Hai, namaku Sarah Lestra. Aku hidup dikeluarga yang sederhana. Ayahku bekerja sebagai asisten pribadi seorang pengusaha besar.
Ibuku telah lama meninggal. Aku anak tunggal, aku dibesarkan oleh Ayahku seorang diri. Suatu hari, Ayahku diminta untuk menunangkanku dengan putra dari majikannya. Ayahku ingin menolak, namun ia tak mampu menolaknya karena mengingat kebaikan majikannya yang sudah membantu menangani biaya dalam merawat diriku.
Lalu, Ayahku memintaku menjadi calon pengantin dari putra sang majikan. Aku tak bisa menolak perintah dari Ayahku itu. Aku hanya mengangguk dan tersenyum sambil menatap Ayahku. Ayahku tak bisa berkata-kata dan hanya bisa membalas senyumku dengan pelukan. Esoknya, dilakukan pertemuan antar keluarga dirumah sang majikan. Aku didandan secantik mungkin untuk menandai aku sebagai calon istri yang sempurna bagi sang calon suami.
Pertemuan pun berlanjut, hingga aku dan calonku saling melihat. Dalam hati, aku sangat gugup dan canggung, karena dia menatapku dengan sinis tanpa ekspresi. Aku ketakutan, tapi kupikir aku harus kuat demi Ayahku. Upacara pernikahan pun langsung digelar esoknya. Aku memakai gaun yang dibuat oleh keluarga sang calon suami. Oh ya, nama calon suamiku Kevin, sedangkan nama keluarga nya Dwintara. Jadi, nama lengkapnya Kevin Dwintara.
Acara pernikahan itu pun digelar sangat mewah, seperti keluarga kelas atas. Saat aku melihat-lihat ikon-ikon yang dibuat diacara, aku mendengar ada gadis-gadis yang sedang nge-gosip. Mereka membicarakan Kevin, calon suamiku, kalau banyak wanita yang sudah menjadi calon istrinya, namun semuanya melarikan diri. Saat aku hendak mendekat, aku dipanggil oleh Ayahku karena ingin mengucapkan salam perpisahan dengannya dan sebagai acara terakhir.
Setelah itu, aku diantar oleh pelayan-pelayan wanita kekamar Kevin. Saat aku masuk, dia duduk diatas ranjang sambil melihatku masuk. Parasnya sungguh tampan dan mempesonaku, apalagi saat menatapku, dia sangat cool.
Aku hanya bisa berdiri didepan pintu dan menunduk dihadapannya. Aku bertanya padannya "Apakah ada yang bisa kulakukan?" Kataku sambil menunduk sesekali melirik. Dia menjawab "Datanglah kemari" sambil tersenyum sinis. Aku langsung syok melihat senyumnya itu. Sambil bergetar, aku mendatanginya. Tiba-tiba,dia menarikku dan melemparku diatas ranjang. "Owh.." gumamku. Dia membuka bajuku satu persatu dari rambut hingga ujung kaki, yang kupakai sekarang hanya lah daleman atas dan bawah. Aku malu setengah mati karena dia melepas pakaianku tanpa aba-aba dan sangat cepat. Aku mencoba menarik selimut untuk menutup badanku, namun dihentikan olehnya. Dia memegang kedua tanganku dan menyatukannya diatas kepalaku. Dia menjilat dadaku sambil meremas-remasnya, menaruh cupang di sekitarnya lalu menciumku. Aku benar-benar sangat malu, aku hanya diam dan menutup mulutku rapat-rapat. Dia membuka braku dan mencium payudaraku. Dia menjilatnya dan menghisapnya sehingga membuatku mendesah "aahhh...". Aku meliriknya, dia tersenyum puas dengan suara desahanku. Aku merasa sangat basah. Perasaanku terlihat dalam ekspresiku, dia mengetahuinya dan langsung menjulurkan tangannya kedalam cd-ku, memasukan jarinya dari 1 jari hingga 3 jari untuk merenggangkan otot-otot ku. Aku terkejut dan merasa sangat aneh. Dengan perasaan campur aduk, aku sedikit merasakan sakit dari jari-jari yang keluar-masuk didalamku, aku pun tak tahan, "aaaaah..., stop sebentar aku tidak bisaaaahhhaa...." (semakin kencang). Dia benar-benar membuatku basah. Dia melepas cd-ku dan membuka bajunya hingga dia telanjang, dan mulai masuk didalamku dengan perlahan. Disitulah aku mulai banyak mendesah karena rasa sakit dan rasa seperti sedang melayang, menghampiriku. Mungkin aku merasa sangat enak dengan peeasaan itu, lalu aku menariknya lalu menciumnya hingga aku mencapai batasku lalu kehilangan kesadaran.
Ternyata, dia melakukan nya setiap hari, membuat ku kelelahan.......