Hai namaku adiva. Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah di SMA Harapan Jaya. Dan Hari ini pula hari pertama aku PLS.
Hari pertama masuk sekolah SMA, aku bertemu dengan kakak OSIS yang menurutku sangat keren. Menurutku dia tinggi dan ganteng sekali. Waktu itu adalah hari Senin, dan sedang diadakan upacara pembukaan bagi peserta didik baru di SMA itu, aku melihat dia menggunakan almamater OSIS dan baris di sebelah kiri lapangan.
Aku sangat berharap kalau nanti dia yang akan menjadi koordinator kelasku. Akhirnya doaku pun terkabul, yang menjadi koordinator kelasku adalah kakak yang aku incar sesaat saat acara pembukaan pengenalan lingkungan sekolah oleh bapak kepala sekolah. Dia bernama Kak Devan. Kak Raka adalah salah satu anggota OSIS yang ada di SMA Harapan jaya yang keren itu dan Kak Afan.
MOS hari pertama kelasku sangat sepi, mungkin karena belum pada kenal dengan teman-teman satu kelasnya. Hari itu juga aku disuruh memperkenalkan diriku di depan kelas.
Aku sangat grogi di depan kelas karena aku tidak terbiasa berdiri di depan kelas apalagi disampingku ada Kak Devan, makin bertambah saja groginya. Apalagi aku sedari SMP sudah sangat pendiam. Perkenalan selesai, waktu jam istirahat aku gunakan untuk menyelidiki tentang Kak Devan.
Aku mengikuti Kak Devan sampai depan kelasnya. Ternyata dia anak XI.IA.2, betapa kerennya dia, sudah ganteng ditambah pintar. Saat itu aku jadi semangat belajar untuk mendapatkan kelas IPA.
Hari kedua MPLS diadakan tes penjurusan, aku datang pagi-pagi sekali ke sekolah untuk meneruskan belajarku yang semalam. Pukul 7.30 tes dimulai, aku berusaha konsentrasi mengerjakan soal tes satu per satu.
Setelah dua jam, tes pun selesai, waktunya istirahat. Waktu istirahat aku bertemu dengan Kak Devan di kantin sekolah, aku menyapanya "hai Kak" sambil tersenyum, dan dia pun membalas sapaanku "hai juga, Dek" dengan senyumnya yang sangat manis.
Hari ketiga MPLS sekolahku mengadakan malam pentas seni, kelas yang tampil diacak dan kelasku mendapat giliran pertama. Betapa tegangnya aku berdiri di atas panggung dengan teman-temanku dan disaksikan kakak kelas dari kelas 11 sampai kelas 12.
Kelasku bernyanyi dengan iringan gitar yang dimainkan oleh Kak Devan. Penampilan hari itu selesai, dilanjutkan dengan kegiatan di dalam kelas. Kami duduk lesehan di lantai sambil bernyanyi bersama Kak Devan dan Kak Afan sampai jam pelajaran selesai.
Hari keempat waktunya demo ekskul. Aku memperhatikan satu per satu ekskul yang tampil, tapi aku tidak melihat Kak Devan ada di dalam ekskul tersebut sampai ekskul yang terakhir tampil adalah ekskul karate.
Ternyata Kak Devan ikut ekskul karate. Saat Kak Devan ditunjuk oleh pelatihnya untuk memecahkan besi, dia ke depan tepat di depan besi yang akan dipatahkan. Teman-temannya berteriak "kak Devan, kak Devan kamu pasti bisa" ternyata selama ini Kak Devan ada fansnya. Karena aku kira selama ini hanya aku aja yang ngefans sama dia. Ternyata kak Devan juga menjadi favorit cewek-cewek dari kelas 11 dan kelas 12.
Saat demo ekskul selesai, aku mendapat edaran kertas untuk memilih ekskul yang diinginkan. Tanpa berpikir lagi aku langsung memilih ekskul karate. Tanpa aku sadar aku berteriak, "Kak Devan keren!!!" dia melihatku dan berkata "terima kasih, Dek". Aku langsung malu dan pergi ke kelas dan tidak keluar lagi.
Pikirku, "duh malunya aku kenapa aku teriak sih!!!, Apalagi di depan orang banyak lagi tumben-tumbenan aku berani berteriak seperti itu". Di tengah lamunanku aku terperangah dengan kehadiran Kak Devan yang tiba-tiba hadir di depanku. Lalu dia pun berkata "wah selamat bergabung ya dek, aku nggak nyangka kamu yang pendiam seperti ini bisa tertarik dengan karate". Duh tambah malu dong aku. Aku pun hanya senyum mendengar kalimat tersebut yang terucap dari mulutnya.