Saya tiba-tiba kaya bagaikan mimpi namun kenyataan. Saya memiliki keinginan pergi jalan-jalan Namun tidak bertahan lama sehingga bangkrut tak tersisa sedikit pun..
Mau tau cerita awal saya kaya dan keseharian sampai bangkrut?
Mari singgah di Cerpen saya....
*********
1.
"Kapan jadinya kita ke kota A Mia?".
"Hah?. Emang kakak sudah banyak duit gitu?" Tanya Mei kepada saya, seolah-olah tak percaya Sehingga membuatnya terkejut langsung duduk dari tempat tidur menghadap ke arah saya.
"Lumayan banyak lah di ATM dan Bisnis masih lancar, uang masih mengalir terus. Ayolah jalan-jalan. Saya memperjelas lagi kepada Mei."
"Baik lah." Mari kita selesaikan acara makan malam offline dulu, setelah itu mari izin dulu sama mama. Karena saya tidak bisa pergi sebelum, acara makan malam selesai. Bagaimana? Tanya Mei.
"Baiklah, mari kita selesaikan secepatnya." Kira-kira acara makan malam kapan kita adakan?
Dua hari lagi karena baru saya ajukan dana hari ini, kemungkinan besok di cairkan setengah dan sisanya setelah selesai acara makan malam.
"Okey." Jawab aku kepada si Mei dengan wajah tersenyum sambil guling-guling di tempat tidur lalu kami berdua melompat-lompat kegirangan karena bahagia.
Besoknya paginya Mei mengajak saya memantau Kafe tempat makan malam di dekat pantai.
Kami pergi dari rumah sekitar jam sembilan pagi dan menempuh waktu sekitar setengah jam sampai di kafe dekat pantai dengan pemandangan yang indah, pohon kelapa yang tinggi, angin bertiup kencang, sebuah pulau di tengah lautan bisa di jangkau mata, suasana yang tenang dengan musiknya yang indah.
"Kak, tempatnya gimana menurut Kamu?" Tanya Mei
"Ini cocok untuk acara makan malam". Bagaimana dengan menunya? Tanya aku balik.
"Kita pesan ikan bakar, lobster, ikan asam manis dan ada roti bakar, kentang goreng, pisang krispi.
Minuman ada jut dan air mineral." Jelas Mei.
Okay lah, berarti besok jam berapa acaranya? Tanya aku lagi.
Jam sepuluh pas acaranya. Dan ini berlangsung sekitar dua jam setelah itu bubar. Ucap Mei.
Mei berjalan menuju kasir dan menjelaskan kepada admin pesanan untuk acara besoknya, mereka berbincang sekitar setengah jam lamanya. Dan setelah selesai semua, mereka pulang ke rumah dan tidak lupa membawa ikan bakar untuk orang rumah.
Setelah sampai di rumah Mei menjelaskan sama kedua orang tua kami bahwa besok ada acara makan malam di kafe dekat pantai dan acara itu di adakan jam sepuluh pagi sehingga besok kami tidak di rumah dan belum tau jam berapa pulang yang penting selesai acara kami pulang ke rumah.
Setelah Mei selesai menjelaskan, kedua orangtuanya mengizinkan dan mengucapkan semoga lancar acaranya besok, lalu kami makan malam dengan menikmati ikan bakar.
****
2.
Pagi harinya tepat setengah sepuluh saya dan Mei berangkat ke acara makan malam dengan menaiki sepeda motor roda dua, di sana sebagian teman-teman sudah di tempat sehingga acaranya cepat di mulai.
Acara demi acara selesai lalu waktunya makan sekalian sharing pengalaman berbisnis dan berfoto-foto, semua menikmati makanan, pemandangan dan juga musiknya.
Sekitar jam tiga sore kami pulang ke rumah lalu kami juga membawa lauk berupa ikan bakar, lobster untuk makan malam kami.
Sekitar jam delapan malam saya mulai tidur karena capek. Sedangkan Mia masih menonton Tv bersama orang tua sekalian berbincang tentang acara tadi siang.
Saya yang sudah lelap tidur sekitar jam dua belas malam tiba-tiba ada bisikan dari telinga katanya " kak kita jadi ke kota A, saya sudah bicara kepada orang tua kita dan mereka mengizinkan".
Karena saya sudah tidur saya hanya menjawab dengan kata " eeeeemm"
Jam enam pagi saya bangun dan masih terngiang kalimat jika kami sudah bisa pergi ke kota A namun saya pikir itu mimpi, lalu saya duduk dan berdoa, kemudian saya melipat selimut.
"Kak, masih ingat yang aku bisikan semalam?".
"Apa tentang apa?" Tanya aku kepada Mia.
Kita bisa ke kota A, jadi hari ini ayo beli tiket pesawat besok kita on the way. Jelas Mia.
" Apa? Berarti semalam itu kamu yang bisikan?". Ucap aku.
"Ia". Kenapa? Kamu pikir itu mimpi?. Tanya Mia.
Ia. Karena tiba-tiba sudah di kasi izin padahal dari dulu kita minta untuk jalan-jalan keluar kota tetapi tidak pernah di kasi izin.
"Itulah, aku rayu-rayu mereka semalam". Jadi kak ayo pesan tiket hari ini sekalian beli koper dan jangan beli baju kalau sudah sampai di kota Medan di situ belanja.
Jam sepuluh pagi kami langsung ke loket tiket sekalian beli koper, jam dua belas pulang ke rumah mandi dan kami berangkat lagi ke kota.
Kami nginap karena pesawat kami berangkat jam delapan pagi hari, sedangkan dari rumah ke bandara memakan waktu sekitar lima jam.
****
3.
"Kak ayo bangun mandi sudah pukul lima pagi"
Ia. Tetapi saya ngantuk, lalu saya tidur lagi.
"Mau ketinggalan pesawat? Tanya si Mia."
Tidak. Jawab aku.
Ya sudah cepat mandi sana, aku sudah siap. Bujuk Mia.
"Ia. Lalu saya bergegas mandi dan bersiap-siap."
Jam tujuh pagi kami sudah tiba di bandara lalu kami langsung check-in dan menunggu di ruang tunggu.
"Akhirnya kita jadi pergi jalan-jalan, legahnyaaa.
Bisik aku."
"Duit yang mengatur kak, coba jika kita tidak punya duit mana bisa kita jalan-jalan." Jelas Mia
"Ayo kak dah jam delapan, pesawat kita sudah menunggu." Ucap Mia.
Saya langsung berdiri mengambil antrian di belakang Mia.
Keluar dari pintu ruang tunggu menuju pesawat saya memiliki rasa bahagia yang luar biasa.
Saya tidak pernah berpikir bisa sejauh ini.
Tibalah kami di dalam pesawat aku dan adek ku bersampingan tempat duduk.
Di dalam pesawat saya mabuk karena cuaca tidak bagus ada badai sehingga saya muntah beruntung hanya sekitar empat puluh lima menit sudah sampai di bandara kota A.
Turunlah kami dari pesawat dan sudah ada bis menunggu untuk di antarkan ke pintu masuk.
Setelah tiba di dalam gedung bandara kami ke kamar mandi lalu keluar dari gedung menunggu jemputan Maxim.
Perjalanan memakan waktu satu jam ke Hotel Reeddor, satu malam nginap sekitar tiga ratus ribu rupiah.
Hari kedua di kota A, kami ke Mol belanja pakaian, sepatu.
Barang di mol harganya mahal tetapi karena ada duit jadi tidak masalah.
Kami makan siang di Nelayan habis duit sekitar delapan ratus ribu, belum lagi uang belanja sekitar lima juta rupiah.
Capek jalan-jalan di mol kami kembali ke hotel sekitar jam delapan malam.
****
4.
Besoknya lagi kami ke Manhattan dan di sana harga satu baju delapan ratusan, karena kemahalan kami hanya pergi melihat-lihat saja.
Lagi-lagi besoknya hari ke tiga kami kembali ke Carrefour belanja Setelan branding pakaian dan tas.
Hari ke empat di Reeddor kami berencana pindah ke kost VIP satu bulan tiga juta rupiah.
Nah karena bisnis nuntut harus ikut ke acara penghargaan di lombong jadinya kami berangkat ke Lombok di hari kelima menempuh lima jam perjalanan di pesawat Garuda.
Tiba lah kami ke lombong, langsung ke Hotel paling mahal di lombok sekitar tiga hari dan acara berjalan lancar.
Hari keempat kami bareng teman-teman pergi jalan-jalan ke Bali naik perahu dari Lombok ke Bali sekitar satu jam perjalanan.
Kami nginap di Hotel bintang tiga di Bali sorenya jam empat kami pergi menikmati sunset di pantai mesari sekalian kami pesan meja untuk makan malam.
Tiba di hotel sekitar jam sebelas malam lalu kami istrahat.
Besok pagi kami ke tempat pembelanjaan pakaian.
Siangnya jam dua belas kami lanjut ke tempat wisata monyet dan kami juga ke pura menikmati pemandangan indah.
Besoknya lanjut lagi ke pura lempuyang dan kebetulan ada acara adatnya sekalian kami ikut meramaikan.
Sorenya kami pergi ke kembar banyumala menikmati pemandangan air terjun sekalian membasahi tubuh.
Karena sudah Lelah akhirnya kami kembali ke hotel untuk istrahat.
Segalanya sudah kami kunjungi akhirnya kami kembali ke kota A besoknya, mengambil pesawat Garuda kelas bisnis berangkat jam tujuh dari hotel lalu ke bandara check in.
****
5.
Tibalah di kota A jam lima sore..
Dari bandara kota A ke kost butuh waktu dua jam perjalanan sehingga kami tiba jam tujuh lewat.
Karena capek dalam perjalanan kami istrahat.
Besok nya di kota A kami berdua bangun jam sebelas sudah mulai lapar, lalu saya pesan makanan melalui Gofood.
Sedangkan uang masih terkendali, bisnis masih lancar, bisnis yang saya jalankan adalah bisnis barang impor, namun saya hanya bagian mendahulukan uang agar barang di kirim ke konsumen setelah barang sampai ke konsumen empat sampai tujuh hari kerja modal di tambah bonus akan otomatis kembali ke akun kita, penarikan bisa dilakukan lima kali dalam sehari.
Karena bisnis sudah jalan selama tiga bulan modal saya sudah kembali bahkan yang saya putar adalah keuntungan.
Penarikan yang saya lakukan berpuluh-puluh juta sehingga masalah uang tidak jadi masalah.
Di kota A kami berdua sudah menikmati makanan dari berbagai restoran bahkan kami perawatan di klinik kecantikan dengan harga lebih dari empat puluh juta dan hasilnya memuaskan.
Kemudian bulan berikutnya yaitu bulan ke enam bulan bisnis berdiri karena itu perusahaan mengadakan pesta pertemuan di palembang semua atasan dari berbagai daerah termasuk saya dan Mia juga di haruskan ikut.
Untuk persiapan kesana kami kembali belanja ke Mol mencari setelan jas, sepatu, tas, dan pakaian sehari-hari ke Palembang.
Setelah cukup untuk memenuhi kebutuhan kesana tibalah hari berangkat ke Palembang dengan rombongan tim dari atasan kami Pak G.
Dalam perjalanan dari kota A ke palembang transit sekali, pertama transit ke Batam lalu Batam ke Palembang kami tiba jam sepuluh malam, namun karena menunggu tim penjemputan kami menunggu sampai jam satu malam.
Kami menginap di Hotel Emelia dengan fasilitas memuaskan, sarapan di sediakan. Besoknya jam dua belas siang kami check out dari Hotel Emelia, lalu kami check in di Hotel Aryaduta.
Kebetulan yang kosong di lantai sembilan kami diantar ke lantai sembilan menaiki lift dan kamarnya cukup luas nyaman untuk tidur, di lengkapi dengan Ace, kulkas, lemari, TV, ada begitu banyak fasilitas yang bisa kita nikmati.
Karena sudah capek akhirnya kami mau mandi, di kamar mandi tersedia mandi busa, air panas, air dingin, segala macam peralatan mandi.
Hari yang di tunggu-tunggu tiba semua dari berbagai daerah berdatangan sehingga kekurangan kursi hampir delapan ratus orang yang datang dengan memakai stelan jas.
Gedungnya sangat mewah acaranya di hadiri dari berbagai kalangan pembisnis Bahkan para pejabat dan juga di sediakan hadiah-hadiah per orangan.
Jam dua sore acara selesai. Sedangkan kami pergi menikmati seafood di dekat hotel Aryaduta.
Jembatan Ampera adalah jembatan terkenal di Palembang, kami mengambil foto kenangan di sana.
Karena sudah tiba waktunya kami kembali ke kota A, seminggu setelah kembali Bisnis tutup dan Saldo tidak bisa di tarik lagi.
Sehingga kami tidak bisa pulang terpaksa mencari kost murah dan sudah dua bulan kami di kota A.
Pesan saya jika ada bisnis yang menggiurkan keputusan di tangan kalian tetapi jika aku sekali lagi nyangkut di Bisnis seperti itu saya tetap ikut dengan mengambil resiko rendah yaitu modal rendah setelah kembali modal segera tarik dan keuntungan putarlah itu kemudian jangan habiskan untuk belanja tetapi jadikan aset belilah emas, ponsel mahal, motor, mobil, tanah atau jadikan tunai saja.
Terimakasih🙏