Entah kenapa beberapa hari ini pikiranku mulai kacau,entah karena cemas atau sedih. Bisa jadi ini karena pikiran ku yang terlalu memikirkan banyak hal. Cerita di mulai ketika...
Aku seorang anak SD yg baru naik ke SMP. Mungkin orang lain berpikir aku sama seperti anak-anak smp pada umumnya,Yang melakukan aktivitas anak smp pada umumnya
Meskipun mereka memandang aku seperti itu. Banyak yang mereka belum ketahui dari latar belakangku. Terlebih lagi karena orangtua ku yang seorang ibu rumah tangga dan pegawai kantor dan juga kakak adik ku yang sedang sakit.
Saat aku Menjenjang pendidikan di Sekolah Dasar ayahku yang bekerja seperti pegawai kantoran yang biasanya bekerja di tempat nyamanya harus pergi dengan rela karena kantor cabang ayahku di daerah masa kecilku telah ditutup,oleh karena itu kita sekeluarga juga memilih untuk pindah ke daerah yang dekat dengan kantor cabang berikutnya.
Jauh dari tempat masa kecilku aku Di Daftarkan ke Pondok pesantren yang ada di daerah sana. SMP Pondok pesantren swasta yang perbulannya perlu membayar spp yang tidaklah murah, itu adalah tantangan ayahku bisa tidaknya menetapkan aku di sekolah Pondok pesantren itu.
Hari demi hari ku jalani Di sana, Suka dan duka Ku lewati di sekolah itu. Dengan adanya banyak teman baik disana membuat diriku menjadi nyaman di Pondok pesantren itu 1 semester 2 semester ku jalani bersama teman-teman yang merupakan berlian ku di Pondok pesantren itu.
Tiba-tiba aku mendapatkan kabar sebelum penilaian akhir semester ke kelas 8 smp keluarga ku datang mengunjungi ku di Pondok pesantren tanpa ku ketahui. "nak siapkan dirimu Saat kelas 8 untuk pindah ke sekolah yang lain nya",ucap ayahku. Ayah menjelaskan bahwa semua kantor yang sama dengan ayahku akan ditutup bulan depan bertepatan setelah penilaian akhir semester ku.
Dengan raut wajah sedih aku pun berkata dalam hati,ternyata benar perkiraan ku bahwasanya cepat atau lambat aku akan meninggalkan teman-temanku disini.
Beberapa mingguan pun berlalu. Waktu dimana aku harus berpisah dengan orang-orang yang ku sebut rumahku merenung, teman-teman, bapak/ibu guru, dan sahabatku yang paling ku sayangi jasanya sampai kapan pun, dengan tangisan sedihku aku berpisah dengan kalian.
Itulah awal pertama dari hancurnya hatiku
Fase 2
Karena sudah tidak ada lagi pekerjaan yang dapat dilakukan ayahku untuk perusahaan itu. Kita pun sekeluarga tanpa kakak dan adikku memutuskan untuk menjadi petani,dengan meneruskan lahan pertanian kakek nenek kami yang sudah tak terawat.
Yah itu mungkin hanya ekspetasi kami. Ternyata yang bekerja hanya ayahku semata, tapi beberapa kali aku membantunya di lahan tapi mungkin itu tidak membantu sama sekali.
Kenapa tidak membantu?. Ya itu bermula ketika aku memulai kehidupan ini kembali dengan sikap yang berbeda di lingkungan yang lebih berbeda dari sebelumnya bersamaan dengan membantu ibu merawat dan menjaga kakak ku yang mempunyai gejala Autisme, dan adik kecilku yang masih sd kelas 1.
Sikapku lebih berbeda dari sebelumnya yang awalnya di Pondok pesantren aku rajin, jujur dan semangat menjadi diri yang pemalas,dan pesimis. Rada itu pun aku pendam setiap saat dan menjadi penyakit hati bagiku
Waktu masuk sekolah pun dimulai hari pertama masuk aku dipilihkan sebuah kelas oleh guru yang asik dan kelas nya benar-benar asik setelah aku mengenal mereka. Aku masuk dengan celana bekas dari Pondok pesantren ku dulu,aku memperkenalkan diri dan mendapat tempat duduk di barisan kedua dari kiri dan terbelakang bersama teman baru yang belum berani ku sapa jam pelajaran ke-1 dan ke-2 telah lewat aku masih terdiam di bangku ku.
Entah apa yang terlewat di benak mereka, mereka tiba-tiba berinisiasi untuk berbicara dengan ku. Ya mereka di bangku depan ku dan teman di sebelah ku, mereka menyapaku dengan ramah mereka berkenalan denganku dengan cara yang menarik.
Entah apa yang terpikir oleh timbul rasa suka ke perempuan yang berkenalan bersama dengan teman sebelah bangku ku
Sudah satu minggu aku berada di SMP itu sebagai murid kelas 8 aku pun beradaptasi disana banyak yang telah terjadi ternyata disana boleh membawa handphone bermain game dan menonton anime adalah hobiku di sini sekarang
Entah mengapa aku yang melebih lebihkan berpikirku atau apa ternyata perempuan yang ku suka juga memiliki kesamaan denganku dan sikap yang sama. Dan dari mana entah aku naksir dengannya sebenarnya apa yang ku pikirkan
Seperti panah asmara mulai timbul di hatiku. Tiap hari aku menghubungi nya melalui via WA dengan hati ku yang berbunga bunga.
Hari demi hari ku menghubungi nya, entah apa yang kupikirkan tanpa kusadari aku membuatnya risih. Dia tidak bilang sama sekali dan memblock WA ku. Dikelas dia mengabaikan aku,lebih parahnya lagi aku malah menghubungi ke teman kelasku yang menggenalinya dan bertanya ada apa dengannya,dia pun tak tau yang lebih bikin kaget lagi dia malah mengsip kan aku dengannya.
Dengan pemikiran ku yang belum berkembang karena baru pindah aku dengan bodoh nya malah memaksa temannya untuk membuka blocknya. Aku pun kaget teman yang ku suruh mengobrol dengannya memberitahukan bahwa yang kusukai risih karna aku terlalu berharap lebih
Dari situlah ke cemasanku mulai datang. Aku memberanikan diri meminta maaf ke padanya dengan rasa penuh bersalah.
Dan ternyata dia memang menjahiliku dan berkata "oooo bejo kamu nih kenapa" dengan tawanya yang membuat candu aku pun bahagia dan kita menjadi sahabat di lingkungan yang kutinggali sekarang meski berjauhan rumah.
Waktu demi waktu yang bahagiapun berjalan.
T A M A T