Perkenalkan nama ku dzakira aku adalah anak terakhir dari 8 bersaudara.
Walau aku anak terakhir tapi nyatanya aku bukan anak yg beruntung,setiap orang akan beranggapan bahwa hidup ku akan terjamin karna mempunyai banyak Kaka yg memiliki pekerjaan bagus.
Ya..Kaka ku memang mempunyai kerjaan bagus ada yg menjadi Agen sembako,usaha rumah makan,usaha mebel,menjadi guru dan kedua Kaka ku lainya ada yg menjadi dokter.
Tapi terlepas dari itu semua aku hanyalah anak seorang petani ayah ku sudah berumur 80 th dan ibu ku 20 tahun lebih muda dari ayah ku.
Kini ayah ku sakit sakitan dalam sebulan bisa berapa kali keluar rumah sakit.
Kedua orang tua ku sudah tidak bisa mencari nafkah lagi mereka hanya mengharapkan kiriman uang dari Kaka² ku.
Sedangkan posisi ku saat ini masih sekolah menengah atas aku sekolah di luar kota jarak rumah ku dah sekolah ku ±3 jam bila naik mobil .
Awalnya aku tinggal dengan Kaka ku yg pertama dia mempunyai usaha agen sembako yg besar tapi tidak bertahan lama karna Kaka ipar ku tidak suka dengan ku karna menurut dia aku hanya akan meminta uang trus kepada Kaka ku terlebih anak pertama Kaka ku yg memili usia sama dengan ku terlihat sekali dia tidak menyukai ku setiap aku nonton tv dengan sengaja dia akan mematikan tv dan membanting pintu kamar dengan kuat.
±1 tahun aku putuskan untuk pindah dengan Kaka ku yg mempunyai usaha rumah makan, tapi di sini aku lebih tersiksa karna aku harus bagun jam 2 subuh untuk membantu Kaka ku menyiapkan untuk di jual besok terlebih pas pulang sekolah aku tidak bisa langsung istirat aku harus membantu di warung sampe jam 10 kadang aku sampai rumah jam 12 malam karna harus beberes warung dlu di sini tidak ada yg memperhatikan ku bagai mana capeknya aku tidak ada hari libur.sehari aku hanya tidur 2-3 jam saja terkadang aku sampai ketiduran di kelas.
Karna kejadian ini nilai ku jadi jelek yg awalnya aku selalu masuk peringkat 5 besar kini aku peringkat 2 urutan akhir.
Karna kejadian ini ayah ku sanggat marah tapi aku juga tidak berani cerita mengapa aku sampai tidak fokus belajar aku takut ayah ku akan kepikiran karna ayah ku memiliki penyakit vertigo.
Akhirnya aku meminta ijin ayah ku untuk ngekos di samping sekolah beralasan karna aku sudah naik kelas 3 akan banyak kegiatan di sekolah dan juga biar lebih dekat ketika akan mengerjakan tugas kelompok.
Dan ayah ku pun mengijinkan ayah ku cerita dengan Kaka Kaka ku semua meminta agar Kaka² ku mau menyumbang 100 rbu perbulan untuk bayar kos dan makan ku
Mereka pun mengiyakan.
Disitu aku merasa senang karna aku akan bisa lebih fokus untuk belajar agar bisa dapat beasiswa untuk kuliah .
Tetapi ketika waktunya aku bayar kos tidak 1 pun Kaka ku mengirimkan ku uang setiap aku tagih mereka beralasan sibuk,tidak sempat ngirim uang bahkan Kaka ku yg tinggal 1 kota dengan ku pun Engkan memberikan ku uang.
Dan pada akhirnya aku harus berjualan kopi keliling di taman dan juga jualan pentol agar aku bisa bayar uang kos dan untuk aku makan .
Pernah suatu waktu aku minta uang kepada Kaka ku untuk membayar tunggakan kos 2 bulan dan membayar sekolah tapi aku malah di maki maki dengan Kaka ipar ku.
Istri dari Kaka ku yg mempunyai usaha warung ini memang memiliki sifat yg jelek sewaktu aku keluar dari rumahnya dia menghasut semua Kaka ku untuk membenci ku dia bercerita aku keluar dari rumahnya karna aku mau bebas.
Tapi Alhamdulillah semua sudah berlalu kini aku sudah lulus dan aku memilih untuk langsung bekerja di swalayan karna kalo kuliah aku tidak mempunyai biaya.
Ketika aku bekerja aku tinggal dengan Kaka ku yg seorang guru tapi tinggal di sini tidak lebih baik dari Kaka²ku sebelumnya setiap aku tidak punya uang aku tidak akan di Tegur Bahkan makanannya pun akan di sembunyikan dan hanya tersisa nasi tapi ketika aku gajian dia akan menjadi seseorang yg amat baik.
Aku memang tidak terlalu dekat dekat Kaka Kaka ku karna kita memiliki usia yg terpaut jauh beda dgn Kaka kaka ku yg no 1 sampe 7 mereka terpaut 2 tahun sedangkan aku dan no 7 terpaut 10 tahun.
Sedari aku kecil aku sudah tidak dekat dengan Kaka ku karna mereka sekolah di luar kota.
Itu sebabnya aku tidak pernah di anggap apa lagi di hargai, dari dlu aku sudah terbiasa di kucilkan oleh mereka bakan ayah ku pun suka membandingkan aku dengan Kaka ku yg lain.
Ayah ku menyalahkan ku mengapa aku tidak mau di kulihkan oleh Kaka ku apa aku tidak mau bisa sukses sama seperti Kaka ku yg lain .
Sebenarnya aku sanggat inggin kuliah karna aku sanggat inggin bisa kuliah hukum tapi aku berfikir bagai mana kalau Kaka ku tidak bisa membiayai kuliah ku sewaktu aku sekolah saja mereka enggan membiayai sekolah ku bagaimana kalau aku kuliah yg notabene lebih banyak membutuhkan uang.
Di mata ayah mereka adalah anak² yg sanggat membanggakan tidak seperti aku yg hanya bisa bikin ayah marah malu.
Tapi apa ayah lupa aku adalah anak wanita ayah yg tidak pernah lupa dengan ayah ibu setiap bulan setiap aku habis gajian aku akan pulang membawakan makanan untuk ayah tidak peduli berapa jauh jarak yg ku tempuh walau Malam sekali pun.
Aku rela di pecat dari pekerjaan ku hanya untuk bisa maximal jagain ayah di rumah sakit .
Anak anak ayah yg lain hanya datang sebentar lalu pergi.
Pulang kerumah pas lebaran saja.
Bahkan aku pernah mempertaruhkan nama baik ku untuk ayah.
Ayah pernah di diaknosa sakit jantung dan harus memasang ring di jantung tapi anak ayah yg lain malah menyarkan jual sawah untuk membiayai operasi ayah
Padahal jual sawah tidak bisa cepat sedangan operasi nya harus cepat ,
Disitu aku sanggat emosi mengapa Meraka tidak sumbagan untuk membiayai ayah apa mereka lupa bagai mana susahnya ayah menyekolahkan mereka sampai bisa sesukses ini padahal ayah sanggat membangkan kalian semua.
Dan bodohnya aku tidak berfikir panjang aku memakai uang perusahaan tempat ku bekerja untuk membiayai operasi ayah
Waktu itu aku bekerja di salah satu distributor terbesar di kota ku aku bekerja sebagai seles.
Aku berkerja sudah 1 tahun lebih bos ku sanggat senang dengan pekerjaan ku karna selama aku kerja aku selalu tembus target dan aku selalu bisa menang kompetisi.
Bahkan sebelumnya aku di tawari untuk menjadi spv di saat itu aku sanggat senang karna aku yg lulus hanya SMA bisa menjadi spv terlebih saya akan mempunyai gaji yg besar tapi semua sirna karna kebodohan ku bos ku mengetahui kalo aku sudah main nota tagihan bos ku tidak mau tau dengan alasan ku dia sudah sanggat kecewa dan untungnya bos ku memberikan ku keringanan tidak sampai membawa kasus ku ke kantor polisi.
Yg lebih menyedihkan sehari sebelum aku ketahuan besoknya aku akan melangsukan pernikahan .
Pernikahan tetap berlangsung tapi teman kerja ku tidak ada yg datang 1 pun di situ aku sanggat sedih.
Suami ku tidak mengetahui permasalahku tapi pada waktunya aku jujur karna aku bingung harus mencari uang di mna untuk mengganti rugi tapi Alhamdulillahnya suami ku mengerti dia rela menjual mobilnya untuk mengganti uang perusahaa.
Suami ku memang orang yang sanggat baik dan juga sabar berapa beruntungnya aku memiliki suami seperti dia .
Next, dampak dari kejadian itu sampai 2 tahun aku blum juga mendapatkan pekerjaan di karenakan semua distribur mengetahui kasus ku sebelumnya .
Tapi Alhamdulillah suami ku di pindah tugaskan ke luar kota aku berfikir aku bisa membuka lembaran baru dan mencari pekerjaan kembali
Dan Alhamdulillahnya selang 2 bulan aku langsung di terima kerja di sebuah distributor.
Untuk yg tanya bagai mana tanggapan Kaka ku semua dari kasus ku yg kemarin jawabanya adalah mereka semua tidak peduli
Dan selang 3 tahun dari ayah ku di operasi ayah ku berpulang ke Rahmatullah.
Kini ibu ku tinggal dengan ku Alhamdulillah perekonomian keluarga ku juga sanggat baik aku sudah mempunyai 2 rumah dan mobil Kaka kaka ku juga semua sudah bisa menghargai ku
Di 3 tahun pernikan aku mempunyai anak adopsi anak laki laki selang 2 bukan Alhamdulillah aku hamil anak perempuan .
Kelak jika anak anak ku sudah besar aku akan mengajarinya untuk bisa menyayangi 1 sama lain dan saling bahu membahu antar saudara.
Ini adalah kisah nyata ku
Maaf jika kosakatanya masih berantakan semoga kalian masih bisa memahaminya .
Trimaksih yg sudah membaca ini adalah cerpen pertama ku 🙂