Beranjaknya usia kini anak yang dulu kecil dan mungil telah tumbuh dewasa,dengan keberagaman tanya yang selalu datang menghampiriku.Sebenarnya apa yang telah terjadi?sejak kapan ini semua terjadi? pertanyaan itu selalu mengisi kepala yang tak pernah terhenti.
Tumbuh dilingkungan yang serba berkecukupan memang tidak mudah,ketika apa yang diinginkan hanya menjadi sebuah khayalan,dimana kita harus berproses lebih untuk menggapai apa yang kita harapkan walau terkadang menemukan kegagalan dan kekecewaan.
3 Agustus tepat genapnya umurku menginjak 23 tahun,yang dimana teman teman sebayaku sudah menempuh hidup baru dengan keluarga dan ada juga yang sukses dengan pencapaiannya, sedangkan aku?hanya begini begini saja.yeeeaahhh...itu terdengar menyakitkan tapi skenario hidup ini harus terus aku lanjutkan.
Dalam sebuah keluarga aku berperan sebagai "last child last hope",yang artinya anak terakhir dan harapan terakhir bagi keluarga.Jujur kata kata sibungsu yang manja membuatku muak karena apa yang aku dapatkan tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan,aku yang tidak tahu harus bagaimana,tiba tiba menjadi sosok yang menjadi tumpuan keluargaku karena kakak kakak ku yang tidak bisa mengangkat dan merubah derajat perekonomian keluargaku.Jujur,aku tidak keberatan dengan itu, melainkan ambisiku menjadi mengebu gebu untuk bekerja dan berusaha mewujudkan apa yang dicita-citakan mereka semua, sebuah kepercayaan yang harus ku jawab dengan sebuah pembuktian bahwa "Aku bisa".
Kesana kemari mencari cari secercah rejeki kujalani, bekerja dengan sebuah tekanan dan tuntutan yang tidak tahu pasti kapan ini akan berakhir.Menyerah?mungkin ingin sekali ku katakan tapi setiap kali aku memikirkannya, selalu ada bayangan yang memintaku untuk bertahan walaupun menyakitkan.
Aku memang tidak terlalu dekat dengan keluargaku,terutama ayahku.Tetapi apa yang beliau katakan padaku akan selalu menjadi pegangan hidupku, apalagi mengenai lingkungan kerja yang belum cukup pengalamanku dalam menjalaninya.Mendapatkan lingkungan kerja yang sehat serta pemimpin yang bisa memanusiakan manusia itu cita cita bagi semua orang termasuk diriku.Yeahhh...walaupun gaji yang di dapat cukup besar tapi kalau lingkungan kerjanya toxic,aku rasa aku tidak menginginkan itu.
Mungkin pada fase ini banyak dari sebayaku yang kurang beruntung dalam mendapatkan pekerjaan.Problematika yang tidak kita tahu tetapi kita yang harus menanggungnya, seperti halnya pribumi yang menjadi babu di negaranya sendiri.Ohhh...pemandangan yang cukup memprihatinkan, sepintas andai saja aku menjadi pemimpin negara ini, ingin sekali kuputar sistem pekerjaan yang memprihatinkan ini.
So.. mungkin ini alasan mengapa negara kita tidak maju,tapi yaa.. sudahlah itu bagian dan tugas tugas mereka yang duduk dibangku yang mewah itu.
Hahaha aku ingin sekali sukses, terlalu banyak hinaan yang harus kubayar dengan kesuksesan.