Hai nama ku Valencia,umur ku 17 tahun dan aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Aku sekolah di sekolah yang sangat mewah dan kebanyakan yang sekolah di sana adalah anak orang - orang kaya, anak orang terkenal, dan juga anak bangsawan.
Nama sekolahnya adalah sekolah "Nusantara"aku adalah siswi baru di sana.
Awalnya aku ragu untuk pindah karna biaya nya sangat mahal dan aku tidak mampu karna aku adalah orang miskin untuk membeli beras dan minyak saja aku tidak mampu,untuk membayar SPP sekolah saja aku tidak mampu, untungnya guru dan kepala sekolah ku mengerti keadaanku jadi aku hanya membayar setengahnya saja.
Tapi kata ibu ku aku mendapatkan beasiswa jadi aku tidak harus membayar sepeserpun, mendengar hal itu aku pun setuju untuk pindah sekolah.
Dan saat hari pertama aku sekolah di sekolah baru ku...
"Anak - anak hari ini kita kedatangan siswi baru."
"Silahkan masuk," ucap pak guru mempersilahkanku untuk masuk kedalam kelas.
Saat di kelas pak guru menyuruhku untuk memperkenalkan diri agar yang lain tahu siapa aku.
"Hai teman - teman nama ku Valencia umurku 17 tahun aku pindahan dari sekolah "harapan" , semoga kalian bisa menerima ku sebagai teman kalian terimakasih."
"Baiklah Valencia silahkan duduk di bangku yang kosong ya," ucap pak guru.
Lalu aku pun segera mencari bangku yang kosong dan ternyata bangku yang kosong hanya tersisa satu saja akhirnya aku pun duduk di bangku itu yang berada di barisan ke dua dekat jendela.
Aku duduk dengan siswa yang sangat tampan namun sayangnya dia sangat pendiam dan saat aku mengajaknya berbicara dia hanya menjawab dengan singkat.
"Hai, boleh tahu nama kamu siapa ya?" t
Tanya ku, "Adelard," jawabnya.
"Oh salam kenal nama ku Valencia."
"Ya," jawabnya dengan singkat dan wajahnya sangat datar.
'OMG dia ganteng banget!' Kata ku di dalam hati.
"Baiklah anak - anak kita mulai pelajaran hari ini!" Ujar pak guru.
Lalu pak guru pun segera menerangkan pelajaran.
Lalu 2 jam kemudian bel istirahat berbunyi semua siswa - siswi pun bergegas keluar sekolah sambil mendorong - dorong orang yang akan keluar kelas juga agar bisa duluan keluar.
Saat itu aku jatuh karna didorong oleh seseorang lalu Adelard pun segera menolongku.
"Terima kasih telah menolongku."
Adelard hanya mengangguk lalu ia pun segera pergi meninggalkanku.
Lalu aku pun segera pergi ke kantin untuk memesan makanan.
"Bi, pesan nasi gorengnya satu ya."
"Siap neng sebentar ya," ucap ibu kantin.
Lalu aku pun menunggu makanannya jadi.
Dan beberapa menit kemudian makanannya sudah siap, aku pun segera membawanya ke meja yang ada di area kantin.
Saat aku meletakan makanan di sebuah meja tiba - tiba saja seorang perempuan langsung menarik rambutku.
"Aw!"
"Ini meja kita, kamu tidak boleh makan di sini! Sana cari aja meja lain!" Tegas perempuan itu.
Lalu aku pun segera membawa makananku ke tempat lain dan tiba - tiba saja Adelard memanggilku.
"Hey, kamu sedang mencari tempat duduk kan? Sini sama aku aja," ucap Adelard, "gak apa - apa nih?" Tanya ku, "iya gak apa - apa."
Lalu aku pun segera duduk bersama Adelard dan makan bersama bersamanya.
Dan perempuan yang tadi mengusirku tak sengaja melihat aku sedang makan bersama dengan Adelard dan perempuan itu pun langsung marah dan segera menghampiriku bersama geng nya.
Lalu perempuan itu pun segera menarik rambut ku lagi.
"HEH!" Tegas perempuan itu, lalu aku pun segera berdiri.
"Ada apa?" Tanya ku, lalu perempuan itu pun segera mendorong ku namun Adelard langsung menggapaiku agar tidak terjatuh.
Seketika pipi ku dan Adelard langsung memerah.
"Kamu tuh keterlaluan banget Valencia! Baru aja hari pertama mu masuk sekolah kamu langsung buat aku cemburu dan marah! Awas aja kamu ya Valencia!"
Perempuan yang mendorongku pun seketika makin benci kepada ku.
Lalu dia dan temannya pun segara pergi meninggalkanku.
Semenjak kejadian itu aku sering dibully dan di fitnah sampai aku masuk ke ruang BK karna dituduh mengambil uangnya.
"Kamu tuh kenapa sih Valencia? Sampai - sampai aku mencuri uang temanmu Alea?!" tanya guru BK, lalu tiba - tiba Adelard datang.
"Yang salah itu bukan Valencia Bu tapi Alea!" Ujar Adelard.
Seketika guru BK dan wali kelas aku pun langsung terperangah dan guru BK dan wali kelas ku diantara tidak percaya dan percaya.
"Memangnya kamu punya bukti Adelard?" Tanya Alea, "Aku punya bukti, ayo kita lihat CCTV," ucap Adelard.
Lalu semuanya pun segera pergi ke ruangan CCTV dan benar ternyata Valencia memang tak bersalah sebenarnya Alea memang sengaja menyimpan dompetnya di tas Valencia supaya dikiranya Valencia yang mencuri uangnya.
"ALEA!" teriak guru BK marah.
Lalu Alea pun segera dibawa ke ruangan BK.
"Terima kasih ya Adelard kamu telah menyelamatkanku, kalau misalnya kamu gak ada tadi pasti beasiswa ku langsung dicabut," ucapku, "iya, sama - sama."
Lalu tiba - tiba Adelard langsung memegang kedua tanganku, "Boleh gak aku ngomong sesuatu ke kamu?" Tanya Adelard, "boleh kok."
"Mau gak kamu jadi pacarku?" Tanya Adelard.
'A-apa?' Kata ku di dalam hati.
Tiba - tiba teman sekelas ku langsung datang.
"Cie cieee"
"Ih apaan sih," ucapku menahan salting.
"Terima, terima, terima, terima!"
Dan akhirnya aku pun menerima tawaran Adelard dan aku pun berpacaran dengannya.
Dan setelah aku lulus SMA Adelard masih bersamaku.
Lalu setelah wisuda Adelard meminta restu untuk menikahi ku kepada kedua orang tuaku.
Dan kedua orang tuaku pun membolehkanku menikah bersama Adelard.
"Boleh, asalkan kamu bisa menjaga Valencia dengan baik," ucap ibuku, "pasti aku jaga dia kok Bu."
Lalu satu Minggu kemudian aku langsung menikah dengan Adelard dan tinggal di rumah yang mewah.
Satu tahun kemudian aku mempunyai anak perempuan yang aku dan Adelard beri nama Vira.
~Tamat~