Pagi itu udara begitu sejuk berbeda dengan hari-hari sebelumnya karena semalam kota kecil ini baru saja di guyur hujan. Mentari kian tersenyum di ufuk timur memancarkan cahaya kemilau keemasan nan cantik yang mampu menerobos masuk melalui celah jendela kamar kost berukuran 3x4 yang letaknya tak jauh dari kampus. Aku terbangun lalu membuka jendela kamar dan pintu agar tidak kehilangan udara pagi yang begitu segar. Karena rasa kantuk masih mendominasi tubuhku, aku memilih kembali tidur dengan pintu yang sengaja ku biarkan sedikit terbuka lagian kamar kos ku berada di lantai 2 sehingga dijamin keamanannya.
Sekitar pukul 6.30 waktu setempat tanpa sepengetahuan ku terparkir indah sebuah sedan berwarna hitam yang tak lain adalah mobilnya Dimas (Mas). Karena jadwal kuliah di hari itu kosong aku lebih memilih untuk beristirahat sebelum besok kembali ke kampus. Hari itu keberuntungan berpihak pada Mas yang selama ini penasaran dengan wajah saya yang natural khas bangun tidur, pintu kamar yang sedikit terbuka membuat mas tidak kesulitan untuk membangunkan saya sehingga dengan mudah Mas masuk ke kamarku tanpa suara. Merasa ada sesuatu yang sepertinya masuk ke kamar saya perlahan menerjapkan mata dan terperanjat melihat Mas sudah berada di dalam kamar. Saya kemudian bangun dan duduk bersandar pada dasboard tempat tidur dengan wajah kebingungan dan muka bantal saya saat itu bertanya pada Mas " Mas pagi2 kok tidak ke tempat kerja malah ke sini? Ada apa?"
Mas tersenyum sambil berjalan mendekat ke arah saya lalu duduk di bibir tempat tidur " maaf mengganggu mu pagi2 dan menerobos masuk tanpa permisi. Mas kesini cuma mau nganterin ini buat kamu." Sambil mengeluarkan bingkisan kecil berpita merah dari tas kerjanya.
Saya menerima bingkisan itu lalu membukanya ternyata isinya COKELAT.
Aku menautkan kedua alis dan kembali bertanya " Tumben pagi-pagi kesini hanya untuk kasih cokelat. Ada apa ini?" Saya lupa kalau hari ini adalah Hari Valentine, hari yang paling di tunggu oleh kaum muda yang tidak jomblo 😂🤭 ( Ciee yang lagi bucin 😍😉)
Mas tersenyum sambil mengucapkan selamat hari valentine untuk ku "My baby.... Happy Valentine Day"
Seketika rasa kantuk yang sedari tadi masih menguasai ku menguap begitu saja entah kemana. Rasa bahagia, kaget dan terharu tercampur menjadi satu saat itu dengan ekspresi wajah yang kaget aku berkata kepada Mas "hahh valentine? Memangnya hari ini hari Valentine?" Kebingungan kini lebih mendominasi pikiranku. Mas tertawa melihat ekspresi wajah saya saat ini dan membalas pertanyaan ku sambil tertawa " Yes My Angel hari ini hari Valentine jadi sebntar malam bersiaplah Mas jemput kita dinner di luar. Ok baby?" Mas seakan meminta jawaban "Yes" tanpa protes.
Aku pun mengangguk pelan dan menyetujui ajakan Mas.
Waktu menunjukkan pukul 7.30 lebih sedikit Mas kemudian berpamitan karna waktu masuk kantor sudah dekat sebelum pamit mas menanyakan jadwal kuliah saya hari ini, karena sudah semester akhir perkuliahan sudah tidak sebanyak semester2 sebelumnya. Saya mengatakan jika hari ini tidak ada mata kuliah. Saya baru akan ke kampus keesokan harinya.
Singkat cerita hari sudah sore tak lama kemudian suara handphone berbunyi, ku raih handphone ku di atas meja belajar dan melihat isi pesan yang ternyata tidak lain adalah dari mas
Ting...
[ Baby... bersiap-siap ya kurang lebih 30 menit lagi mas jemput, kita berangkat menggunakan motor saja ya biar tidak kena macet.]
Dengan penuh semangat aku membalas pesan Mas [Oke sayangggg ❤️]
Gugup dan bahagia tercampur menjadi satu saat ini betapa tidak ini adalah kencan pertama saya selama hidup dan menjadi momen terindah dalam kisah perjalanan cinta di tanah rantau.
Kurang lebih 30 menit Kawasaki Ninja berwarna hijau muda sudah tiba di depan kos. Aku pun meminta Mas untuk menunggu di bawah, dengan langkah bahagia aku keluar kamar dan menghampiri Mas yang sedang menunggu di depan pintu kos tak lupa aku mengunci pintu kamar sebelum berangkat.
Mas mulai melajukan motor meninggalkan kosan ku.kurang lebih 15 menit kita sampai di salah satu tempat wisata di kota itu sebut saja SLG. setelah mengelilingi area SLG dan beberapa tempat hiburan yang ada di sana kami memutuskan untuk mencari tempat makan mengisi perut yang sudah berdemonstrasi karena sudah saatnya untuk di isi.
Tanpa sepengetahuan ku ternyata Mas sudah membooking sebuah ruangan VIP di salah satu restoran yang berada di tengah kota. Setibanya di restoran Mas menuntun saya untuk masuk ke dalam restoran dan berjalan menuju sebuah ruangan. Begitu pintu ruangan itu terbuka betapa kagetnya saya melihat isi dalam ruangan yang begitu indah malam itu. Lampu yang remang di sudut ruangan dihiasi dengan bunga mawar merah dan cahaya lilin seakan mendominasi ruangan itu menambah kesan romantis yang sulit untuk dijelaskan keindahan nya. Mas menarik tangan ku menuju sebuah meja makan minimalis yang telah tersedia beberapa menu makan yang sudah ada di sana. Malam itu Mas melayani ku bak seorang ratu dia menarik kursi untuk ku sebelum dia mengambil posisi duduk di depan saya. Karena hari sudah mulai larut kita pun melakukan ritual makan malam dengan penuh khidmat tanpa ada yang berbicara selain bunyi dentingan sendok dan garpu yang menemani kesunyian ruangan itu. Setelah selesai makan Mas menatap ku dalam dengan pancaran kasih yang terpantul dari kedua netra nya. Tak lama mas bangkit dari duduknya mengintari menja dan berdiri tepat di belakang ku mas meminta ku untuk menutup mata dan saya pun mengikuti permintaan Mas. Tak lama kemudian saya merasa mas memasang sesuatu di leherku setelah selesai Mas meminta ku untuk membuka mata kemudian melihat kalung berwarna putih dengan liontin salib yang baru saja dia pasang di leherku. Aku begitu terharu dengan sikap mas terhadap saya. Dengan sebuah senyum yang terpancar dari wajahnya Mas meminta maaf karena hanya sebuah kalung sederhana yang bisa ia berikan di hari Valentine ini. Mas meminta ku untuk tidak melepas kalung itu dari leherku agar Saat Mas tidak berada di Sisiku aku akan selalu terjaga oleh Tuhan yang kita sembah bersama. Kebetulan saya dan mas seiman dalam keyakinan. Setelah mas mengutarakan isi hatinya ia menarik ku dalam pelukannya dan aku pun membalas pelukan Mas. Masih dengan posisi yang sama Mas mengecup puncak kepalaku sambil berbisik " My Angel you are my everything and I LOVE YOU SO MUCH BABY." Dan aku hanya bisa menjawab "Love You too Mas, thank you for your anttention and love to me."❤️♥️
________________THE END______________