Sore itu, langit tampak gelap. Setelah sebelumnya matahari begitu terik seakan siap membakar seluruh isi bumi. Tak lama, angin berhembus lembut membelai helaian rambutku yang terurai. Aku pun mendongak, kemudian menyapu sekeliling melihat suramnya situasi kala itu.
"Sepertinya akan turun hujan," gumamku. Menebak hal yang selanjutnya akan terjadi, sebab angin lembut yang sebelumnya menyapu kulit kini berubah kencang hingga menutup kasar jendela kamarku yang sebelumnya terbuka lebar.
Segera aku beranjak dari tempat tidur untuk menutup tirai sekaligus mengunci jendela kamar yang terus dihantam angin. Tepat ketika aku hendak meraih tirai berwarna biru kesukaanku, mataku menangkap sosok berbadan tinggi besar, dengan kulit hitam legam, serta kedua bola matanya yang semerah darah menatap tajam ke arahku. Tak hanya itu, rambutnya yang gimbal ditambah tanduk di kedua sisi kepalanya, sosok tersebut berdiri di seberang jalan sana dengan mulut yang menyeringai.
Sejenak, tubuhku membeku, pikiranku kosong dengan napas yang mulai tersendat-sendat. Aku terkejut, namun bibir ini tidak mampu mengucapkan barang sepatah kata pun.
Pyar!
Suara petir menyambar dari atas sana, bersamaan dengan kesadaranku yang seketika kembali.
"Astaghfirullahaladzim," ucapku. Lekas aku segera menutup kedua daun jendela dan langsung menguncinya rapat-rapat.
Dengan napas yang masih tersengal, aku masih mematung dengan posisi yang sama menghadap jendela.
"Anin, kamu kenapa?"
Sebuah suara yang begitu lirih dan pelan terdengar di telingaku. Tetapi aku berusaha tetap tenang, mengendalikan perasaan takut yang menyerangku.
"Anin, kamu kenapa?"
Lagi, suara itu kembali terdengar. Namun kali ini aku tak lagi bisa bersikap tenang, sebab tak lama setelah suara aneh itu hilang, sebuah benda dingin dan berbau busuk menyentuh pundakku.
Mataku membeliak, kemudian ....
"Aaaaaaaakkkk!!"
Dengan seluruh wajah yang sudah basah karena keringat, aku terbangun di atas kasur empuk milikku. Dada ini naik-turun dan aku mencoba menetralkan segala emosi yang memnyesakkan. Ah, rupanya mimpi itu lagi. Mimpi yang sama dengan setting yang sama pula. Kini terulang lagi.
"Sebenarnya itu makhluk apa?"
(Teman-teman, bagi yang ingin tahu cerita lengkap Anin, bisa lanjut baca dalam versi novel dengan judul yang sama. Scroll aja ke atas, ya!) Terima kasih. 😊🙏