Aku terlahir sebagai perempuan, namun suatu saat aku bertemu tentara milik Duke, dan membawaku ke Mension yang sangat mewah.
"Jika kau ingin tinggal disini maka jadilah putra ku. Aku tak punya seorang putri" kata Duke
Demi kelangsungan hidup aku menjalani kehidupan sebagai putra sang Duke. Tapi pada akhirnya seseorang mengetahui kalau aku perempuan, aku memberi nya kutukan jika dia hendak mengatakan atau menulis tentang siapa aku, maka jantungnya akan meledak.
Namaku Rannia tapi Duke memberikan nama baru untuk ku. RAN ROMEA KEDREY. Saat itu usia ku lima tahun aku tinggal dengan ibuku yang mulai sakit-sakitan ia batuk darah pada musim dingin aku bekerja di sebuah penginapan melakukan semua hal yang di perintahkan kulitku bahkan sampai terkelupas karena dingin nya hari tanpa sarung tangan namun mengingat ibuku yang saat itu belum makan aku harus menyelesaikan pekerjaanku secepatnya. Sesampai nya di rumah ibu ku sudah tergeletak tak berdaya beberapa orang membatu ku membawa ibu ke sebuah pengobatan karena aku tak memiliki cukup uang aku dan ibu hampir saja di usir.
"Tunggu tuan aku punya uang tapi tunggu sebentar aku akan mengambil nya" kata ku sambil meneteskan air mata.
"Baik jika kau tak datang sepuluh menit lagi aku akan mengusir ibu mu" kata perawat disana
Dengan bertelanjang kaki aku berlari tak perduli dinginnya salju menyentuh kaki ku yg bertelanjang dingin sampai membuat seluruh tulang ku membeku, dengan pakaian dari kain gandum yang banyak menutupi tak ada kehangatan atau melindungi kulit itu malah membuat kulit di tubuhku semakin banyak bekas lukanya. Ranting pohon yang menjuntai di jalanan membuat tangan kaki wajahku terluka. Sesampainya di rumah ku lihat kotak hijau yang selalu di simpan ibu di bawah bantal nya. Aku segera berlari ke tempat perhiasan untuk mennjulanya, tapi malah aku di tuduh mencuri mereka memukulku menjambakku dan ada beberapa yang meludahiku sampai sebuah suara keras dan tegas menyuruh mereka untuk berhenti.
Tubuh ku mati rasa bahkan aku tak merasakan jari ku.
"Tolong ib...u.. ku" sesaat setelah aku mengatakan nya aku pingsan.
Saat terbangun aku sudah di bawa ke tempat pengobatan yang sama dengan ibu namun satu hal yang berbeda. Kulihat tubuh ibuku yang sudah Tek beegerak di luar dengan badai salju yang masih mengamuk. Aku berlari mwnuru tangga saat ku hampir mencapai nya seketika tubuhku limbung namun aku bangkit lagi.
"I..Bu..u, ibb..UU. maaf hiks..maaf ibu hiks." Hari itu ibuku meninggal aku kehilangan ibuku dan juga barang peninggalan ayahku.
"Kau apa kau putri wanita itu??"
Aku melihat ke belakang, terlihat pria yang berumur sekitar awal tiga puluhan dengan mata ungunya yang tajam rambut hitam dan aura yang sungguh menakutkan.
"Siapa kau??"
"Aku ayahmu. Wanita itu dulunya adalah istriku, ku kira ia tak mampu memiliki seorang anak rupanya dia berani mencuri anak ku".
"Ay..ah.?"
"Tapi ibu bilang ayah ku meninggal di pertempuran"
"Dengar nak jika kau melihat aku apa kau bisa menyangkal kalau kau adalah anakku, rambut hitam mu Maya ungu mu bahkan wajah itu sangat mirip dengan ku. Walau kau terlihat sangat kurus tapi mata itu hanya keturunan KEDREY yang memiliki nya"
Setelah itu pamakaman ibu dilaksanankan dengan sederhananya aku sungguh bersyukur setidaknya ibu bisa di kubur di tempat yang baik aku kira aku akan membiarkan nya di rumah sampai tubuhnya kering dan membusuk.
Tak terasa sudah lima tahun aku hidup bersama ayahku, dia bukanlah ayah yang sangat menyayangi anak, dia hanya melihat apa aku berguna atau tidak, selama aku tinggal di Mension sekalipun aku GK pernah memakai gaun karena itu adalah syarat pertama jika aku ingin tinggal disini. Aku bercermin 'sepertinya rambut ku sudah tumbuh lagi aku akn memotongnya lagi'ucapku dalam hati.
Ke seharian ku hanya belajar,belajar ilmu pedang, sejarah, Aura dan bimbingan sebagai calon Duke muda. Sampai suatu hari ayah mulai mengajaku untuk mengikutinya berbisnis ini adalah pelajaran untuk calon Duke ucapnya
Hari itu kami pergi ke kediaman Marquis Marvel, ia memiliki seorang putra dan putri yang super aktif.
Saat aku bertemu putriny yang tak sengaja terjatuh aku membantunya,memeriksa lututnya apa kah ada yang terluka atau tidak.
Entah sejak kapan kami mulai bermain bersama setelah beberapa bulan aku bertemu putra mahkota aku dan lady Marvel menjadi teman main putra mahkota tapi seperti nya hubungan lady Marvel dn putra mahkota kurang baik sang putri yang menempel seperti lintah dan putra mahkota yang merasa itu menjijikan. Aku hanya tertawa melihat mereka selalu bertengkar setelah bertengkar aku dan putra mahkota belajar ilmu pedang bersama. Tak terasa tahun berganti dan pada akhirnya aku menjadi Duke Karena ayahku memilih mundur dari jabatannya ia pergi ke sebuah desa untuk menghabiskan sisa waktu nya