Setiap bunga pasti mempunyai artinya masing-masing. Setiap warna juga dengan jumlah tangkainya pasti mempunyai makna juga.
Ada seorang remaja, remaja itu adalah pemilik kios bunga "Sofia". Pemilik kios itu bernama Rama.
Rama itu adalah seorang pemilik kios bunga yang sangat yakin dengan apa yang dikatakannya. Dia sudah membaca banyak hal tentang bunga. Selain terkait dengan pekerjaannya sebagai penjaga kios bunga ini, karena baginya setiap pembeli harus mendapatkan bunga yang cocok dan menggunakan dengan tepat sesuai dengan tujuan mereka.
Dia selalu ingat istilah "say it with flowers" yang terngiang di dalam kepalanya. Jika saja mengungkapkan kata-kata maupun sesuatu itu akan susah maka biarkan bunga yang berbicara. Oleh karena itu, dia tak takut menanyakan untuk apa bunga tersebut diberikan, serta kepada siapa akan diberikan, atau malah apa keinginan si pembeli ketika memberikan bunga tersebut. Dengan begitu, rama akan mudah menentukan bunga apa yang cocok bagi si pembeli.
Karena baginya walaupun dia hanyalah si pemilik toko sekaligus penjaga toko bunga tersebut, dia takkan lupa tentang arti satu persatu bunga yang dia jual. Baginya mawar adalah lambang cinta dan kasih sayang, begitupun juga yang ia tahu. Gardenia untuk kecantikan, kemurnian dan cinta. Daffodil untuk rasa hormat, menghargai dan sebuah kelahiran kembali. Hydrangea digunakan untuk menunjukkan rasa terima kasih. Hyachin untuk keteguhan. Pelni berbicara tentang cinta kasih sayang dan kebahagiaan. Anyelir melambangkan sebuah ikatan kasih dan umumnya diberikan pada orang tua atau ibu. Krisan untuk kasih sayang dan kegembiraan. Serta tulip untuk cinta yang sempurna.
Rama akan sangat senang ketika melihat pelanggannya yang datang berhasil mendapatkan bunga yang mereka inginkan. Terkadang ia membayangkan ketika bunga-bunga tersebut dibawa dengan penuh harap. Kemudian berpindah tangan dengan penuh cinta. Mungkin pikirnya perasaan gundah dan sedih akan kembali merekah seperti bunga yang akan berpindah tangan. Atau jika bunga-bunga itu adalah ungkapan sebuah perasaan, biar setiap mekarnya akan mampu berubah menjadi harap.
Maka ketika seorang pembeli masuk dan melihat seluruh sisi kios ini, Rama akan tahu betul apa yang akan pembeli itu cari, apalagi dia harus mengulurkan batuan untuk memilihkan bunga kepada pembeli tersebut. Salah seorang penjaga kios yang lain sudah menawarkan bantuan untuk memilihkan bunga yang tepat. Tapi tampaknya ia masih harus turun tangan juga.
"Halo Kak ada yang bisa aku bantu?, Jumlah tangkai bunga mawar itu ada artinya loh." Si pembeli pun kaget lalu melihatnya. "Misalnya satu tangkai itu artinya cinta hanya untuk seseorang, dua tangkai untuk saling mencintai, tiga tangkai untuk aku cinta kamu eh maksudnya untuk yang akan diberikan kepada siapa nantinya!!" Rama menjelaskan dengan antusias, sampai harus mengoreksi kalimat terakhirnya yang artinya sangat ambigu sekali.
"Oh benarkah? Saya baru tahu?" Pembeli itu manggut-manggut dan sepertinya paham dengan apa yang disampaikan Rama tetapi dia juga terlihat sedikit bingung dengan pilihannya, namun untuk hal itu jelas sudah ada solusi yang bisa ia tawarkan.
"Mmm... Ini saya punya catatannya, mungkin akan sedikit bisa membantu" Rama memberikan selembar kertas yang agak lecek dan sedikit kotor di bagian ujung-ujungnya. Dan si pembeli itu membacanya secara cepat seperti mesin scan yang mampu untuk mencermati setiap arti dari tangkai tersebut.
"Saya mau dibuatkan segini." Sambil menunjuk angka 11 di kertas tersebut. Rama pun mengangguk-angguk sambil mengacungkan jempol yang menyatakan oke siap. Ya langsung meraih sesuatu dari laci mejanya, sebuah kartu yang mana bertuliskan kutipan cinta yang kerap ia kumpulkan dari berbagai sumber. Meskipun pembeli itu tidak memintanya ia tetap akan memberikan sebagai bonus satu paket.
Hari ini, satu kebaikan lagi yang telah ramah lakukan. Otaknya langsung bekerja cepat, bunga apa ya yang sering dilambangkan sebagai buah kebaikan?? Dan tiba-tiba saja ia ingin menghadiahi dirinya sendiri sebagai salah satu gift reward untuk dirinya sendiri.
Ah sebenarnya Rama tak perlu memilih sebetulnya. Karena dia selalu tahu bunga apa yang paling tepat diberikan kepadanya. Karena dia akan selalu tahu setiap makna apa maupun arti apa dengan bunga yang ia jual.