Ucap Gara setelah melihat foto cewek yang kini dekat dengan Fai.
"Mata kau, anak SMA itu. Yakali aku dekat sama anak SMP, mikir mikir juga aku. " Jawab fai sedikit ngegas.
Tak terasa jam sudah menunjukkan jam 01.00 wita, mereka pun bergegas merapikan barang yang mereka bawa dan langsung pamit untuk pulang dari tongkrongan mereka.
Sesampainya Fai dirumah ia menemukan ayah, ibu serta adik laki laki nya yang bernama haikal. Setelah bersalaman dengan keluarga nya ia langsung pamit untuk kekamar dan beberes,tiba tiba ia mendengar bunyi telfon dari HP nya.
DRETTT DRETTT. . DREETTTT. . DRRETTT
📞halo nay hehehe
📞aku pikir kamu sudah tidur tadi hehe
📞kamu mau cerita apa? Atau kamu mau apa??
Tak terasa telfon tersebut bersambung sampai jam 05.00 wita, ntah apa yang mereka bahas namun percakapan itu membuat kedua nya saling salting. Cinta monyet di masa SMA itu sedang di terjadi mereka berdua.
Keesokan harinya Fai dikejutkan dengan alarm nya yang berbunyi menandakan ia sudah hampir terlambat. Alarm tak kunjung berhenti ia pun akhirnya terbangun dan langsung melihat jam, betapa terkejut nya ia melihat jam sudah menunjukkan 06.30 wita. Ia pun langsung bergegas untuk bersiap diri dan turun kebawah kearah teras rumah nya untuk menyalakan motornya, setelah motor nya nyala ia langsung menjalankan motornya ke arah sekolah.
Tepat didepan sekolah ia dicegat oleh anak osis yang menjaga pagar "eh ehhh stop stop ini sudah jam berapa kamu baru datang? Ga ingat ini hari apa? Hari senin. Sana kamu menghadap pak roby" Ucap anak osis itu tegas.
"Malasnya, kenapa juga harus telat. Alarm itu ga beres ku liat, baru bunyi jam setengah 7 apa ga terlambat aku" Ucap Fai kesal pada alarm nya.
Sesampainya ia dikelas sesudah menjalankan hukuman yang diberikan guru, ia langsung duduk dan membuka HP nya untuk melihat tiktok.
TINGGG.. (notifikasi chat dari seseorang)
"Nay : Fai aku mau ke tempat mu. "
Fai yang membaca isi dari notifikasi tersebut dibuat terkejut lantas, cewek yang ia suka akan menghampiri nya. Ia langsung mencari dua teman nya yaitu Bagas dan Gara,
"GAR GASSSS OIIIII, NAY MAU KESINI COOOOOO KEK APA INIII" Ucap nya panik.
"Ha? Apaan? " Ucap Gara dan Bagas bersamaan sebab mereka dibuat bingung dengan sikap Fai yang tiba tiba ini.
"NAY SI NAY MAU KESINI" Ucap Fai sedikit teriak pada teman nya.
Keesokan hari nya, tepat tanggal 8 Oktober 2023 mereka bertemu di sebuah taman yang cukup terkenal dikalangan remaja. Fai maupun Nay sama sama gugup sebab ini adalah firstime mereka bertemu setelah wacana yang mereka buat selama ini, sambil menunggu Fai hanya bisa celingak celinguk melihat sekitar. Tiba tiba....
"Haii?? Hehe udah lama ya? " Ucap cewek yang baru saja menghampiri nya.
Fai cukup tersentak sebab ia daritadi hanya melamun dan dikejutkan oleh sapaan cewek yang baru saja datang.
"Eh halo juga haha, ngga kok baru aja datang" Ucap Fai berusaha untuk tidak ingin membuat Nay khawatir karna ia sudah hampir sejam menunggu.
Setelah bertemu mereka akhirnya memilih untuk berkeliling sambil mengobrol santai, saat sedang berjalan Fai tiba tiba berhenti karna melihat dua orang teman nya. Nay yang merasa bahwa Fai tiba tiba terhenti pun langsung menanyakan apa yang terjadi?
"Fai? Kenapa? Kamu mau duduk dulu kah? " Tanya Nay yang melihat Fai masih melamun namun juga terkejut.
"Ha? Ohh engga engga ayo lanjut lagi" Ucap Fai sambil menarik tangan Nay menjauh dari taman.
Tepat didepan kedai kecil Fai berhenti dengan posisi tangan yang masih menggenggam erat tangan Nay, ia lakukan hal itu tanpa ia sadari dan tak kunjung ia lepas. Nay yang mendapatkan perlakuan tersebut justru tak menegurnya melainkan salting tak tertolong.
Hari menunjukkan pukul 16.00 wita, mereka berdua pun berniat untuk pulang bersama. Setiap bangunan, tiap pohon dan mobil yang mereka lewati dengan ngobrol ringan diiringi dengan senyam senyum mereka berdua, benar benar seperti remaja kasmaran. Tak sadar mereka sudah sampai dirumah Nay, Nay pun pamit untuk masuk ke dalam rumah begitupun Fai yang pamit untuk pulang.
"Duh duh duhhh ganteng banget ga kuat, untung nya aku ga salting depan dia atau mungkin udah ya?? Aduhhh aku freak ga sih tadi?? Menye menye ga sih?? " Ucap Nay setelah bertemu dengan Fai, ia sangat bingung dan juga takut akan tingkah nya saat ketemu tadi. Banyak sekali hal yang ia pikirkan namun hal itu hanyalah pikiran negatif.
Disisi lain Fai yang baru saja sampai rumah dikejutkan oleh dua teman nya yang sudah berada di depan televisi.
"FAIIIIIIIIIIIIIIII AKHIRNYA DATANG KAU, lama kali kita tunggu, kau sama siapa tadi?? " Celetuk Gara ketika melihat Fai yang baru saja membuka pintu rumah nya.
"Gimana lah itu gimana? Nay kah itu? " Tanya Bagas pada Fai.
"Iya itu Nay kah? Kok gitu gendut? “ Ucap Gara sedikit merendahkan.
"Maksud nya? " Tanya Fai sambil natap Gara tajam.
"Ya aku liat dia gendut gitu nah " Jawab Raga santai.
Fai yang mendengar pun marah dan hampir saja terjadi berantem antara Gara dan Fai namun dicegat dengan cepat oleh Bagas.
"Bahh udah bahh, gausah gelud karna itu aja" Ucap Bagas pada mereka berdua.
"Itu aja?? Kau pikir aja, body shamming itu namanya. Ga sopan ngebahas body" Jawab Fai tegas.
"Fakta aja lah kita Fai, kau pun sama kan berpikir kayak gitu" Jawab Gara santai.
Dretttt... Dretttt... (Bunyi dering telpon diantara mereka)
"Telpon sapa tu? Ayang sapa telpon"
Ucap Gara.
"Bukan aku" Ucap Bagas sambil melihat Fai yang ikut menggelengkan kepala.
Merekapun terheran suara dering telfon siapa itu? Mereka bertiga pun lantas melihat sekitar dan benar saja di situ sudah ada Nay yang ternyata mendengar percakapan mereka tadi.
Keesokan harinya Fai yang baru saja bangun tidur langsung membuka HP dan benar saja Ia sudah mendapatkan pesan yang sangat panjang dari Nay.
'Fai maaf ya kalau aku ternyata ga sesuai ekspetasi kamu ataupun temen kamu. Aku ga secantik mantan kamu ataupun temen mu yang cewek, tapi bukan berarti aku bisa dijelek jelekan seperti itu bukan? Aku juga manusia yang memiliki perasaan fai, aku tau itu kenyataan dan aku sadar sama diri aku sendiri namun ngga gitu juga. Mungkin sampai disini aja aku dan kamu, aku ataupun kamu sepertinya ga bakalan jadi kita. Ntah nanti seperti apa itu hanya Tuhan dan takdir yang mengetahui nya, aku hanya mengikuti alur jika itu buruk maka akan ku ubah begitu pula jika itu baik maka aku akan tetap mengikuti alur itu. ' isi pesan nay buat fai.
Setelah membaca ia pun langsung bangun dari tidur nya dan bergegas mengambil kunci motor untuk kerumah nay, namun hasil nya nihil. Nay tidak ada dirumah, ntah ia dimana. DRINGGGGG DRINGGGG (bunyi telfon)
'Nay di pantai senjana' ucap orang tersebut, Fai tersentak saat mendengar sebab kenapa orang itu mengetahui keberadaan nay? Siapa orang itu? Banyak sekali pertanyaan yang terlintas dikepalanya namun itu tak ia pikirkan terlebih dahulu, sekarang ia harus cepat menghampiri nay ditempat yang sudah diberi tahu oleh stranger. Saat tiba di pantai Senjana ia melihat sosok perempuan yang sudah duduk di tepi pantai menatap indah nya senja, Fai yang melihat pemandangan itu dibuat terpana sebab keduanya sama sama indah. Ia pun langsung berlari menghampiri nay dan sesampainya ia disana.
"Nay.... A akuu.. Aku minta maaf nay" Ucap nya sambil terengah-engah.
"Fai? Kok kamu bisa disini? Darimana kamu tau aku disini fai? " Tanya nay heran sebab ia tak memberitahu siapapun kalau ia berada disini.
"Nay aku minta maaf nay, aku ga berpikir seperti itu. Aku nerima kamu apa adanya aku juga ada kurang nya nay, kita bisa saling melengkapi" Ucap Fai tak menggubris semua pertanyaan yang dilontarkan nay padanya.
"Tapi... " Celetuk nay ingin protes namun dipotong oleh fai.
"Ga nayy, aku ga pernah nganggep kamu kayak gitu. Aku senang kamu bisa nerima aku apa adanya, aku senang kamu mau dengerin keluh kesah ku semua, aku senang bisa sama kamu nay." Lanjut fai sambil menggenggam tangan nay erat seperti ia benar benar takut kehilangan perempuan didepan nya ini.
"Tapi kalo aku bertahan, aku takut kamu sakit hati dan akupun bakal sakit fai. Kita sama sama bakal sakit. " Ucap nay lembut sambil perlahan melepaskan genggaman itu.
"Engga nay ga gaaa, jangan di lepas jangannn. Aku gamau kehilangan kamu nay, aku disini sendiri nay. Aku sakitt nay aku sakit" Ucap fai sambil berkaca kaca, ia sudah benar benar tak bisa membendung air matanya itu sehingga lolos lah air mata tersebut di pipinya.
"Sutt jangan nangis, kamu bisa sembuh fai. Aku yakin, kamu kan keren dan hebat?? Katanya kuatt kenapa nangis haha. " Ucap nay panik namun masih terdengar lembut sambil mengusap pipinya
"Aku takut nay, setelah ini aku gabisa liat kamu lagi. Aku takut kita jadi asing, jangan pernah bilang kalau aku sama kamu gabisa jadi kita. Aku yakin bisa nay aku yakin" Ucap fai berusaha meyakinkan nay dan ntah kenapa ia sangat panik akan kehilangan perempuan ini.
"Udahh ayo kamu pulang, ini sudah mau magrib. Aku akan pulang kerumah ku dan begitu pula dengan mu, mari berdiri lah jangan seperti ini. " Ujar nay sambil berusaha membantu fai berdiri.
Setiba nya ia dirumah, fai merasa bahwa ia sudah tak bersemangat dalam menjalani hari namun ia kembali mengingat adik serta keluarga kecil nya yang membuat ia mau tidak mau kembali berusaha agar terlihat kuat. Sedangkan nay ia hanya bisa merenung kan semua perkataan fai padanya saat dipantai tadi. Keesokan harinya, fai maupun nay memutuskan untuk kembali bersama dengan versi yang lebih baik. Mereka sama sama berjanji untuk berusaha menjadi lebih baik dan saling mengobati sakit satu sama lain.