Saya tidak tahu.
Banyak orang memimpikan akan dunia lain. Seraya menyerah akan kehidupan mereka di dunia ini, mereka berangan-angan untuk pergi ke dunia yang benar-benar berbeda dengan pedang dan sihir yang nyata.
Mereka mungkin tertarik pada keajaibannya.
Atau mungkin sudah menyerah dalam berbagai hal dengan dunia ini sendiri.
Aneh memang.
'Mengapa begitu?' Saya bertanya-tanya. Dan menyadari jika 'Ah, mereka tak sama denganku, tak menyadari satu hal ini—'
'—Jika dunia ini, diluar pemikiran mereka, bahkan lebih fantasi dari pada dunia lain yang mereka idam-idamkan.'
★★★
Iriana – seorang penyihir pengembara sedang menginjakkan kakinya di sebuah negeri di Asia tenggara – Indonesia, saat negeri itu sendiri terendam dalam musim hujan yang deras mengguyur.
Hari itu pun sama. Setelah berjam-jam hujan deras akhirnya mereda ia melanjutkan perjalanannya saat dirinya melihat sebuah desa dalam jalur tujuannya terendam oleh air. Sangat buruk hingga tak ada penduduk desa yang selamat di dalamnya.
Iriana menggunakan sihirnya berjalan-jalan di atas air yang menggenang di desa itu, mencoba melewatinya sambil menahan perasaannya yang memburuk setelah melihat tragedi tersebut.
Di sana sebuah keranjang buah yang terbuat dari rotan mengambang, lalu menyandung kakinya saat tak melihat melangkah. Itu cukup berat bahkan baginya hingga hampir membuat dirinya kehilangan keseimbangan.
Merasa penasaran dengan apa yang ada di dalam keranjang tersebut, ia membalik selimut yang menutup 'sesuatu' di atasnya.
Ia lalu terkejut.
Tidak membayangkan kalau yang ada di dalamnya akan ada seorang bayi laki-laki sedang tertidur.
★★★
Sekarang setah 10 tahun semenjak pertemuan mereka.
Bayi lelaki itu tumbuh baik menjadi seorang peria tampan dan dapat di andalkan.
Ya. Itu adalah saya tentunya. Dan ini adalah kisah diri saya yang kelak akan bertemu dengan seorang gadis yang mendambakan dunia lain.
Yang bergandengan tangan bersama melakukan perjalanan mencari kebenaran tentang dunia ini.