MEI MEI adalah seorang gadis yang terlahir memiliki mata spesial. bola mata gadis itu memiliki warna yang sangat indah dan terlihat memiliki efek magis.
tetapi dibalik matanya yang terlihat spesial mata itu juga memiliki efek samping yaitu MEI MEI tidak bisa melihat(alias buta).
MEI MEI memiliki mata berwarna ungu terang dengan bentuk seperti '+' dikedua matanya, kulitnya seputih salju dengan rambut hitam panjang sebahu.
~
"nona Mei Mei tuan besar memanggil anda keruangannya"ucap seorang pelayan dengan
sopan didepan kamar Mei Mie.
"baiklah"balas seorang dari dalam kamar,
memiliki suara yang lembut dan kekanak-kanakan.
MEI MEI yang sedang duduk dikasur mengambil kain putih dan mengikatnya dikepala untuk menutupi matanya. ia berdiri mengambil tongkat kayu dan berjalan menuju pintu kamar.
setelah membuka pintu pelayan yang menunggu itu langsung menggandeng tangan Mei Mei untuk membawanya keruangan Tuan besar.
***
setelah sampai keruangan.
pelayan itu menunduk dengan sopan dan mundur keluar dari ruangan.
saat ini Mei Mei berhadapan dengan pria paruh baya yang kekar dan terlihat sangar. pria paruh baya itu bernama Mei Yun ayah kandung Mei Mei.
"Ada apa ayah?....apakah ada sesuatu?". tanya Mei Mei dengan sopan dengan suara manis. dia penasaran karena jarang Mei Yun mencari dirinya.
Mei Yun melirik Mei Mei dan berkata dengan lembut pada putrinya:"ayah berpikir kamu sudah cukup umur untuk belajar seni beladiri dan ayah sudah mencarikan seorang guru yang cocok untukmu belajar, mulai besok kau akan belajar teknik bela diri dasar sampai satu bulan kedepan, apakah kamu keberatan?".
MEI MEI bersemangat mendengar itu, ia menjadi antusias bertanya pada ayahnya:"Ayah...Ayah, apakah aku benar benar akan belajar bela diri besok?".
"ya, kamu akan belajar"
"apakah gurunya pria atau wanita?".
"pria."
"apakah ia muda atau tua?."
"muda".
MEI MEI sangat Antusias dan banyak bertanya kepada Mei Yun tentang gurunya.
***
keesokan harinya
Mei Mei yang dituntung oleh pelayan menyambut gurunya didepan gerbang. dia terlihat sangat bersemangat.
setelah beberapa saat menunggu. sebuah kereta kuda yang tampak mewah, berhenti di depan gerbang Klan Mei.
dari kereta kuda turun pemuda tampan dengan baju berwarna putih polos dan memegang kipas ditangannya.
Mei Mei yang mendengar langkah kaki pemuda itu, langsung maju dan mendekati pemuda itu setelah itu ia membungkuk dengan hormat.
"Mei Mei memberi hormat pada guru Ling."
pemuda itu melihat gadis didepannya mulai atas kebawah, ia mengungguk. dia langsung menyuruh gadis itu berdiri dan berjalan kearah Mei Yun.
"Saya akan mengajari Putri anda tentang bela diri selama lima bulan apakah tidak apa apa?." Ling Yi berbicara dengan nada santai kepada Mei Yun.
"tidak apa-apa... tidak apa-apa, suatu kehormatan putri saya bisa mendapatkan bimbingan dari anda."
Mei Yun berbicara dengan nada sopan pada Ling Yi,
walau Ling Yi masih muda jangan remehkan kekuatannya dia adalah pangeran ketiga dari kekaisaran Api dan juga ia adalah salah satu yang memiliki Bakat tertinggi diseluruh banua ini.
"Silahkan masuk saya sudah menyiapkan jamuan untuk menyambut kedatangan anda"
"Baiklah." Ling Yi menjawab.
***
perjamuan pun dimulai dengan meriah, banyak orang dari klan Mei atau dari klan cabang datang keperjamuan. mereka memuji muji Ling Yi.
Dan mengucapkan selamat kepada Mei Mei dengan senyuman(ya walau senyum munafik).
setelah perjamuan selesai Ling Yi Diantar kekamarnya yang sudah disiapkan Mei Yun.
hari sudah gelap jadi hari ini tidak bisa langsung latihan.
Mei Mei berjalan digandeng pelayan kekamarnya.
setalah masuk kekamar pelayan itu pun mengundurkan diri dan menutup pintu kamar.
tinggal Mei Mei tersisa dikamar. ia berjalan kearah Kasur dan duduk. lalu ia melepaskan kain yang menutupi matanya. Mata ungu terang berkilau di dalam gelap. setelah melepaskan penutup mata ia berbaring dikasur. Dia tersenyum sendiri dan mulai bergumam.
setelah beberapa saat ia pun memejamkan matanya dan tidur.
***
keesokan harinya.
Mei Mei yang bersemangat berjalan sendiri kehalaman belakang dengan tongkat kayu ditangannya, dia bisa sampai ketujuan tanpa menabrak sesuatu.
Dia duduk menunggu gurunya di bangku dengan ceria.
tidak lama menunggu ia mendengar suara yang berbicara padanya:"apakah kamu sudah lama menunggu?."
"tidak lama."
"Apakah Nona Mei Mei terlalu bersemangat untuk belajar bela diri bersamaku?."
pipi Mei Mei memerah dan ia hanya mengungguk sebagai balasan.
Ling Yi terkekeh melihat Mei Mei. lalu ia duduk disamping Mei Mei dan menjelsakan tentang dasar dasar bela diri terlebih dahulu.
Mei Mei mendengakan penjelasan Ling Yi dengan serius.
Setelah lama menjelaskan Ling Yi menyuruh Mei Mei Mempraktekkan nya.
Mei Mei berdiri dan mempraktekkan apa yang Ling Yi jelaskan tadi.
saat Gerakan Mei Mei salah Ling Yi akan memperbaiki gerakannya.
***
sampai tengah hari.
Ling Yi menyelesaikan pelatihan dan menyuruh Mei Mei makan dan istirahat dan mengulangi latihan tadi saat sore hari.
Mei Mei berkeringat deras disekujur tubuhnya dan baju putih polos yang ia pakai menjadi basah karena keringatnya. mendengar pelatihan selesai dia membaringkan tubuhnya ditanah dengan nafas tersegal segal.
Ling Yi yang melihat itu hanya menggeleng kan kepala, lalu ia berjalan menjauh meninggalkan Mei Mei yang berbaring di tanah dan menyuruh pelayan gadis itu untuk membawa nya kekamar.
***
setelah digendong oleh pelayan, Mei Mei dibaringkan dikamarnya, dilap keringatnya dan digantikan pakaiannya, setelah itu pelayan itu membawakan makanan kepada nonanya, ia bahkan menyuapinya makan.
setelah makan Mei Mei langsung tidur dikasurnya dengan nyenyak.
***
bangun tidur hari sudah sore Mei Mei langsung cuci muka dan berjalan sendiri kehalaman belakang.
sampai kehalaman belakang ia bertemu dengan gurunya yang sudah agak lama menunggu.
Mei Mei gugup. lalu ia membungkuk pada gurunya.
"Maafkan saya guru!!."
"tidak apa-apa, kamu terlambat karena tertidur dan ini baru hari pertama jadi aku maklumi saja." jawab Ling Yi dengan nada pengertian.
lalu Ling Yi langsung menyuruh muridnya itu mengulangi gerakan gerakan yang di ajarkan nya tadi pagi.
***
"sudah cukup." Ling Yi berkata pada Mei Mei.
ia melirik muridnya itu dan mengungguk puas.
Mei Mei saat ini sudah berkeringat deras dan nafas nya tidak beraturan tapi ia masih bisa berdiri. ia menoleh kearah Ling Yi dan mencoba mengatur nafas.
setelah nafasnya teratur ia membungkuk kearah Ling Yi dan meninggalkan nya tanpa sepatah kata pun.
Mei Mei berjalan kekamarnya sendiri dan menyuruh pelayannya untuk membawa air obat kekamarnya untuk dipakai mandi.
Setelah Mei Mei sampai kekamarnya ia lngsung berbaring dikasur sambil menunggu air obat.
setelah menunggu beberapa saat. beberapa penjaga datang membawa ember kayu yang besar berisi air obat dan meletakannya didalam kamar.
setelah itu mereka semua keluar dari kamar.
setelah pintu tertutup rapat Mei Mei berjalan mendekati keember. dia melepaskan pakaiannya sampai ia tidak memakai sehelai kain pun ditubuhnya dan ia juga melepaskan penutup matanya.
ia pun masuk keember dan berendam didalamnya.
setelah masuk keember beberapa saat wajah Mei Mei memburuk dan ia menggerakkan gigi.
Mei Mei merasa seluruh tubuhnya kesakitan dan hendak berteriak. tapi ia menahannya.
cukup lama Mei Mei menahan rasa sakit tubuhnya mulai mengeluarkan cairan hitam yang berbau busuk. sekujur tubuh Mei Mei jadi kotor dan air yang awalnya Hijau menjadi hitam.
setelah rasa sakit ditubuhnya perlahan menghilng Mei Mei pun berdiri dan memerintahkan pelayannya yang menunggu di depan pintu untuk mengambil kan air hangat untuk membersihkan diri.
setelah selesai mandi Mei Mei berjalan sendiri menuju meja makan dan menunggu makan malam.
**********
dua bulan berlalu begitu saja.
dalam dua bulan ini Mei Mei berlatih dengan giat di bimbing oleh Ling Yi, dan ia sering berlatih tanding dengan para penjaga untuk mengasah kemampuan tempur nya dan saat ini ia telah menembus tingkat 3 Penempaan Tubuh.
dia bisa dianggap berbakat.
saat ini dia sedang sendirian berlatih ilmu pedang dari klan Mei ILMU PEDANG SERIBU BUNGA.
gerakannya sangat cepat dan halus dia menggerakkan pedangnya dengan Elegan dan lembut, terlihat seperti sedang menari.
setelah beberapa saat ia menghentikan gerakannya dan menoleh kebelakang, disana ada Ling Yi yang sedang berjalan dengan santai.
"Selamat pagi Guru." Mei Mei menyapa dengan sopan.
Ling Yi mengungguk dan berjalan kearah nya.
Ling Yi mengangkat tangan nya dan meletakkannya kekepala Mei Mei dan mengusap dengan lembut.
Mei Mei yang merasa sentuhan lembut dikepalanya dia dengan patuh berdiam tapi pipinya menunjukkan rona merah, kelihatannya ia sangat malu.
melepaskan tangannya Ling Yi menyuruh Mei Mei menyerangnya dengan seluruh kemampuannya.
Ya Ling Yi sering menyuruh Mei Mei menyerangnya dan menunjuk gerakan gerakan yang kurang efektif bagi Mei Mei.
Mei Mei mundur beberapa langkah lalu mengangkat pedangnya. melakukan kuad kuda dari Teknik Pedang Seribu Bunga.
"Mulai" ucap Ling Yi datar.
Mei Mei langsung melesat kearah Ling Yi dan Menebasnya secara horizontal.
Ling Yi menghindarinya dengan mudah.
tidak berhenti di situ Mei Mei Menebas dan menusuk bertubi tubi kearah Ling Yi.
tapi Ling Yi dengan mudah menghindar dan menangkis dengan tangan kosong beberapa serangan yang sulit dihindari.
"sudah cukup." setelah beberapa saat Ling Yi menyuruh Mei Mei berhenti.
gadis itu duduk ketanah dan mengatur nafasnya.
"sudah cukup untuk hari ini. kamu sudah cukup berkembang" Ling Yi berkata sambil memuji.
"besok kita akan kehutan belakang klan Mei untuk kamu belajar melawan hewan buas." setelah mengatakan itu pemuda itu berbalik dan meninggalkan Mei Mei yang terkejut.
Mei Mei tersenyum kearah dimana Ling Yi berjalan.
***
keesokan harinya
Mei Mie keluar mengenakan Armor ringan dan sebuah pedang tipis di gantung di pinggang kirinya dia membawa tongkat kayu untuk berjalan.
di gerbang klan Mei sudah ada Ling Yi menunggunya dengan sebuah kereta kuda yang cukup mewah.
"ayo naik" ajak Ling Yi sambil menarik tangan nya.
***
setelah sampai dipinggiran hutan mereka turun dari kereta kuda Ling Yi menyuruh Kusirnya untuk menunggu disini.
Ling Yi menggandeng Mei Mei turun dari kereta.
mereka berdua langsung masuk kehutan meninggalkan kusir yang disuruh menunggu disini.
setelah masuk kedalam hutan Ling Yi menuntun Mei Mei. dia mencari hewan buas yang cocok untuk dijadikan bahan latihan Mei Mei.
setelah beberapa saat mereka bertemu dengan seekor harimau tingkat 1, dan Ling Yi merasa hewan buas ini cukup cocok jadi dia menyuruh Mei Mei melawan harimau ini.
"Kau lawan dia, kerahkan seluruh kekuatan."
"Baik."
Mei Mei maju dan mengeluarkan Pedangnya yang tipis dan mengkilap. dia memasang kuda-kuda teknik SERIBU BUNGA.
Harimau itu melirik kearah Mei Mei dia juga melakukan kuda-kuda seperti hendak menerkam mangsa. sambil menggeram dengan suara rendah.
harimau menatap Mei Mei dengan ganas sedangkan Mei Mei memperkuat indra pendengaran dan penciumannya dan menjadi waspada.
harimau bergerak terlebih dahulu. ia menerkam kedepan dengan kecepatan tinggi dan mencakar kearah Mei Mei.
Mei Mei yang merasakan embusan angin di depan nya melompat mundur, lalu ia melompat kedepan dengan gerakan menusuk.
harimau yang melihat musuhnya mundur hendak menerkam lagi tetapi saat ia hendak melompat.
sebuah pedang tipis dengan kecepatan tinggi hendak menusuk salah satu matanya, dia pun menghindar sekuat tenaga.
namun harimau sedikit terlambat di terluka didekat mata. harimau sangat marah tapi belum sempat ia mengaum tusukan lain datang mengarah kekepalanya. jadi harimau mencoba menghindar lagi tapi tusukan datang lagi dan lagi dengan kecepatan sangat cepat.
harimau terpaksa mundur, terlihat harimau banyak luka sayatan. belum sempat mengatur nafas harimau itu diserang lagi dengan gerakan yang lebih rumit dari tusukan.
harimau hanya bisa pasif melawan Mei Mei yang sangat Agresif.
30 menit kemudian
BRUKKK
harimau itu jatuh karena kehilangan banyak darah
seluruh tubuh nya dipenuhi luka sayatan.
saat harimau itu jatuh berbaring di Tanah, ia melihat kearah sosok gadis yang memakai penutup mata. dengan tatapan kusam.
Mei Mei tanpa ragu menebas lehernya.
"kerja bagus" suara santai terdengar di belakangan Mei Mei.
merekapun pulang setelah selesai membereskan lokasi kekacauan.
*********
Tiga bulan berlalu begitu saja.
Mei Mei telah naik tingkat dari penempaan tubuh tingkat 3 menjadi tingkat 7 dalam tiga bulan ini.
dia telah melakukan latihan yang berat dan juga dia
bisa dianggap cukup berpengalaman dalam bertempur.
saat ini dia sedang duduk bersila dengan posisi lotus dihalaman belakang. setelah beberapa saat
dia menyudahi bermeditasi. dia berdiri dan menoleh kearah tertentu. disana Ling Yi sedang berjalan kearah nya sambil berbicara.
"Besok adalah hari terakhir aku mengajarkanmu"
"apa!!" Mei Mei kaget sekaligus sedih saat mendengar ucapan Ling Yi.
"hei ada apa?."
"tidak apa-apa."
"apakah kamu menangis?."
"tentu.... tentu saja aku tidak" menggembungkan pipinya Mei Mei membalikan tubuhnya membelakangi Ling Yi. sudut matanya mengeluarkan air mata tapi itu tidak kelihatan karena terlindung kain penutup mata.
Mei Mei langsung pergi tanpa menghiraukan Ling Yi. dia berjalan cepat melewati Ling Yi dan masuk kemansion.
Ling Yi yang melihat itu hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala.
masuk kekamar Mei Mei mengunci pintu san langsung tengkurap di kasur dia melepaskan penutup matanya. terlihat mata ungu indahnya mengeluarkan air mata.
dia menangis sampai tidak sadar ketiduran.
***
pagi harinya
Mei Mei membersihkan diri lalu ia langsung turun
menuju pintu gerbang.
didepan gerbang sudah ada sebuah kereta kuda mewah.
saat itulah perpisahan antara guru dan murid pun terjadi.
sebelum Ling Yi masuk kereta Mei Mei berlari kearahnya dan memeluknya dengan erat.
setelah dua menit memeluk gurunya gadis itu melepaskan pelukannya. dapat dilihat penutup mata gadis itu basah karena air mata.
setelah mundur beberapa langkah gadis itu tersenyum cerah dan berkata dengan suara lembut.
"SAMPAI JUMPA LAGI".
LANJUT PART 2