Pengalaman ini terjadi saat aku masih belia,waktu itu aku duduk dibangku kelas 4 SD,siang itu tepat jam 11 siang aku pulang sekolah bersama teman-teman ku,awal perjalanan kami sangat baik-baik saja,hingga tiba saat nya kami melintasi sebuah pemakaman umum dikampungku.
Makam itu terkenal dengan keangkeran nya,namun aku tidak pernah merasakan takut saat melintas didepan pemakaman itu,lain hal nya dengan teman-teman ku,mereka berlari meninggalkan ku karena takut katanya disana sering muncul penampakan hantu tampa kepala dan lain sebagainya.
Tetapi aku tidak percaya dengan cerita mereka itu,aku membiarkan mereka meninggalkan ku sendirian ditengah jalan yang diapit antara pemakaman dan lapangan bola tersebut.
Aku terus berjalan,namun aku merasa diri ku masih berjalan disitu-situ saja,padahal aku sudah berjalan cukup lama jika dihitung langkah barangkali aku sudah sampai dirumah ku.
Perasaan aneh mulai menyelimuti pikiran ku,kepala ku rasa nya sudah sebesar drom minyak solar,bulukuduk ku merinding tampa aku tau penyebab nya,aku tetap mengabaikan hal itu karena aku masih lugu.
Tiba-tiba....terdengar sebuah suara menyapa ku sambil tertawa,"Ha..ha..ha..kau mau pulang dek?ujar nya,sontak aku menoleh lalu melihat seseorang yang aku kenal dikampung ku tengah menyapa ku dengan wajah yang sangat pucat,pemuda itu tersenyum ke arah ku.Aku ingat jika orang itu sudah meninggal dunia.
Aku pun menjawab jika aku akan pulang,namun lagi-lagi ia bertanya lantas menawarkan agar aku mampir dirumah nya kala itu karena sudah waktu nya makan siang.
"Dek...kau yakin akan pulang?apa kau tidak haus dan lapar?lebih baik kau mampir dulu sebentar setelah itu kau bisa melanjutkan perjalanan mu"ujar nya sembari tersenyum lantas ingin menghampiriku.
Aneh nya ia mundur lantas masuk kembali kedalam rumah nya,lalu menghilang begitu saja,sontak aku terperanjat karena sadar bahwa itu tadi bukan lah manusia melainkan hantu penghuni pemakaman itu.
Aku pun mulai merasa takut,aku memacu laju lariku hingga aku tidak sadar apa yang telah terjadi pada ku saat itu,ketika aku sadar aku sudah dirumah dengan banyak nya orang-orang kampung datang mengerumuniku siang itu,mereka bertanya karena penasaran apa yang telah terjadi kepada ku.
Setelah aku cerita,mereka berdecak ngeri kata mereka beruntung aku tidak masuk kedalam rumah orang itu,jika masuk maka aku akan menjadi salah satu penghuni makam tersebut alias meninggal,walau pun tidak aku bisa menjadi gila.
Aku pun menceritakan saat pemuda itu menghampiriku tetapi ia seperti ketakutan lantas masuk kembali kedalam rumah nya lalu rumah nya itu menghilang begitu saja ujar ku.
Mendengar semua itu,mereka saling berpandangan lantas berkata jika ada yang sedang menjagaku,namun aku tetap tidak percaya itu,sampai aku menyuruh ayah ku untuk memanggil sang kakek yang kebetulan seorang dukun besar untuk datang kerumah kami,kebetulan beliau kakek kandungku yaitu ayah dari ibuku.
Tidak lama berselang jam,kakek ku datang lantas seperti memberi hormat pada ku,sontak aku heran kenapa kakek ku bertingkah seperti itu,aku pun bertanya pada beliau kenapa beliau melakukan hal tersebut.
Kemudian beliau menjawab,jika yang menempel dibadan ku lebih tinggi derajadnya dari beliau,dan beliau juga bilang kalau aku sudah sedari bayi dijaga oleh mahluk tersebut.
Bulukuduk ku merinding,aku merasa takut dengan diriku sendiri,aku mulai mengajukan pertanyaan demi pertanyaan kepada sang kakek mengenai kenapa aku tidak pernah takut saat jalan sendirian baik itu siang atau pun malam?
Kemudian beliau menjawab,itu semua karena si'penjagaku tadi selalu ada bersamaku,kemudian aku bertanya lagi kenapa kadang kala aku merasa takut dan was-was,kemudian beliau menjawab lagi jika hal tersebut terjadi itu arti nya penjaga ku itu tidak ada disampingku.
Kemudian sang kakek berpesan kepada kedua orang tua ku,jangan sampai memarahiku jika itu terjadi maka si penjaga akan marah.Semenjak hari itu aku sering melihat sosok tak kasat mata,bahkan disekolah maupun dirumah aku sering diajak bermain oleh mereka, bahkan kedua orang tua ku khawatir dengan keadaanku yang sudah seperti orang gila ngomong sendirian kata nya, padahal aku berbicara dengan teman-teman ku.
Saking panik nya mereka akhir nya sang kakek dijemput lagi untuk datang kerumah kami,beliau sampai bertanya ada apa lagi dengan ku?kemudian orang tua ku menjelaskan bahwa aku sering bicara sendirian,bahkan disekolah guru-guru juga bercerita kepada ayah ku tentang diri ku yang suka bicara sendirian padahal aku bicara dengan murid dan guru disekolah itu.
Saat mendengar cerita mereka sang kakek pun mencoba menutup mata batinku agar aku tidak bisa melihat mahluk itu lagi,alhasil beberapa bulan semenjak penutupan itu aku sudah menjadi manusia normal pada umum nya,namun tetap saja teman-teman ku menghindari diri ku mereka masih mengosipkan ku bahwa aku tidak waras.
Suatu malam aku pergi nonton tv dirumah tetangga kami,rumah nya berjarak cukup jauh dari rumah ku,aku tidak bisa masuk karena tidak punya uang koin untuk membayar,karena jaman dulu kalau nonton tv dikampung ku berbayar 100 perak baru diperboleh kan masuk kedalam rumah.
Aku pergi bersama adik ku waktu itu,kami nonton lewat jendela kaca rumah tersebut,kemudian jam sudah menunjukan pukul 11 malam,sementara flm nya masih sangat bagus yaitu flm jelangkung,sang adik sudah sangat mengantuk ia terus membawa ku pulang,namun aku masih belum mau,ia pun ijin pulang bersama tetangga kami yang kebetulan rumah nya berdampingan dengan rumah ku.
Saat adik ku pulang,aku jadi bingung akan pulang dengan siapa karena malam itu aku sangat merasa takut bahkan bulukuduk ku merinding.Namun ternyata paman ku belum pulang akhir nya aku pulang bersama paman sepupu ibuku itu,
Beliau bertanya apakah aku tidak akan dimarahi oleh ibuku karena pulang sudah larut malam?aku bilang "tidak om,aku sudah berpesan pada adik ku untuk tidak mengunci jendela karena aku akan masuk lewat jendela"ujarku.
Kemudian kami pulang,lantas dijalan aku mulai bertemu dengan mahluk tak kasat mata itu,namun aku tidak menyadari nya pria tua itu menawarkan ku untuk ikut dengan nya tetapi aku tidak mau,mendengar aku bicara sendiri sang paman pun menepuk bahuku lalu menarik tangan ku kami berjalan dengan sangat tergesa-gesa hingga aku sampai dirumah ku saat itu.
Setelah mengantar ku pulang,paman ku pun pulang kerumah nya yang tidak jauh dari rumah ku hanya berjarak 4 buah rumah saja.Kemudian aku mencoba masuk lewat jendela itu tetapi jendela itu terkunci dari dalam,ternyata ibu ku sengaja mengunciku agar aku tidak bisa masuk.
Ia terus memarahiku saat itu,sontak emosiku meluap,aku tidak bisa mengendalikan diri,lantas aku pergi berniat akan tidur dirumah paman ku tadi,tetapi paman ku juga sudah menutup pintu rumah nya.
Aku mengetuk pintu itu namun tidak ada yang membuka nya untuk ku,aku pun menangis pilu sementara mata ku sudah sangat mengantuk,tiba-tiba aku melihat sekelompok ular datang mengejarku,aku berteriak ketakutan lantas berlari menghindari kejaran ular-ular itu.
Mereka terus mengejarku, aku yang ketakutan pun sampai ditepi danau yang sangat besar,aku sudah terkepung tidak ada tempat untuk berlari lagi akhirnya aku melompat kedalam sungai itu aneh nya aku sampai diseberang dengan selamat tampa basah sedikitpun.
Aku menoleh kebelakang melihat ular-ular itu mereka semua tercebur masuk kedalam danau tersebut,aku terus berlari hingga akhir nya aku sampai disawah warga, aku pu sadar saat kaki ku menyentuh air yang terdapat disawah itu.
Aku mulai ketakutan,rasa takut itu mulai mengerogoti mental ku,aku pun memberanikan diri masuk kedalam hutan kebetulan hutan itu sangat angker,aku mengendap-endap mencoba untuk keluar dari hutan tersebut.
Namun tiba-tiba aku disergap oleh orang-orang yang tidak aku kenal,mereka memitingku namun aku berhasil melepaskan diri dari mereka semua,jumlah mereka ada sekitar 15 orang,namun aku bisa lolos dari mereka.
Aku sudah sangat lelah saat itu hingga aku terduduk untuk melepas penat yang aku rasakan,tetapi seseorang datang lalu menggendongku namun aku mencoba melepaskan diri dari nya dengan cara menggigit leher nya saat itu,sontak ia melepaskan ku lalu menamparku,aku pun tersadar sesaat lalu aku tidak ingat apapun lagi.
Saat aku sadar,aku melihat orang sudah ramai berkerumun dirumah ku,mereka mengatakan kalau aku telah kesurupan,hilang dari jam 12 malam ketemu jam 3 dini hari,ayam telah berkokok bersahut-sahutan tanda hari sudah menjelang pagi.
Aku melihat ibu ku menangis sesugukan meminta maaf kepada ku,ia berkata jika aku tidak boleh mengulangi hal tersebut,aku bertanya memangnya hal apa yang aku lakukan?ia pun menjawab kalau aku melarikan diri dari rumah lalu menghilang.
mereka mengejarku namun aku berlari seperti lari macantutul yang lari nya sangat kencang sehingga susah untuk ditangkap,mereka juga menceritakan jika aku melompati danau yang sangat luas itu dengan sekali lompatan saja, sementara mereka yang tengah mengejar ku jatuh kedanau basah kuyup saat itu.
Aku benar-benar bingung mendengar cerita mereka semua.
Hingga tiba besok pagi,berita tentangku yang kesurupan itu tersebar luas diseluruh kampung.
Itulah cerita tentangku,tentang awal mula aku melihat sosok tak kasat mata serta kejadian-kejadian aneh yang terus menghantui ku saat itu hingga sampai hari dimana aku melahirkan seorang putri dari pernikahan ku,baru lah aku tidak melihat mereka lagi.