Inilah cerita ku pada saat masa pandemi aku masuk kelas 7 SMP dimana aku pikir di masa SMP ku masa yg bahagia ternyata tidak aku tidak menemukan kebahagian satupun.
waktu SD aku anak yg paling ceria membuat suasana pagi menjadi tertawa dan penuh semangat untuk teman teman ku aku sering disebut pelawak oleh teman teman ku di SD aku selalu membuat suasana yg tadinya tegang menjadi adem karena sikap ku yg suka menghibur.
Tiba dimana aku berada disekolah menengah pertama ya itu SMP pada saat itu sekolah di tiadakan sehingga aku belajar dari rumah secara online karena ada pandemi
Tibalah dimana sekolah mulai dibuka kembali banyak sekolah yg sudah memperbolehkan murid nya untuk belajar secara offline ,aku pikir akan seru ternyata tidak pada saat masuk sekolah awal aku sudah dikecam dan mendapatkan bully an dari temen sekelas ku, tak hanya siswa perempuan saja begitupun juga siswa laki laki
Entah mengapa di SMP aku menjadi murid yg sangat pendiem seperti bukan aku sendiri.setiap harinya aku hanya diam dikelas tidak mempunya teman satupun semua menjauh tidak mau berteman dengan aku.sampai sampai mereka mengejeku bahwa aku bisu tidak mau bicara sedikit pun
Setiap ada kelompok mereka tidak pernah memasukan aku dalam kelompoknya padahal aku sudah berbicara SM mereka untuk memasukan aku dalam kelompoya tapi tidak pernah ada respon Sama sekali Dari mereka itu membuat ku sedih
Pada saat Budi pekerti aku duduk dibarisan awal ternyata aku tidak sadar bahwa dibelakang ku temen ku sedang mengerjaiku mereka menaruh batu dan diikat kejilbabku dan bodohnya aku, aku tidak sadar mereka menjahili aku aku sudah pergi ke kantin kamar mandi dengan dilihatin banyak orang batu yg menempel dijilbabku beruntung nya temen SD ku langsung gercep bantuin aku melepaskan batu yg ada dijilbabku karena itu diikat mati terpaksa talinya harus diputusin agar bisa ngelepasin batunya aku sangat kesal dan marah aku ingin menangis jika mengingatnya aku benar benar malu menanggung semua ini
Tak hanya itu masih banyak perlakuan mereka yg se enak nya aja dengan aku bahkan jika diingat lagi, saat aku berada dikelas yg tadinya aku didudukin didepan tiba tiba guru menyuruku untuk Duduk dibelakang ternyata murid laki laki tidak suka aku duduk dibelakang mereka melempar kertas yg digulung menjadi bulat ke kepalaku beberapa kali karena aku tidak merespon, mereka malah melempar buku tulis ke kepalaku aku mau nangis tapi aku harus tahan itu aku ga sanggup sampai kapan aku harus menahan bully an dari mereka aku cape aku lelah hal itu membuat ku jadi males untuk kesekoalh karena aku ga sanggup kalau harus ketemu mereka dan bully aku terus
Sebenarnya masih banyak lagi cerita nya cuman aku persingkat aja karena aku males buat inget kejadian itu lagi any way maaf klu tulisan nya rada typo soalnya sambil nangis hehe, paling gabisa klu udh bahas masa SMP ku masa dimana aku ga mau ngulang itu lagi dan aku di bully kelas 8 SMP yaw sekarang aku dh kelas 1 SMA jadi Sekian terima jaekyung...