selamat membaca
____
____
____
sebuah sekolah sma negara A, kelas XllB
"hoam membosankan hmm kalau dipikir sudah 3 tahun aku 'libur', bagaimana ya kabar mereka sekarang?" seorang pemuda tampan berambut putih keperakan sedang memangku dagunya, ia memiliki pupil mata biru safir yang indah yang membuat para kaum hawa terpesona, ia sedang duduk malemun di mejanya karena bosan dengan pelajaran di depnnya
"hei rayn fokus, kau tidak ingin dihukum lagi kan? " suara lembut nan manis masuk ke telinga pemuda yang bernama rayn tersebut.
"ah maaf yunna" rayn hanya menjawab cengegesan, ke arah gadis cantik di sebelahnya, gadis itu memiliki rambut coklat panjang dengan mata biru laut yang cantik, poin yang rayn berikan ada 100/10, dulu saat pertama kali masuk sma ia pernah jatuh cinta dengan gadis di sebelahnya itu, tapi setelah datang dari tempat 'itu' perasaan yang ia pendam berangsur-angsur menghilang
mereka kembali fokus ke arah papan tulis dan mendengarkan guru menjelaskan pelajaran, 5 sebulum jam pelajaran berakhir, ting... ting... ting... 3 dentingan terdengar ke seluruh murid di kelas tersebut, bahkan guru yang didepan papan tulis tidak luput darinya, mereka sumua menoleh ke arah asal suara yang ternyata sangat dekat dengan tempat duduk rayn.
rayn yang tahu arti dari suara tersebut cukup terkejut "hmm~ ternyata hanya sampai disini ya, toh aku sudah puas juga" tap tap rayn tiba tiba berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke titik lantai acak di belakangnya yang acak di belakang mejanya, "otkyorte vorota! " (buka gerbangnya) ting ting ting suara dentingan lembut semakin banyak setelah ia mengatakan kata tersebut, wus setelah 1 menit dentingan tiba tiba berhenti, hal itu membuat bingung satu kelas, tiba tiba muncul sebuah run di bawah kaki rayn dan dia persisi di tengah tengahnya "lama tidak merasakan sensasi ini, ya selamat tinggal semuanya dan terimakasih atas bantuannya selama ini. " rayn sedikit membungkuk ke semua orang yang terdiam di kelas, menyaksikan hal yang di luar nalar mereka itu siapa yang tidak terdiam coba, kecuali yuuna.
"rayn tunggu! " wus tap bersamaan dengan run tersebut aktif, tiba tiba yuuna melompat dan masuk ke dalamnya saat run persis berpindah
"yuuna!, astaga kenapa kau tidak bilang kepadaku terlebih dahulu, ugh urusan ini menjadi rumit, akan sangat susah mengembalikan mu ke dunia asal, kau ingin tinggal selamanya di sana? "
set yuuna mendongak "aku menyukaimu, maukah kau menjadi pacarku" bukannya menjawab pertanyaan rayn yuuna kembali melemparkan sebuah pertanyaan yang mrmbuat rayn terkejut ia mengatakan hal itu di situasi seperti ini!
"ukh kenapa harus sekarang, tunggu dulu, nanti akan ku jawab setelah kita sampai di sebrang, tinggal beberapa detik lagi" meski enggan rayn terpaksa menunda pernyataan perasaan yuuna.
sementara itu di dalam kelas, semua orang sedang panik terutama wali kelas yang bertanggung jawab atas 2 orang murid yang tiba tiba menghilang entah berantah.
kembali ke sisi rayn, ia dedang menghitung mundur menuju ujung portal perpindahan, "3... 2...1..." wus tap cahaya menyilaukan menerpa mata mereka, yuuna terduduk karena tiba tiba muncul di lantai datar, yang awalnya ia melayang layang, "belum berubah ternyata, ah saintis elena lama tidak bertemu,hmm maafkan aku" wus srak rayn melihat seseorang gadis berpakaian layaknya seorang wanita suci didepannya dan langsung menyapanya, tapi ia segera sadar setelah melihat tampangnya, langsung saja rayn merapalkan sihir penyembuhan kepada gadis yang bernama elene tersebut
"huf, terimakasih pahlawan rayn, maaf saya menyambut anda dalam keadaan seperti ini, bahkan anda yang menyembuhkan saya, sekali lagi terimakasih" elena membungkuk hormat layaknya tamu agung
"tidak apa apa, ngomong ngomong dima... " wus bruk belum sempat ia menyelesaikan kata katanya sebuah pelukan mendarat ke arahnya
"raaaynnnn!!! " seorang gadis cantik, hampir sama cantiknya dengan yuuna tiba tiba memeluk rayn, ia tidak melawan sebaliknya rayn mengelus kepala gadis itu dan menghiburnya sekaligus memberi pelukan hangat, seperti seorang kekasih yang sudah lama tidak bertemu
"yosh yosh, kau merindukanku?, aku janji tidak akan pergi lagi" ia tersenyum manis, hal yang tidak pernah yuuna lihat sebelumnya
gadis itu hanya diam, menikmati pelukan rayn, 5 menit kemudian ia baru menjawabnya "sangat! sangat merindukanmu, jaji kamu tidak akan meninggalkan ku lagi? ", ia mendongak ke atas untuk melihat wajah rayn.
" janji! " sret tuk ia menyetuhkan dahinya ke dahi gadis itu, tanda perjanjian, ia yang diperlukan seperti itu merasa malu sekaligus bahagia.
sementara itu di sisi yuuna, ia sangat terkejut melihat gadis yang sangat akrab dengan orang yang ia cintai, bahkan sampai berpelukan, hal yang sudah lama ia impikan. yuuna hanya menonton kemesraan 2 orang tersebut, ia menebak bahwa dirinya sudah dilupakan, sedih bercampur kecewa itu perasaannya saat ini
10 mrnit saling melepas rindu, rayn baru teringat bahwa yuuna masih ada di sisinya, set tap rayn membungkuk tandan permintaan maaf yang mendalam "maafkan aku yuuna, aku tidak bisa menerima perasaan mu, sekarang aku sudah memiliki keksaih, bahkan sebelum aku masuk kelas 1 sma, memang dulu aku pernah punya perasaan kepadamu tapi sekarang sudah berbeda, sekali lagi maafkan aku, semoga kita bisa berteman seperti dulu" rayn akhirnya bisa mengatakan hal tersebut meskipun ada sedikit rasa sakit di hatinya
sret yuuna terdiam sebentar. lalu membuat sebuah senyum dengan air mata bercucuran "tidak apa apa, aku ingin sendirian dulu, toling jangan ganggu aku" set ia berbalik lalu di tuntun oleh pelayan yang ada di sana, mengantarnya ke seuatu tempat untuk menenangkan hatinya yang sedang bergejolak.
"hah~, yah hal yang sudah terjadi tidak akan bisa terulang kembali, freya bisakah kamu tuntun jalan menuju ruang ayahmu? " rayn nenghela nafas berat setelah memenangkan perasaannya, setelah itu ia menoleh ke gadis di sampingnya yang brnama freya
"ah baik, tolong ikuti aku" set ia mengulurkan tangannya berinisiatif ibgun bergandengan tangan
'gadis ini', sangat terlihat jelas bahwa freya malu malu memegang tangan rayn, padahal kekasihnya sendiri. set puk "tolong pandu saya tuan putriku" rayn menyambut tangan freya dengan anggun bak bangsawan yang semakin menambah malu dirinya.
sementara itu di tempat yuuna, di sebuha taman belakang istana, tampak seorang gadis menangis tersedu sedu dengan pelayan berdiri di sampingnya "hiks hiks, kenapa ini terjadi kepadaku, hiks seandainya aku mengungkapkannya lebih cepat pasti rayn akan memilihku, hiks" yuuna menagis agak lama, setelah beberapa saat emosinya tenang "nasi sudah menjadi bubur, saatnya aku memikirkan bagaimana bertahan hidup di dunia seperti ini. apakah dunia ini semacam novel yang pernah ku baca, hal itu bisa ku coba, status! ", setelah ia mengatakan hal itu sebuah layar hologram tertera di hadapannya
nama : yuuna heart
umur : 18 tahun
kelamin : wanita
title : hero yg diakui dewi
mp : 10.000
hp : 5000
skill : shadow [s] (anda bisa memanipulasi bayangan sesuka anda tanpa batasan apapun) light [s] (anda memiliki penguasaan elemen cahaya penuh dan sudah diakui oleh dewi fortuna) lucky [??] (mendapatkan berkah dari dewi fotuna)
inventory [A] (dapat menyimpan bebda apapun tanpa batas kecuali makhluk hidup)
item : ......
"ini sangat gila, apaan dengan skill skill di luar nalar ini, apalagi skill keberuntungannya, diakui oleh dewi?, apakah hal semacam itu bisa di berikan kepada manusia? " tap tap yuuna tidak terasa berjalan menyusuri lorong menuju singga sana raja setelah di rekomendasikan oleh pelayan, sambil mengecek status yang dimilikinya.
tidak terasa ia samapi di droan singga sana raja, dan berlutut, meniru apa yang rayn lakukan, "berdirilah, selamat datang kembali pahlawan rayn, dan untuk temannya, terimakasih sudah mau menerima undangan yang ku berikan, semoga kerja sama kita bisa dilakukan sebaik dulu lagi"
"pujian itu tidak pantas di berikan kepada saya, dan namanya adalah yuuna heart teman masa kecilku, dia juga seorang pahlawan sama sepertiku, maka dari itu bolehkah dia maduk ke dalam party pahlawan? " rayn masih berlutut sambil menjawab sapaan raja di depannya
"hah, berdirilah kau tidak perlu se formal itu, kamu sudah ku anggap anak sendiri, ya semoga aku bisa cepat mendapatkan cucu, kalian kapan akan mengadakan pesta pernikahan?, boleh saja, asal teman teman dalam partymu tidak keberatan, tapi keranjaaan ini cukup beruntung mendapatkan 2 pahlawan gebat seperti kalian, baiklah jangan terus berdiri di sana, ayo kita kr meja perjamuan, merayakan pesta penyambutan mu! "
set "baiklah sesuai keinginan mu, terimakasih arthur" rayn kembali berdiri dan mengubah intonasi suara dan langsung memnggil nama asli raja do depannya itu, begitu juga diiringi oleh yuuna. "baju begini sepertinya tidak pantas masuk ke pesta" set ctak ia menjentikkan jarinya, seketika baju yang rayn kenakan langsung berubah menjadi baju formal ala bangsawan (bayangin aja jas hitam milik anos). "kau mau yuuna? "
"eh boleh, apakah tidak merepotkan? "
yuuna sudah berdiri dan sedang membiasakan sistem miliknya.
"tidak kok, kau mau gaya seperti apa? "
"hmm seperti putri freya apakah boleh"
ia malu malu mengatakannya karena ini baru pertama kalinya ia di tawarkan baju bagus.
"baiklah sesuai permintaan mu n-o-n-a~" set srak baju yuuna juga berubah, ia sekarang sedang memakai gaun elegan tapi tidak terlalu mewah berwarna biru muda, rambutnya juga sudah di gerai dan ti pasangi bunga mawar biru di sisi kanan dahinya
"wah cantiknya, terimakasih rayn" ia tersenyum bahagia menerima baju sebagus ini
"kau cantik yuuna, akan banyak pria bangsawan yang akan melamar mu nanti di pesta. hmm mungkin sebentar lagi para tamu undangan akan datang dan pesta segera di mulai, ayo kita ke aula" tap tap tap rayn memimpin jalan menuju aula istana, karena dia yg paking tahu
setelah berjalan sebentar, "aduh, sudah ku bilang jika aku kembali, membuat pesta itu tidak harus meriah meriah, tapi apa yang dilakukan pak tua itu, hahapa yang sudah terjadi biarlah berlalu" rayn sampai di deoan aula dan betapa terkejutnya melihat kemeriahan pesta di depannya, sepertinya hampir semua orang berpengaruh di undang hadir ke pesta "yuuna kau bisa berkumpul di krumunan di sana, dan ingat jika ada seorang orang bejat hajar saja, jangan ragu, nikmati pestanya" ia menunjuk sebuah kerumunan para gadis dan mrmeberi debuah nasihat kecil.
tap tap rayn berjalan menuju seb7ah kelompok yang terdiri dati 5 orang, "yo lama tidak ketemu, kalian masih sehat" tanpa salam rayn menyapa semua orang di kelompok itu, saat mereka berbalik melihat diapa yang menyapa mereka terkejut.
"oh rayn, kwmi sehat, tak kusangka kau benar benaakan datang, kukira pak tua itu hanya membual, yo selamat datang kembali pestan pahlawan" seorang pemuda berambut emas membalas sapaannya
"yah begitulah, aku juga agak terkejut saat tiba tiba di panggil, btw kaliini apa yang akan kit hadapi, ah ya di mana si gray? "
"ah gray, pria romantis itu, tuh dia sedang bercengkrama dengan kekasihnya, hei kapan aku akan bertunangan? " albert sedikit menggoda rayn sambil meminum wine miliknya
"wow ku tinggal 3 tahun dia sudah punya kekasih, hmm mungkin saat pesta ini"
TUNGGU PART 2, INYONG NA BUAT CERPEN BARU