Karya Nazwa Alya Nandhini
Aku sangat menyayangimu sahabatku vampir yang baik dan keren… (Antoniyo James Moriarty)
Namaku adalah Nazwa Alya Nandhini ini cerita pengalamanku didalam mimpiku sendiri tentang aku dan antoniyo dalam persahabatan kami berdua. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan cowok ganteng, baik, dan keren… Aku dan antoniyo berbeda aku adalah manusia sementara antoniyo vampir umurku waktu itu 14 tahun sementara antoniyo waktu itu sudah berumur 15 tahun. Kami waktu itu sekolah waktu aku SMP kelas 7. Walaupun kami berdua berbeda tapi, kami saling menyayangi satu sama lain. Ini dia ceritanya.
Sahabatku yang Terbaik dan Keren
Hariini adalah hari senin saatnya aku berangkat ke sekolah. Seperti biasanya, aku bangun jam 05.00 pagi setelah itu mandi, berpakaian rapi dan bersih, juga memakai sepatu, setelah selesai semuanya aku melihat jam dihpku ternyata sudah jam 06.00 aku langsung keluar dari kamarku menuju ruang meja makan untuk sarapan pagi bersama mama dan papa. Aku cepat cepat makan dan aku takut terlambat ke sekolah.
Jam setengah tujuh aku berangkat ke sekolah seperti biasanya juga, aku diantar bersama papaku naik sepeda motor. papaku kerja pulangnya jam 09.00 malam. Aku tidak lupa berpamitan kepada mama dan papaku mencium tangan mereka berdua,
juga. Mamaku berpesan padaku
“Jaga dirimu baik-baik ya. Belajarlah yang rajin di sekolah Untuk mencapai cita-citamu…”
“iye mama”
Assalamualaikum…”
“Waalaikumsalam …”
Akhirnya, aku Sampai di sekolah juga. Aku langsung turun dari sepeda motor papa. Dan tidak lupa berpamitan kepada papaku juga. Papa juga berpesan padaku.
“Jadi anak yang pintar di sekolah ya. Patuhi semua peraturan guru di sekolah.”
“iye papa. Assalamualaikum…”
“Waalaikumsalam… ”
Saatnya, aku buru-buru masuk ke dalam kelas, untung saja bel sekolah belum berbunyi lagi. Aku langsung duduk di kursi, aku duduk sebangku dengan Ajenk. Semua teman-temanku menyapa aku pagi ini. Dan Alhamdulillah hari ini aku tidak terlambat datang ke sekolah.
“Selamat pagi Nazwa, Apa kabarmu pagi ini” sapa Ajenk
“Selamat pagi juga jenk, Kabarku hari ini baik-baik saja. Bagaimana dengan kamu?”
“Aku juga baik Nazwa”.
Tak berselang lama kemudian Bel masuk berbunyi teeett… teeeet… teeeet…
Semua murid langsung duduk di bangkunya masing-masing, hari ini pelajaran Bahasa Indonesia diajarkan oleh Bu Mia guru yang baik hati wali kelas kami semuanya.
Ketika itu, bu Mia sudah masuk kedalam kelas, dan seperti biasanya menyapa murid-muridnya pagi ini.
“Selamat pagi Anak-anak ibu semuanya. Apa kabar kalian semuanya hari ini? Apakah kalian semuanya masih tetap bersemangat untuk belajar hari ini?”
Murid-murid menjawab semuanya termasuk aku juga “Selamat pagi juga bu, Kami semuanya baik bu, Ya Bu, kami semuanya masih tetap bersemangat untuk belajar hari ini buuu…”
Dan setelah itu sebelum pelajaran pertama bahasa Indonesia dimulai oleh ibu Mia,. ibu Mia ingin
menyampaikan sesuatu kepada kami semuanya.
“sebelum kita memulai pelajaran kita, ibu ingin menyampaikan kepada kalian semuanya bahwa kita kedatangan murid baru di sekolah kita, dan ia juga sekelas dengan kita semuanya, ibu akan memperkenalkan murid barunya ya. Tolong Silahkan masuk nak!!!”
Baru Pertama kalinya, aku dan teman-temanku kedatangan murid baru di sekolahku, aku dan teman-temanku sangat penasaran siapa murid baru itu?
Ketika itu, murid baru itu langsung masuk ke kelasku dan apa yang terjadi?. Aku dan teman-temanku terbelalak melihat wajah cowok ganteng itu, dan benar cowok itu sangat ganteng sekali. Aku melihatnya dari penampilannya yang sangat keren. Ciri-cirinya: Badannya yang tinggi dan berisi, matanya yang berwarna bulat hitam juga tajam dan jernih, kulitnya yang berwarna putih pucat sekali seperti orang sakit, rambutnya yang berwarna hitam yang keren, ia memakai seragam sekolah putih putih, ia memakai sepatu hitam yang keren, tasnya berwarna hitam, dan jam tangan berwarna putih. Itu adalah ciri khasnya dari penampilan cowok yang ganteng…
Dan ia langsung memperkenalkan dirinya di depan kelas.
“Selamat pagi semuanya, perkenalkan namaku antoniyo, aku adalah anak baru di kelas ini, salam kenal semuanya”. dengan tatapan matanya yang agak sedikit tajam dan juga sikapnya yang sangat dingin. Membuat para murid murid agak sedikit tidak ingin berteman dengannya. Tapi, itu sama sekali tidak masalah bagiku, aku tetap saja akan berteman dengan siapapun termasuk cowok ganteng itu.
Setelah itu, Bu Mia mempersilahkan antoniyo untuk duduk di bangku paling depan meja kanan, tapi antoniyo tidak mau duduk disitu ia langsung memilih untuk duduk di sebelah aku. Entah kenapa dengannya, aku juga sangat heran dengannya, dari mulai sikapnya yang sedikit dingin.
Ketika itu langsung Bu Mia memulai pelajaran Bahasa Indonesianya. Dan Bu Mia memberikan tugas kepadaku untuk mengerjakan halaman 23-24 saja.
Saat aku sedang mengerjakan tugasku aku melihat antoniyo di sebelahku menatapku dengan tatapan matanya yang tajam yang membuat tanganku agak sedikit gemetar ketakutan. Ia terus memperhatikan aku?. Aku langsung memfokuskan saja pada tugasku, aku mencoba untuk tidak melihatnya, seketika itu, aku melihatnya lagi ternyata ia berhenti melihatku dan ia rupanya sedang mengerjakan tugasnya. Dan tanganku sudah tidak bergetar lagi. Akhirnya, aku agak sedikit lega.
Setelah tak berselang lama kemudian Bel istirahat berbunyi teeett… teeeet…
Semua teman-temanku termasuk aku mengumpulkan tugasnya tadi dan menyerahkannya kepada Bu Mia. Dan kami semuanya keluar dari kelas untuk beristirahat. Saat aku sudah diluar kelas aku melihat cowok ganteng dan dingin itu lagi berdiri bersandar dekat tembok kelas lain sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya. Aku sangat kasihan padanya tidak ada yang mau mengajaknya ke kantin sekolah. Aku langsung saja menghampirinya
Dengan agak sedikit ketakutan. “Hai antoniyo!”
“Hai juga.”
“perkenalkan namaku adalah Nazwa Alya Nandhini panggil saja aku alya.”
“Alya, hmm… baiklah. Aku antoniyo james moriarty panggil saja aku antoniyo.”
“Oh iya, kamu mau ikut aku ke kantin gak? Sekalian kita lihat-lihat, lingkungan sekolah kita ini biar kamu tahu.”
“Boleh, aku juga ingin melihat-lihat lingkungan sekitar sekolah ini.”
Dengan wajahnya yang sedikit pucat dan sikapnya yang sedikit dingin.
Kami Sampai di kantin dan duduk di sana. Aku sangat senang sekali baru pertama kali ini aku melihatnya. aku terus menatapnya dengan melamun. karena kegantengannya.
“Hei… Alya apakah kamu baik baik saja? Alya… Alya…”
“Ya, antoniyo Aku baik-baik saja.”
“Kalau kamu baik-baik saja kenapa kamu melihatku Sampai seperti itu sangat aneh?”
“kenapa kamu bilang begitu antonyo. Aku mau sekali berteman denganmu apalagi aku mau menjadi sahabat kamu”
“Ya, karena kamu lihat sendiri semua teman-teman kita menjauhi aku karena, melihat sikapku sedikit aneh. Itu yang membuat mereka semuanya menjauhiku dan tidak mau berteman denganku. Benarkah kamu mau menjadi sahabatku Alya?”
“biarkan saja mereka seperti itu, mereka sudah terbiasa seperti itu. tidak usah pedulikan mereka. Iya antoniyo, aku mau sekali menjadi sahabat kamu…”
“Baiklah, sepertinya kamu orang yang pertama kali yang mau menjadi sahabatku dan juga sepertinya kamu adalah orang yang pertama kali yang tidak takut terhadapku. Apakah kamu yakin mau menerima aku apa adanya di kehidupanmu? Mau diriku itu hantu, monster dan lainnya gitu.”
“Iya antoniyo aku akan selalu menerima diri kamu apa adanya siapapun kamu, darimana asalnya kamu aku tetap menerima kamu apa adanya, aku tetap menjadi sahabat terbaikkmu, antoniyo…”
Aku dan antoniyo menjadi sahabat terbaik akhirnya. aku sangat bahagia dan nyaman berada di dekat antoniyo.
Setelah itu, aku memesan makanan di kantin, aku lapar sekali.
“Bu, saya mau pesan roti satu sama susu coklat satu ya bu.”
“Iya, Sebentar ya nak” kata bu kantin
“Iya bu.”
Antoniyo terus memperhatikan aku dari tadi Aku sangat malu terus diperhatikan olehnya.
“Kamu kenapa sih selalu memperhatikan aku terus dari tadi gak ada bosan-bosannya dari di kelas tadi Sampai disini…”
“Karena, aku suka melihatmu kamu aja. Lagian, bukannya tadi kamu perhatikan aku juga. Dan sekarang giliran aku lagi yang perhatikan kamu.”
“Serah kamu saja deh… Aku bosan banget sama kamu.”
“Jangan gitu dong, aku cuman bilang saja. Sebenarnya, aku tadi itu cuman pura pura gak tahu aja. Dan kamu sekarang ngaku aja, Kalau kamu tadi ngelamun ngelihat aku karena aku ganteng kan?”
Aku seketika terkejut mendengar ucapan antoniyo tadi aku berpikir kenapa dia bisa tahu kalau aku melihat dia itu tadi Sampai ngelamun karena dia ganteng.
Aku pun akhirnya menjawab pertanyaan antoniyo.
“Iya aku ngaku deh… Aku tadi ngelamun karena, aku ngeliat kamu ganteng. Sampai wajahku memerah.”
antoniyo pun tersenyum sambil memegang pipi kananku yang memerah itu.
Sampai saat pulang sekolah tiba-tiba hujan deras
antoniyo melamun Memandang hujan itu
”antoniyo mandi hujan-ujan yuk pasti seru
(ini anak kenapa lagi)”
aku Panggil-Panggil antoniyo tapi antoniyo tidak mendengarkanku
”Oh gitu ya” lalu aku menarik tangan antoniyo ”makanya jangan kebanyakan ngelamun"
”(Aku sangat senang banget bersahabatan dengan antoniyo aku berharap aku dan antoniyo bisa bersahabat selamanya dan semoga aku dan antoniyo bisa bersama terus.)” ucap ku dalam hatiku