"Nindia mau ikut ke pengajian rohis ga sore ini di sekolah "? . Atikah tiba-tiba langsung ngajak.
" Ok lah aku ikut dari pada gak ngapa-ngapain di rumah". Jawab Nindia datar.
" Iya dong pokoknya loe lupain aja masalah masalah yang itu, tak perlu di permasalahkan urusan orang tua mu yang bercerai itu, biar itu jadi urusan mereka, yang pastinya kamu harus gimana bangkit dan jangan menambah keterpurukan lagi ". Atikah langsung saja menyerocos.
" Tapi kekuatan hati kita berbeda tik". Nindia terasa lemah hatinya.
" Justru itu aku nyuruh kamu cari kekuatan siapa tau hatimu bisa damai ". Atikah mengusap punggung Nindia.
Pekarangan sekolah Highschool kali ini sangat gersang debu pasir hampir mengamuk saat angin kencang menyapu permukaan halaman.
" Aduuuh perih perih..." .
" Kamu kelilipan ?". Nindia panik dan Atikah menuntun untuk menjauh tempat itu.
" Bruukkkk..."Menabrak seseorang.
" Ee Maaf maaf ya". Seorang siswa cowok yang tinggi tampan panik karena tak sengaja bertabrakan dengan mereka berdua.
" Aduuuh ya ka Fathir, kalo jalan liat liat lah". Omel Atikah.
" Ya Maaf aku buru buru". Yang Namanya ka Fathir sudah berlari.
" Maaf ya Nin Kakakku memang begitu suka grasak-grusuk ". Nindia lagi mengucek ngucek matanya sampai nyaman meski jadi memerah.
" Gimana"?. Atikah memastikan.
" Sudah agak lumayan, aku ke wastafel dulu ya". Nindia meninggalkan tempat itu. Dan kini dia kembali dengan muka segar.
" Eh tunggu gue mau nanya loe emangnya punya kakak ya, setau gue loe itu anak tunggal".?
" Ooo itu tadi dia kakak sepupu aku, sekaligus sodara sesusu, jelasnya aku sama dia hubungan seperti kakak kandung ".
" OOO baru tau aku". Nindia manggut-manggut.
" Ya jelaslah gue gak mau koar koar, coba aja kalo koar koar, fans 2nya dia sekolah bakalan nyerbu gue, untuk nanya nanya minta ini itu.
" Kok gue gak pernah tau orang nya seperti apa".
" Ya jelaslah dia baru sebulan jadi murid pindahan disini, baru sebulan aja famous udah bejibun disini, udah deh loe gak perlu cari tentang dia, nanti loe sendiri pusing jadi tambah beban lagi, takutnya loe ngejar ngejar dia juga sama kayak yang lainnya.".
" Masa emang seberapa keren sih"?.
" Udah deh stop bahas itu, kita siap siap pulang aja dulu kerumah nanti gue jemput sore bye.". Atikah langsung pergi.
"Hei tunggu enak aja main tinggal ". Nindia berlari ngejar Atikah.
Sampai diparkiran banyak sekali siswa siswi berkerumun disana lagi pada ngapain sih ( batin Nindia ). Ternyata ada dua siswa sedang berkelahi dan gak ada yg berani melerai.
" Sok terkenal loe , bugg". Satu pukulan melayang tepat diwajah.
" Maksudnya apa ya tiba mukul gue". Bela yang dipukul, sambil menyeka cairan yang keluar di pelipis nya.
" Pikir sendiri sejak kehadiran loe cewek gebetan gue jadi ngejar ngejar loe".
" Hei stop stop, bubar bubar!, sekarang kalian berdua masuk sekarang keruangan BP".Pak Jonathan guru BP datang.
"Heeh, perkelahian perebutan memang tak ada habisnya, mending pulang saja, dunia memang selalu ricuh begini". Nindia berucap lirih. Dan dia segera pulang dengan mobil sport milik pribadi nya.
********
Sesampainya di Mansion yang mewah, megah namun tak ubahnya hanya seperti neraka, kehangatan dan keluarga impiannya telah pupus itu semua penyebabnya adalah perselingkuhan ibu. Kini hanya bersama ayah dan beberapa maid tinggal disini.
Kebenciannya pada sosok ibu masih membara sebab, karena dia sendiri yang melihat langsung kejadian perselingkuhan itu.
Masuk kamar mengganti seragam dengan baju santai sopan tak lupa cuci muka bersih bersih siap rebahan untuk tidur siang dan lima menit setelah nya dia sudah terlelap.
********
Kini dia merasa berjalan dilorong gelap, suasana menyeramkan ini membuat dia harus segera berlari, karena serasa ada yg mengikuti,
" Hahaha ". Suara seram menangkap tangan nya.
" Tolong tolong...." Teriaknya. Tiba tiba ada seberkas cahaya disana keluar pemuda tampan dan langsung menarik tangannya, dan langsung memeluk hingga terasa tenang dan suasana berubah nyaman dan gelap itu pun sirna.
" KK..kamu siapa". Nindia gugup melihat laki laki tampan yang menolong nya itu.
Dia hanya tersenyum manis tanpa bicara satu patah katapun".
" Huufff, ternyata aku mimpi". Nindia terbangun langsung duduk, keringat dingin bersimbah di badannya.
" Astaghfirullah ada apa ini, siapa laki itu, ". Dia mencoba mengingat ingat mirip siapa ya.
" Huuuuh Udahlah aku juga tak tau, agak mirip sama yg berkelahi tadi, tapi aku memang tak begitu jelas melihat dia karena di kerumunan orang,,, huhh udahlh Nindia tak perlu di fikirkan, masalah ku juga banyak". Nindia bergumam sendiri.
" Drrrrttt". Telpon dari Atikah.
" Hallo "
" Nindia ini udah jam 3, kamu jadikan nanti gue jemput ya".
" Jadi , aku mandi dulu ya, nanti klo udah siap aku telpon lagi". Nindia mematikan telepon duluan.
*********
Kini mereka berdua sudah sampai di sekolah acara rohis sekolah segera dimulai, Nindia dan Atikah mengambil duduk dibagian muka.
Tiba tiba masuk Kaka Firman
" Assalamualaikum teman teman, perkenalkan nama saya Firman kelas 12 IPS, saya berperan sebagai MC kali ini, jadi kita langsung saja mulai acara nya, untuk pertama mari kita buka dengan membaca Alfatihah..." Semuanya baca Alfatihah dalam bimbingan ka Firman
" Selanjutnya kita keacara pembacaan tilawah Al-Qur'an,ini dibacakan oleh saudari Atikah dari kelas 11 IPA 1".
Nindia kaget ternyata diam diam sahabatnya bisa tilawah Al-Qur'an, mana bagus banget lagi. selesai tilawah dia kembali ketempat duduk.
" Gak nyangka ternyata loe berbakat juga ya, kok gak bilang bilang sih". Nindia speechless.
" Ya Iyalah, gur males koar koar, kalo memang waktunya udah tau, ya pasti bakalan tau". Atikah tersenyum saja.
" Baiklah untuk acara selanjutnya mari kita dengar motivasi dari teman kita sekaligus menjabat ketua Rohis". Tepuk tangan meriah, kini majulah orang nya yang ditunjuk.
" What ternyata...". Nindia kaget dan menutup mulutnya yang hampir kelepasan teriak. Sampai sampai ketua Rohis itu menoleh.
" Nin suttttt". Atikah mencubit lengannya. Nindia mencoba tenang, gimana gak kaget ternyata orang yang jadi ketua Rohis itu sama banget dengan cocok yang ada dalam mimpi nya dia.
" Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh, teman teman semuanya sekarang saya menjabat ketua Rohis yang baru, padahal sebenarnya saya tidak merasa pantas mendapatkan ini, banyak yg lebih pantas dari pada saya, tapi karena dipilih, oleh kepala sekolah, mau tak mau saya harus ambil jabatan ini, sebelumnya perkenalkan nama saya Fathir, pendek saja, jadi mudah saja kalian memanggilnya.
" Jadi kenapa kita harus ikut acara rohis ini, khusus nya bagi kita remaja muslim, tujuan nya agar kita jangan terlalu jauh, terjebak dalam pergaulan yang salah, yang akhirnya membuat impian cita cita kita jadi rusak, bla bla...". Intinya dia panjang lebar sekali pidato nya.
Semuanya mendengarkan dengan seksama terutama Nindia, jujur hatinya terasa adem mendengar nasehat menyejukkan itu, bahkan sebelum itu dia udah merasa tenang, bagaimana tidak Ka Fathir hadir duluan dalam mimpinya memberi pelukan hangat.
Andaikan saja di kenyataan dia bisa sedekat itu, apa gak berbunga bunga dan bahagia hatinya, dan bisa buat dia lupakan semua kesedihannya.
*****
Selesai magrib berjamaah di musholla sekolah kini semuanya pulang,
" Eh kita kekafe bentar ya, mumpung malam Minggu, ".
" Ok deh, dari pada di rumah suntuk gak teman,. Atikah langsung banting stir kearah jalan kafe
" Papamu kemana". ?
".Tau sendiri lah dia bisnis Mulu keluar kota, aku rasanya seperti anak yatim tau gak.". keluh Nindia.
" Udahlah kalo di keluhkan gak ada habisnya Nin"
" Iya bener andaikan aja ka Fathir itu bisa nemenin aku setiap hari, aku pasti bahagia".
" Hei eling Nin, ingat ka Fathir bukan muhrim sama kamu gimana dia mau nemenin". Atikah terkekeh.
" Ya makanya kamu bilangin dong sama kakakmu itu gak dia jadi pacar ku gitu".
" Hahahahah.,". Lho kenapa- ketawa bukan bantuin gitu". Nindia sewot.
" Ya lucu aja Nin, ka Fathir itu ketua Rohis disekolah, jaga pandangan banget, gak pernah sentuhan Ama cewek yang bukan muhrim, gimana pacaran jauh banget itu mah halu loe". Atikah terus aja ketawa.
" Udahlah stop,siapa taukan dia suka sama aku, dan mau luluh hatinya". Nindia tak Mau putus asa, ya jelaslah dia udah cinta sejak ketemu dalam mimpi tadi. Pokoknya prinsip Nindia, klo memang mau ya harus dapat, agak lain ya guys.
" Yeeh kita udah nyampe yuk". Atikah menggandeng tangan Nindia dan pas masuk sana.
Pucuk dicinta ulam pun tiba.
" Hai ka Fathir kok disini juga ternyata ". Atikah langsung sapa apalagi Nindia kaget betul.
" Iya,,, mau nyoba kafe disini ". Jawabbya kebetulan meja duduknya berdekatan.
" Tapi kok sama siapa itu kak". Wajah ceria nindia berubah, saat melihat cewek cantik berjilbab di sebelahnya.
" Oo iya maaf kakak belum bilang kekamu, kalo kakak itu sebenarnya udah nikah awalnya dijodohkan".
" What udah nikah". Nindia dan Atikah terkejut.
" Maaf ini bukan seperti yang kalian bayangkan ya, kami resmi menikah secara agama, namun dengan catatan kami tidak tinggal serumah dan sampai lulus nanti kami tidak boleh melakukan hal yang seharusnya pasangan.". Penjelasan ini lebih seram dari pada mimpi tadi menurut Nindia.
*******
Perjalanan pulang dari kafe.
" Gimana Nin, Lo pasti kaget kan diluar nalar prediksi bmkg".?
" Tau deh,, untung gue belum jatuh cinta terlalu dalam , padahal gue udah mimpi indah kemarin sore,udah dipeluk sama ka Fathir, eh ternyata hehehhehe akhirnya begini".
" Terus rencanamu selanjutnya gimana "?.
" Ya pastinya mencoba berdamai dengan hati, mungkin Allah pengen jadikan hatiku lebih kuat lagi, dan mungkin ini bisa jadi pelajaran.
"Sip sobat kamu berhak bahagia, gue ya Tuhan akan ngasih kejutan buat loe kedepannya.