Lee haechan dan Huang renjun adalah sepasang suami istri yang sudah menikah sejak tiga tahun yang lalu dan mereka mempunyai satu seorang anak yang masih sangat kecil namanya Huang jisung dan akaknya yang sudah sekolah dasar bernama Huang yangyang.
Dan hari ini dimana anak kedua mereka menginjak umur lima tahun haechan selalu seorang ibu punenghantarkan sang anak ke sekolahnya.
Namun siapa sangka hal yang tak diduga datang kepada keluarga harmonis ini.
Haechan istrinya serta anak keduanya meninggal dunia saat akan berangkat ke sekolah renjun sangat tersiksa atas kematian sang istri dan anak tercintanya namun dia juga harus ingat bahwa anaknya masih ada satu lagi nyaitu yangyang.
Bagaimana nasibnya? Dia pun sama terpukulnya apalagi sejak kematian sang ibu dan adiknya sang ayah tak pernah menganggapnya ada dia yang paling rapuh... ayahnya sudah tak ada semangat hidup bahkan ia seperti zombi yang hanya mementingkan pekerjaan.
Apakah ayahnya mau mati muda? Dengan begini?!
"Daddy malam ini tidak bisa pulang ada lembur", telpon renjun kepada sang anak disebrang sama.
"Baik ayah",
"Kamu jangan kemana mana! Tetap dirumah ayah pulang pagi", ujarnya lagi. Sang anak pun menjawab iya lalu ia mematikan sepihak panggilannya
"Hahhh... semenit lagi bakal ada meeting dengan perusahaan Lee, haechan... aku masih berharap kamu masih hidup..."lirihnya
Renjun pun berjalan untuk pergi ke tempat di adakannha meeting perusahaan nyaitu cafe my bear drink.
Sesampainya ditempat tujuan dapat renjun lihat bahwa sang CEO sudah duduk sendiri dibangku yang sudah tersedia untuk meeting hari ini. Segera ia menghampiri ketua perusahaan itu.
"Selamat siang tuan Jeno, maaf menunggu lama..." ucap renjun sopan dan membungkuk.
"Ahh tidak apa apa renjun-shi, aku juga kesini sambil menemani istri dan anakku main...", jawabnya ramah. Tentu renjun membalas senyuman pria itu
Lalu mereka berdua pun sibuk membahas hal hal yang menyangkut tentang kerja dama ini.
Setelah selesai tiba tiba ada seorang lelaki dan anaknya menghampiri meja mereka.
"Sayang..." panggil Jeno.renjun pun mendongak untuk menyapa istri dari kondektur kerja samanya.
Degh
(Haechan...
(Kenapa orang itu menatapku seperti itu?
(Apa kita saat ini sedang menjadi asing?... aku merindukanmu sayang...
(Tatapannya...
_ And _