Aku Olivia gadis SMA yang cukup spesial karena dapat merasakan hal mistis.
Dan sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju vila bersama teman-teman ku.
Aku termenung melihat keluar jendela mobil, keadaan mobil begitu sunyi,dua temanku tertidur,satu sedang fokus menyetir dan satu lagi fokus dengan handpone nya....
Akhirnya kami sampai ke villa teman-temanku sibuk merapikan pakaian mereka sedangkan aku hanya termenung
'Aku yakin,ada sesuatu yang janggal disini,tapi...'aku melihat teman-teman ku yang bersemangat'mereka begitu bersemangat tak tega rasanya harus membuat mereka takut,sudah lah mungkin hanya perasaan ku saja'
Aku bergabung dengan mereka merapikan pakaian ku de dalam lemari, sebenarnya villa ini cukup besar untuk di tinggali lima gadis remaja,villa ini memiliki tiga kamar tapi pemilik villa ini mengatakan hanya boleh menggunakan dua kamar.
Setelah undian aku dengan Zahra dan Yuna akan tidur dikamar yang sama,sedangkan Sera dan Keira akan tidur di kamar yang berbeda.
Malam telah tiba kami berada di ruang tamu saling berbincang,aku merasa hawa di sini semakin kuat bukan hawa dingin saja yang terasa aku merasa ada yang sedang menargetkan kami,tapi sekali lagi aku tak ingin membuat temanku takut aku simpan hal ini untukku saja.
"Hei sekarang sudah jam 11 malam lebih baik kita tidur" temanku Zahra mengingatkan kami "yah,tak terasa sudah jam segini saja,ya sudah lah.mari kita tidur"akhirnya kami tidur di kamar masing-masing.
PUKUL 03:24
TOK...TOK....TOK
Suara ketukan pintu kamar ku,aku dan Yuna terbangun sedangkan Zahra masih tertidur pulas.ketukan itu semakin cepat dan kencang Yuna bergegas membuka pintu
"Sera,kenapa kau bangun di pagi-pagi buta seperti ini?"Yuna bertanya tetapi tidak ada tanggapan dari Sera.
Aku yang awalnya masih di atas kasur langsung berlari ke arah Yuna dan melemparkan bubuk ke arah sera.
Sera menghilang,Yuna kaget dan berteriak "Akh, apa-apaan itu olivia apa yang kau lakukan kenapa Sera menghilang?!!"
"Diam lah,dia bukan Sera,kau tak mencium bau amis darinya?"ucap ku,aku berdiri di depan pintu mencoba memahami situasi. aku ceroboh,aku membawa temanku ke dalam bahaya 'SIAL SIAL SIAL SIAL'hanya itu yang ada di fikiran ku sekarang.
"Jadi tadi bukan Sera,terus bagaimana keadaan Sera dan Keira?!!"
Aku tersadar,ini bukan saatnya berdiam diri aku berlari sekencang mungkin meninggalkan Yuna dan Zahra
"YUNA MASUK KEDALAM KAMAR DAN JANGAN KELUAR APAPUN YANG TERJADI JANGAN KELUAR!!"aku Panik dan berlari ke kamar Sera.
Aku membuka pintu kamar Sera tapi itu terkunci'SIAL SIAL SIAL BAGAIMANA INI?'aku menggedor-gedor pintu tapi nihil tak ada jawaban,aku panik dan mendobrak nya 'BRAK BRAK BRAK'aku akhirnya dapat membuka pintu kamar itu aku masuk dan melihat keadaan kamar yang kacau berantakan dan Keira yang sedang menangis ku hampiri dia "Keira! Dimana Sera bagaimana bisa seperti ini?!!"aku bertanya dengan panik aku berharap dugaan tidak benar"hiks,tadi tiba-tiba Sera berteriak dan mengacaukan kamar lalu dia pingsan dan terseret sesuatu"aku tertegun aku baru menyadarinya,ini bukan kamar yang seharusnya Keira dan Sera tempati ini adalah kamar yang dilarang untuk dibuka,apakah mereka salah masuk kamar??!! Tidak aku yakin telah memastikan Meraka masuk kamar dengan benar.Kalau begitu apakah....aku yang salah masuk kamar?lalu siapa yang di depan ku??.
Aku gemetar dan melihat yang berada di depan ku,tidak ada orang di depan ku ini kosong kamar ini kosong aku yakin tadi ada banyak barang yang berantakan bagaimana bisa? Aku panik bingung aku berdiri dengan gemetar dan melihat ke belakang "BRAK"pintu tertutup aku berusaha mendobrak tapi itu tak berhasil,aku bukan takut akan hantu aku takut temanku dalam bahaya aku berusaha mendobrak pintu ini "Akh SIALAN KALIAN,JIKA TEMANKU TERLUKA AKAN KU LAPORKAN HAL INI KE KAKEK!!!" Aku teriak dengan sekuat tenaga lalu ku dobrak pintu sekali lagi dan terbuka aku berlari kembali ke kamarku dan mengedor pintu "Yuna Zahra buka! Ini aku Olivia"
Pintu terbuka memperlihatkan Yuna dan Zahra muka mereka pucat itu wajar aku berlari masuk dan melihat Sera dan Keira dalam keadaan tak sadarkan diri."Yuna apa yang terjadi disini?"aku menunduk dan mengecek detak jantung mereka untunglah "tadi Sera dan Keira menggedor-gedor pintu Yuna mengatakan pada ku untuk tidak membukanya tapi aku khawatir akan mereka jadi aku membukanya dan mereka langsung berlari masuk dan tiba-tiba pingsan" aku diam,aku kesal dengan diriku aku ceroboh "Yuna,Zahra bawa Sera dan Keira ke mobil aku akan menjaga kalian di belakang
Kami berjalan ke mobil ada beberapa hal yang menggangu kami tapi aku menyuruh mereka mengabaikan itu.sampai ke mobil kami langsung masuk,aku mengemudi dengan kecepatan tinggi,semua barang-barang kami tinggalkan,aku mengemudi dengan cepat sedangkan teman ku menangis tak menyangka sepertinya jika liburan kami akan berakhir seperti ini.
Akhirnya kami sampai ke rumah Sera kami menginap di rumahnya, keesokan harinya aku menelpon kakek dan mengatakan semuanya
"jangan khawatir cucuku tersayang,biar hal ini kakek yang urus"