Ini sebuah kisah yang asli dialami oleh narasumber sebut saja namanya mawar, mawar adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang kehidupan sehari-hari, mengurus anak, sehari hari dia hanya dirumah.
Suatu saat sesuai tradisi di kampung tempat halaman mawar jika ada yang meninggal, 40 hari,100 hari ke 1 tahun dan ke 2 tahunya sepeninggal almarhum atau almarhumah akan diadakan tahlil.
Suatu ketika kerabat dekat dari si mawar mengadakan tahlilan setelah solat asar keluarga mawar kumpul di rumah orang tsb.
Saat selesai tahlil mawar memakan berkat tahlilan itu bersama anaknya (sebut saja dino) berkat yang dibawa oleh ayah mawar.
Btw mawar itu tinggal serumah itu ber 4 mawar, ibu mawar, ayah mawar, dan anaknya mawar yang bernama si dino.
Saat itu satu keluarga memakan berkat tahlil secara bersamaan semuanya baik baik saja ketika itu sampai dipagi harinya ayah mawar merasakan gejala muntahber yang berlarut larut tapi saat itu mawar dan anak mawar serta ibunya mawar masih terlihat baik baik saja belum menunjukkan gejala apapun.
Dihari yang sama Selesai solat duhur mawar mulai merasakan perut melilit dan panas sekujur tubuh serta tubuh mawar yang mulai pucat dan disusul sidino juga sakit serta ibu mawar juga sakit. Disore itu satu rumah itu sakit semua.
Dan disore itu juga mawar memanggil Kaka mawar yang pertama ( sebut saja bang Tora) untuk kerumahnya Karna saat itu mawar dan satu keluarga masih berfikir positif Karna mungkin memang benar keracunan.